ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Jumat, 3 Juli 2020 - 18:37 WIB

Ancaman Karhutla di Kalsel, SBI Was-was Konflik Bekantan dengan Warga

Reporter: Muhammad Robby - apahabar.com

Bekantan (nasalis larvatus) merupakan primata yang dilindungi dan merupakan hewan khas Kalimantan yang kini jumlah habitatnya semakin sempit. Foto-antara

Bekantan (nasalis larvatus) merupakan primata yang dilindungi dan merupakan hewan khas Kalimantan yang kini jumlah habitatnya semakin sempit. Foto-antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Di tengah ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sahabat Bekantan Indonesia mewanti-wanti terjadinya konflik antara bekantan dengan warga.

“Kita terus meminimalisir terjadinya konflik antara bekantan dan warga setempat,” ucap Ketua Sahabat Bekantan Indonesia, Amelia Rezeki kepada apahabar.com, belum lama tadi.

Demi mencapai tujuan itu, mereka telah membentuk satuan tugas (satgas) Bekantan yang bertugas memantau habitat, khususnya di luar kawasan konservasi.

“Dalam program SBI terkait patroli dan rescue, kami telah membentuk satgas bekantan yang bertugas memantau habitat bekantan, khususnya di luar kawasan konservasi,” beber Dosen Biologi FKIP ULM ini.

Baca juga :  Alat RT-PCR Banjarmasin Akhirnya Tiba, Simak Targetnya

Sepanjang lima tahun ke belakang, mereka sudah 45 kali melakukan evakuasi bekantan di Kalsel. Di mana rata-rata disebabkan karhutla.

“Kami juga melibatkan warga lokal untuk berpartisipasi dalam mengawasi kawasan habitat bekantan,” pungkasnya.

Sebelumnya, selama Pandemi Coronavirus Disease 2019, biaya operasional rehabilitasi bekantan di Kalsel mengalami peningkatan. Bahkan, mencapai 20 – 25 juta per bulan.

Hal yang sama, kata dia, dirasakan sebagian Non Government Organization (NGO) lain yang bergerak di bidang penyelamatan satwa liar seperti orangutan.

“Seperti kita ketahui, Covid-19 cukup rentan bisa menularkan kepada satwa, sehingga upaya perawatan di pusat rehabilitasi menggunakan proteksi yang lebih intensif,” katanya.

Baca juga :  Kunjungi Objek Vital, Personel Polsek Jorong Gelar Patroli Dialogis

Sementara di sisi lain, sambung dia, supplier pakan berkurang dan alat pelindung diri (APD) cukup mahal.

“Salah satu platform penunjang operasional kami untuk kegiatan rehabilitasi dari kegiatan ekowisata pun terhenti, banyak kegiatan kunjungan dari luar negeri dan luar daerah yang dibatalkan,” bebernya.

Adapun salah satu solusi yang sudah mereka lakukan bersama BKSDA Kalsel, yakni mempercepat pelepasliaran bekantan. Di mana jumlahnya sebanyak empat ekor.

“Kami berharap pandemi ini segera berakhir, banyak tugas lapangan yang harus diselesaikan. Mengingat musim Karhutla mengancam dalam beberapa bulan ke depan,” tutupnya.

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Melawan, Rampok Sarang Walet di Tala Dihujani Timah Panas
apahabar.com

Kalsel

Sebaran Covid-19 Kalsel Pengaruhi Pola Perilaku, Masyarakat Mulai Acuh?
Terdeteksi, Puluhan Alumnus Gowa asal Banjarbaru Ditetapkan ODP

Kalsel

Terdeteksi, Puluhan Alumnus Gowa asal Banjarbaru Ditetapkan ODP
apahabar.com

Kalsel

Walhi Turut Pertanyakan Kualitas Sumur Bor Gambut Kalsel yang Rusak
apahabar.com

Kalsel

Ancaman Virus Baru G4 di Kalsel, Disbunnak Beri Penjelasan
apahabar.com

Kalsel

Eks PNS TNI Tewas di Kebun, Keluarga Tolak Visum
apahabar.com

Kalsel

Tahun ini, Kalsel Serap 4.630 CPNS Guru
apahabar.com

Kalsel

Kopi Liberka Bisa Tumbuh di Sawah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com