Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Alasan Mengapa Air Bekas Wudu Jangan Dikeringkan Dulu

- Apahabar.com Minggu, 12 Juli 2020 - 07:00 WIB

Alasan Mengapa Air Bekas Wudu Jangan Dikeringkan Dulu

Ilustrasi berwudu. Foto-flickr.com/Arief Al Fikri

apahabar.com, JAKARTA – Wudu mempunyai banyak keutamaan, tak terkecuali dengan air yang dipergunakan bersuci, hendaknya tidak diusap dalam kondisi tertentu usia berwudu.

Lalu bolehkah kita mengeringkan air bekas wudu kita? Dalam buku “Panduan Shalat An-Nisaa” karya Abdul Qadir Muhammad Manshur seperti dilansir khazanah.republika.co.id dijelaskan, ulama-ulama kalangan mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali sepakat bahwa tidak apa-apa mengeringkan dan mengusap air dengan sapu tangan atau sepotong kain setelah wudu dan mandi.

Ibnu Mundzir meriwayatkan dibolehkannya pengeringan dari Utsman bin Affan, Husain bin Ali, Anas bin Malik, Bisyr bin Abu Mas’ud, Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin, Alqamah, Aswad, Masruq, Dhahhak, ats-Tsuri, dan Ishaq.

Mereka yang membolehkan pengeringan ini bersandar pada hadis-hadis Rasulullah SAW. Adapun hadis-hadis yang disandarkan adalah haid riwayat Tirmidzi berbunyi, “Aku melihat Nabi Muhammad SAW mengusap wajah beliau dengan ujung pakaian beliau ketika berwudu.”

Hadits ini menyebut mengeringkan air setelah wudu dibolehkan, namun kadar haditsnya dhaif. Sedangkan hadis lainnya riwayat Imam an- Nasa’i berbunyi, “Abu Maryam Iyas bin Ja’far meriwayatkan dari seorang sahabat bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki sapu tangan atau sepotong kain untuk mengusap wajah beliau ketika berwudu.”

Hadits ini memiliki kadar hadits yang sahih. Adapun kemakruhan mengeringkan air dalam wudu (bukan dalam mandi) diriwayatkan Ibnu Abbas. Sedangkan Jabir bin Abdullah meriwayatkan larangan untuk mengeringkan itu.

Kemakruhan mengeringkan air didasarkan pada argumentasi-argumentasi beragam. Pertama, air wudu akan ditimbang pada hari kiamat sehingga dimakruhkan menghilangkannya dengan pengeringan. Hal ini juga disandarkan pada hadits yang diriwayatkan az-Zuhri.

Namun, Abdul Qadir Muhammad Manshur berpendapat, yang dimaksud air yang digunakan dalam wudu akan ditimbang itu bukan air yang tersisa pada anggota wudu. Para ulama juga sepakat bahwa air wudu merupakan cahaya pada hari kiamat kelak.

Hukum makruh mengeringkan air wudu disamakan sebagai menghilangkan sisa ibadah. Ulama yang sepakat menjatuhi makruh dalam perkara ini berpendapat, air bertasbih selama menempel pada anggota wudu. Namun, al-Qari berkata tidak bertasbihnya air wudu ketika dikeringkan membutuhkan dalil naqli yang sahih.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari disebutkan, Rasulullah tidak mengambil kain yang diberikan kepada beliau, lalu beliau beranjak sambil mengibaskan kedua tangan beliau.”(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Imam Ibnu Hajar Diprotes Non Muslim Karena Kekayaannya
apahabar.com

Hikmah

Jelang Wafat, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Menangisi ‘Jabatannya’
apahabar.com

Hikmah

Ingin Punya Anak? Berikut Sunnah Nabi Ibrahim dan Nabi Zakariya
apahabar.com

Hikmah

Bahaya Rakus Harta dan Pesan Rasulullah untuk Sahabat
apahabar.com

Hikmah

Muslim Dunia Memulai Ramadan dengan Suasana Lockdown
apahabar.com

Hikmah

Menyambut Kehadiran Anak, Begini Adabnya Menurut Islam
apahabar.com

Hikmah

Kisah Masuk Islamnya Ibunda Abu Hurairah Setelah Didoakan Rasulullah
apahabar.com

Hikmah

Ramuan dari Nabi Muhammad Bagi Penderita Penyakit Jantung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com