Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang

Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?

- Apahabar.com Minggu, 12 Juli 2020 - 12:37 WIB

Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Angka pernikahan dini di Kaltim dan Kalsel disebut masih tinggi.

Meski demikian, angka kedua provinsi ini masih melampaui rata-rata standar nasional.

Pemprov Kaltim mencatat angka pernikahan usia dini masih tinggi yaitu mencapai 13,9 persen atau sebanyak 953 kasus.

Sementara persentasi di Kalsel lebih dari itu.

“Angka pernikahan usia dini di Kaltim yang 13,9 persen ini di atas rata-rata nasional yang tercatat 11,54 persen, sedangkan tertinggi di Kalsel yang mencapai 23,12 persen,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad di Samarinda, Minggu (12/7).

Ia menguraikan penyebab pernikahan dini ada beberapa hal. Antara lain faktor budaya, dorongan orang tua, kemiskinan, anak hamil sebelum menikah.

Bahkan, lanjutnya ada anggapan bahwa orang tua merasa malu jika memiliki anak perempuan terlambat menikah, karena dinilai ‘tidak laku’.

Untuk menghindari adanya pernikahan usia dini lagi, maka pihaknya melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Kerjasama itu dengan melakukan pembinaan dari berbagai sisi. Yakni melakukan kampanye, dan melalui Gerakan Bersama (Geber).

Tujuannya guna memberikan pemahaman akan pentingnya mencegah pernikahan dini.

Geber, kata Halda, juga bertujuan melindungi anak dari pelanggaran hak azasi manusia (HAM).

Disamping itu, untuk mewujudkan program wajib belajar 12 tahun sesuai dengan Instruksi Gubernur Kaltim kepada bupati dan wali kota se- Kaltim.

Ia juga mengatakan perlunya langkah antisipasi dari keluarga dalam upaya mencegah pernikahan dini.
Termasuk pula, beberi dia, pendidikan yang matang pun harus dilakukan bagi anak agar mengetahui dampaknya jika melakukan pernikahan di usia muda.

Sebelumnya saat menggelar Rapat Koordinasi Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakorda PPPA) se- Kaltim secara virtual dengan tema Cegah Perkawinan Anak, Halda pun menyampaikan hal yang sama.

Ia berharap rakor menghasilkan ide cemerlang tambahan dalam mencegah pernikahan dini.

“Kaltim terus berupaya melakukan perlindungan perempuan dan anak melalui berbagai program dengan membangun sistem perlindungan anak yang komprehensif, untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap anak, termasuk mencegah pernikahan pada usia dini,” ucap Halda.(Ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

banjir

Kalsel

Resmi, Banjarmasin Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Kirim Puluhan Dai dan Ustaz ke Bangil Jatim
apahabar.com

Kalsel

Pasca Banjir, Personel Polres Tanah Laut Bersihkan Tempat Ibadah
PPKM

Kalsel

Kalsel Tak Masuk Daftar PPKM, Apindo Tetap Was-Was!
apahabar.com

Kalsel

RS Baru H Boejasin Tala Tunggu Audit Forensik
apahabar.com

Kalsel

Gerakan Sadar dan Tertib Arsip di Kalsel Disosialisasikan
apahabar.com

Kalsel

Besok, 7 Mahasiswa Kalsel di China Tiba dari Natuna
apahabar.com

Kalsel

Geger Pria Bersajam Ngamuk di Pasar Kalindo, Lukai Pedagang dan Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com