Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Ancaman Virus Baru G4 di Kalsel, Disbunnak Beri Penjelasan

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 11:52 WIB

Ancaman Virus Baru G4 di Kalsel, Disbunnak Beri Penjelasan

Para peneliti di China menemukan virus G4 tipe baru yang disebut bisa memicu pandemi baru. Foto: ALBERT IVAN DAMANIK/AFP

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah peneliti menemukan jenis virus baru yang berpotensi menular kepada manusia. Disebut bisa memicu pandemi baru.

Virus dengan kode G4 EA H1N1 atau disebut G4 juga dikenal dengan nama flu babi.

“Penyakit flu babi ini memang dapat menular dari hewan ke manusia, namun sampai sekarang tidak ada bukti menular layaknya Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel), Suparmi kepada apahabar.com melalui pesan singkat, Senin (6/7).

Seperti flu pada umumnya, gejala yang ditunjukkan oleh virus ini juga hampir serupa. Yaitu suhu tubuh tinggi, pilek, batuk dan gejala pernapasan lainnya.

Gejala tadi juga disertai dengan penurunan berat badan dari hewan ternak tersebut.

“Jadi walaupun dimungkinkan menjadi pandemi namun kemungkinannya sangat kecil,” tegasnya

Sebagai informasi, virus G4 (Genotipe 4) ini merupakan strain baru dari virus influenza type A (H1N1).

Virus ini ditemukan oleh ilmuwan Cina yang dirilis dalam jurnal Sains AS “Proceedings of The National Academy of Sciences (PNAS)”.

“Walaupun sebenarnya penelitian sudah dilakukan sejak 2011. G4 H1N1 ini adalah 1 dari 179 jenis virus yang telah mereka teliti,” kata Suparmi.

H1N1 sendiri, pernah dinyatakan pandemi pada Januari 2009 lalu dan dinyatakan berakhir pada Agustus 2010. Wabah virus kala itu memakan korban hingga 284.000 jiwa dari kasus konfirmasi sebanyak 491.382 kasus.

Sementara, populasi babi di Kalsel hanya ada sekitar 4 ribu ekor. Menurut dia, sampai saat ini belum dilaporkan adanya wabah penyakit dari ternak ini.

“Karena dilakukan pemantauan penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi oleh dinas Kabupaten/kota, Disbunnak Provinsi dan Balai Veteriner Banjarbaru,” jelasnya.

Selain virus flu babi, masih banyak jenis penyakit lainnya yang patut diwaspadai terjadinya penularan hewan kepada manusia. Di antaranya Flu Burung, Rabies, Anthrax, Brucellosis dan cacing pita.

Untuk pengawasan, Disbunnak Kalsel berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi terkait hal ini.

“Komunikasi intensif juga dilaksanakan dalam WhatsApp grup sehingga apabila ada kasus segera dilakukan pengendalian,” imbuhnya

Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya peternak agar memelihara dan memperhatikan kondisi hewan ternak masing-masing.

“Ikuti aturan yang berlaku. Apabila terjadi kasus penyakit agar segera melaporkan kepada petugas,” tutup dia

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Meluas, Penjuru Bumi Bersujud Didisinfektan
apahabar.com

Kalsel

Respon Pemkab Soal Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST
apahabar.com

Kalsel

Toyota Hilux Seruduk Pejalan Kaki di Gambut
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kalsel 26 Maret: ODP Bertambah Jadi 899 Orang

Kalsel

Nestapa Bocah di Kotabaru: Hamil Dua Kali karena Ayah Kandung
apahabar.com

Kalsel

Sebulan Touring, Biker YVC-I Banjarbaru Kampanyekan Wisata di Kalimantan
apahabar.com

Kalsel

Gugus Tugas Banjarmasin Tracking Massal di Sejumlah Pasar, Ribuan Orang Jalani Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Penerimaan Bintara Polri di Kalsel Terapkan Protkes Covid-19 Ketat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com