Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Angka Kematian di Kalsel Rendah, Pengamat Covid-19: Sudah On The Track

- Apahabar.com Rabu, 22 Juli 2020 - 11:22 WIB

Angka Kematian di Kalsel Rendah, Pengamat Covid-19: Sudah On The Track

Ratio kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan dinilai cukup rendah. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Epidemiolog Kalimantan Selatan menilai pemerintah telah berupaya maksimal dalam menemukan kasus serta pengobatan Covid-19.

“Selama ini, cara-cara yang sudah ditempuh oleh pemerintah menurut saya sudah pada tracknya. Cuman tinggal percepatan saja,” ungkap Pengamat Epidemiologi Kalsel, Dharma Putra kepada apahabar.com, Rabu (22/7)

Mengamati fenomena kasus Covid-19, ada dua sisi penilaian dalam pandangannya. Yaitu dilihat berdasarkan angka kesakitan (penularan) dan angka kematian.

Apabila angka kesakitan dan kematiannya rendah, maka daerah tersebut dinilai bagus. Begitu pula sebaliknya.

apahabar.com

Pengamat Epidemiologi Kalsel, Dharma Putra. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

“Nah, di Kalsel angka kesakitannya tinggi dan angka kematiannya rendah. Atau, belum dikatakan tinggi karena ada faktor komorbid yang menyebabkan perbedaan dari provinsi lain,” jelas Direktur Utama RSJ Sambang Lihum ini

Kendati demikian, upaya yang dilakukan pemerintah belum cukup mampu untuk mendapatkan kasus secara keseluruhan. Sebab mobilitas penduduk yang sulit dibatasi.

“Belum memungkinkan di Kalsel untuk mengurangi lalu lintas. Karena banyaknya kepentingan dan warga yang ke luar rumah dengan alasan logis,” beber dia.

Dari sini, tingginya angka kasus berbanding dengan lajunya tingkat kesembuhan dikarenakan keterlambatan pemeriksaan pengujian sampel swab pasien Covid-19.

Sisi lain, Pemprov Kalsel akan mengerahkan tambahan laboratorium Covid-19 yaitu di RSU Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Hadji Boejasin Pelaihari dan RS Dr Soeharsono.

“Kemudian juga bekerja sama dengan Sumatera Barat, khususnya Universitas Andalas. Sehingga nantinya semua kasus yang diprediksi bisa ditemukan dan kita bisa mencapai puncaknya,” ujar Juru bicara Gugus Tugas percepatan dan penanganan Covid-19, HM Muslim, dalam siaran pers terbarunya.

Untuk menghentikan penularan, percepatan harus terus dimasifkan melalui testing hingga perawatan optimal di rumah sakit maupun karantina khusus atau isolasi mandiri.

Dari data harian sebaran Covid-19 menyatakan semakin banyak pasien sembuh dibanding kasus kematian.

“Bagaimana pun juga karena banyaknya keterlambatan, angka kesakitannya akan bertambah. Tidak ada masalah. angka kesakitan tinggi tapi matinya sedikit. Mungkin sudah di bawah 6 persen,” paparnya.

Maka, yang harus diperhatikan saat ini adalah mengurangi durasi dan frekuensi penularan agar persentase angka kesakitan menurun.

Strategi paling utama adalah mengetatkan kembali protokol kesehatan di masyarakat, seperti penggunaan masker yang benar.

“Cara mengurangi frekuensi adalah dengan menyuruh orang tetap di rumah, sehingga lalu lintas di jalan berkurang. Kalaupun ke luar rumah, gunakan masker dengan benar,” pungkas Dharma

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ketika Abdi Negara di Kotabaru Berharap Kekuatan Doa Anak Yatim
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kotabaru Hari Ini Tambah 1 Orang Positif Covid-19, Total 526 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Langka! Ikan Todak ‘Raksasa’ Nyangkut di Jaring Nelayan Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Tim Mabes Polri Sosialisasikan Dunia Siber dan Analisis Media
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Alasan Nyeleneh Maling BH di Teluk Dalam
apahabar.com

Kalsel

Bupati Banjar Siapkan Kamar Buat Al Fatih di Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Baru Turun dari Pesawat, Pengemis Kotabaru Langsung Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Guru Kapuh Imbau Pesantren dan Majelis Taklim di HSS Libur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com