BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?

- Apahabar.com Minggu, 12 Juli 2020 - 12:37 WIB

Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Angka pernikahan dini di Kaltim dan Kalsel disebut masih tinggi.

Meski demikian, angka kedua provinsi ini masih melampaui rata-rata standar nasional.

Pemprov Kaltim mencatat angka pernikahan usia dini masih tinggi yaitu mencapai 13,9 persen atau sebanyak 953 kasus.

Sementara persentasi di Kalsel lebih dari itu.

“Angka pernikahan usia dini di Kaltim yang 13,9 persen ini di atas rata-rata nasional yang tercatat 11,54 persen, sedangkan tertinggi di Kalsel yang mencapai 23,12 persen,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad di Samarinda, Minggu (12/7).

Ia menguraikan penyebab pernikahan dini ada beberapa hal. Antara lain faktor budaya, dorongan orang tua, kemiskinan, anak hamil sebelum menikah.

Bahkan, lanjutnya ada anggapan bahwa orang tua merasa malu jika memiliki anak perempuan terlambat menikah, karena dinilai ‘tidak laku’.

Untuk menghindari adanya pernikahan usia dini lagi, maka pihaknya melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Kerjasama itu dengan melakukan pembinaan dari berbagai sisi. Yakni melakukan kampanye, dan melalui Gerakan Bersama (Geber).

Tujuannya guna memberikan pemahaman akan pentingnya mencegah pernikahan dini.

Geber, kata Halda, juga bertujuan melindungi anak dari pelanggaran hak azasi manusia (HAM).

Disamping itu, untuk mewujudkan program wajib belajar 12 tahun sesuai dengan Instruksi Gubernur Kaltim kepada bupati dan wali kota se- Kaltim.

Ia juga mengatakan perlunya langkah antisipasi dari keluarga dalam upaya mencegah pernikahan dini.
Termasuk pula, beberi dia, pendidikan yang matang pun harus dilakukan bagi anak agar mengetahui dampaknya jika melakukan pernikahan di usia muda.

Sebelumnya saat menggelar Rapat Koordinasi Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakorda PPPA) se- Kaltim secara virtual dengan tema Cegah Perkawinan Anak, Halda pun menyampaikan hal yang sama.

Ia berharap rakor menghasilkan ide cemerlang tambahan dalam mencegah pernikahan dini.

“Kaltim terus berupaya melakukan perlindungan perempuan dan anak melalui berbagai program dengan membangun sistem perlindungan anak yang komprehensif, untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap anak, termasuk mencegah pernikahan pada usia dini,” ucap Halda.(Ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Songsong Tantangan Pilkada, Bawaslu Banjar Bekali Panwascam Wawasan
apahabar.com

Kalsel

Selamatkan Warga Perbatasan Kotabaru dari Covid-19, dr Zainal Berbagi Masker
apahabar.com

Kalsel

Operasional RSUD Sultan Suriansyah Terkesan Dipaksakan
apahabar.com

Kalsel

Menanti Vonis, Penghina Abah Guru Sekumpul pun Gugup
apahabar.com

Kalsel

Tanpa Peringatan Dini, BMKG Lihat Potensi Hujan Lokal di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Walau Tak Menolak, Warga Sekitar Karantina di SKB Batola Tetap Was-was
apahabar.com

Kalsel

Senin, U-Turn Depan RSUD Ulin Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 23 kursi DPR RI, NasDem Selenggarakan Sekolah Legislatif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com