ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Senin, 6 Juli 2020 - 11:52 WIB

Ancaman Virus Baru G4 di Kalsel, Disbunnak Beri Penjelasan

Reporter: Musnita Sari - apahabar.com

Para peneliti di China menemukan virus G4 tipe baru yang disebut bisa memicu pandemi baru. Foto: ALBERT IVAN DAMANIK/AFP

Para peneliti di China menemukan virus G4 tipe baru yang disebut bisa memicu pandemi baru. Foto: ALBERT IVAN DAMANIK/AFP

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah peneliti menemukan jenis virus baru yang berpotensi menular kepada manusia. Disebut bisa memicu pandemi baru.

Virus dengan kode G4 EA H1N1 atau disebut G4 juga dikenal dengan nama flu babi.

“Penyakit flu babi ini memang dapat menular dari hewan ke manusia, namun sampai sekarang tidak ada bukti menular layaknya Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel), Suparmi kepada apahabar.com melalui pesan singkat, Senin (6/7).

Seperti flu pada umumnya, gejala yang ditunjukkan oleh virus ini juga hampir serupa. Yaitu suhu tubuh tinggi, pilek, batuk dan gejala pernapasan lainnya.

Gejala tadi juga disertai dengan penurunan berat badan dari hewan ternak tersebut.

“Jadi walaupun dimungkinkan menjadi pandemi namun kemungkinannya sangat kecil,” tegasnya

Baca juga :  Musim Kemarau, Polsek Bakumpai Rutin Cek Titik Api

Sebagai informasi, virus G4 (Genotipe 4) ini merupakan strain baru dari virus influenza type A (H1N1).

Virus ini ditemukan oleh ilmuwan Cina yang dirilis dalam jurnal Sains AS “Proceedings of The National Academy of Sciences (PNAS)”.

“Walaupun sebenarnya penelitian sudah dilakukan sejak 2011. G4 H1N1 ini adalah 1 dari 179 jenis virus yang telah mereka teliti,” kata Suparmi.

H1N1 sendiri, pernah dinyatakan pandemi pada Januari 2009 lalu dan dinyatakan berakhir pada Agustus 2010. Wabah virus kala itu memakan korban hingga 284.000 jiwa dari kasus konfirmasi sebanyak 491.382 kasus.

Sementara, populasi babi di Kalsel hanya ada sekitar 4 ribu ekor. Menurut dia, sampai saat ini belum dilaporkan adanya wabah penyakit dari ternak ini.

Baca juga :  Adaptasi Kebiasaan Baru di HST, TNI-Polri Sasar Lokasi Wisata

“Karena dilakukan pemantauan penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi oleh dinas Kabupaten/kota, Disbunnak Provinsi dan Balai Veteriner Banjarbaru,” jelasnya.

Selain virus flu babi, masih banyak jenis penyakit lainnya yang patut diwaspadai terjadinya penularan hewan kepada manusia. Di antaranya Flu Burung, Rabies, Anthrax, Brucellosis dan cacing pita.

Untuk pengawasan, Disbunnak Kalsel berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi terkait hal ini.

“Komunikasi intensif juga dilaksanakan dalam WhatsApp grup sehingga apabila ada kasus segera dilakukan pengendalian,” imbuhnya

Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya peternak agar memelihara dan memperhatikan kondisi hewan ternak masing-masing.

“Ikuti aturan yang berlaku. Apabila terjadi kasus penyakit agar segera melaporkan kepada petugas,” tutup dia

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tragis, Mahasiswi KKN Universitas NU Kalsel Tewas di Jalan
apahabar.com

Kalsel

Tak Butuh Kajian Drainase, Pemkot Banjarmasin Pilih Fokus Pengerukan
apahabar.com

Kalsel

Pembebasan Lahan Jembatan Alalak Menyisakan Apotek dan Tiang Reklame
apahabar.com

Kalsel

Polres Tala Tanam Pohon hingga ke Pantai
apahabar.com

Kalsel

Tiket Mahal, Penumpang di Pelabuhan Trisakti Naik 15 Persen  
apahabar.com

Kalsel

Selain Tenaga Medis, GTPP Banjarmasin Programkan Rapid Tes Petugas di Lapangan
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Jalan Retak Lebih dari 1 Kilometer di Desa Banua Lawas

Kalsel

Puluhan Pasangan Mesum Terjaring di Banjarmasin, Di antaranya Terindikasi PSK Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com