ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Rabu, 8 Juli 2020 - 22:54 WIB

apahabar.com Terima “Journalism Emergency Relief Fund” dari Google

Reporter: Fariz Fadhilllah - apahabar.com

 apahabar.com menerima kepercayaan dari Google lewat bantuan dana

apahabar.com menerima kepercayaan dari Google lewat bantuan dana "Journalism Emergency Relief Fund" Covid-19. Foto-Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebagai salah satu media yang terverifikasi di Dewan Pers, apahabar.com menerima kepercayaan dari Google lewat bantuan dana “Journalism Emergency Relief Fund” Covid-19.

“Alhamdulillah, lewat bantuan ini kita bisa menjaga gairah jurnalisme. Walaupun di tengah krisis akibat pandemi Covid-19, masyarakat harus tetap mendapatkan hak mereka untuk menerima informasi yang benar,” ujar Pemimpin Umum apahabar.com, Budi Ismanto, Rabu (8/7).

Informasi yang tepat dan akurat dibutuhkan masyarakat untuk menyaring informasi hoaks yang kerap berseliweran, terutama di media sosial.

“Sepelik apapun prosesnya, pembaca tentu tidak mau tahu bagaimana proses kita menghimpun fakta di lapangan. Maka dari itu, bantuan dari Google ini sangat berarti bagi kita untuk mempertahankan kerja-kerja jurnalistik secara utuh, dan memenuhi kebutuhan publik,” tuturnya.

Menurutnya, mendapat kepercayaan dari lembaga sebesar Google merupakan prestasi tersendiri bagi apahabar.com. Google News Initiative, program bantuan pendanaan besar-besaran yang bertajuk Journalism Emergency Relief Fund.

Sasaran program ini adalah media-media lokal di seluruh dunia yang terimbas krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Secara keseluruhan, total ada sekitar 5.000 media lokal berskala kecil dan menengah yang menerima bantuan. Mereka berasal dari 140 negara.

Di kawasan Asia-Pasifik termasuk Indonesia, ada lebih dari 800 media yang menerima dana dari lebih 200 pendaftar, termasuk apahabar.com yang bermarkas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Besaran dana yang dikucurkan ke masing-masing media bervariasi. Mulai dari 5.000 dolar AS (sekira Rp69 juta) hingga 30 ribu dolar AS tergantung penilaian kebutuhan, skala, dan rencana program media tersebut.

Baca juga :  Pria Gangguan Jiwa Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tabalong

Butuh waktu dua bulan lamanya bagi apahabar.com untuk meyakinkan pihak Google memberikan bantuan. Mulai dari pembahasan proposal, pengisian formulir, dan pemenuhan syarat-syarat administrasi.

Pandemi Covid-19 tentu bukan kondisi yang menguntungkan bagi kelangsungan bisnis perusahaan media massa. Meminjam data Aliansi Jurnalis Independen, ada sederet ancaman yang berpotensi menganggu kerja-kerja jurnalis di lapangan, terutama risiko terpapar Covid-19.

Saat ini Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah dengan tingkat pertumbuhan tertinggi kasus Covid-19 baru di Indonesia. Bahkan, hari ini, Rabu (8/7), Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 setempat melaporkan ada penambahan 123 kasus baru corona.

Secara akumulatif, berarti sudah terdapat 2.818 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Kalimantan Selatan, dengan 2.470 pasien dalam perawatan, sembuh 53 orang, dan 209 meninggal dunia.

Selain risiko kesehatan, ancaman lainnya adalah menurunnya kepercayaan publik terhadap jurnalisme karena berita hoaks.

“Mereka yang tak terima dengan pemberitaan kerap menganggap karya jurnalistik adalah hoaks. Padahal sepahit-pahitnya berita yang kita laporkan adalah fakta, atau pendapat yang jelas sumbernya,” ujar Budi.

Masyarakat kerap kesulitan membedakan mana produk jurnalistik, mana produk media sosial akibat tingginya penetrasi internet yang tidak diimbangi dengan literasi memadai selama masa pembatasan sosial.

“Melawan hoaks, kami memiliki program Cek Fakta dengan menelusuri informasi-informasi yang bertebaran di media sosial yang diragukan kebenarannya. Informasi ini kemudian kami sesuaikan dengan fakta di lapangan, dan mewawancarai narasumber yang berkompeten,” jelas Budi.

Isu kesehatan memang menjadi hoaks nomor satu sejak kasus Covid-19 terkonfirmasi pertama kali di Kalimantan Selatan pada 22 Maret 2020 silam.

Baca juga :  Identitas Mayat di Sungai Awang Terantang Akhirnya Terkuak

Sedikitnya sudah belasan bahkan puluhan informasi yang diverifikasi apahabar.com. Kebanyakan adalah informasi di media sosial yang tanpa mencantumkan sumber yang jelas.

“Di awal-awal kemarin, orang pingsan di jalan saja sudah disebut suspect Covid-19, setelah kami cek ternyata ibu itu kurang darah setelah donor,” papar ketua IJTI, organisasi profesi jurnalis televisi untuk Kalimantan Selatan itu.

Karenanya, Budi memandang penting media massa memegah teguh prinsip-prinsip jurnalisme sekalipun pandemi Covid-19 tengah melanda. Budi berharap masyarakat juga melakukan cek dan ricek terhadap segala informasi di media sosial.

“Bantuan Google akan sangat berarti untuk media yang bertumbuh seperti apahabar.com untuk menjalankan kerja-kerja jurnalistik secara profesional,” jelas dia.

apahabar.com merupakan salah satu media massa berbasis daring atau online yang mengedepankan ketepatan, kecepatan, dan keakuratan dalam menyajikan informasi yang layak untuk publik.

Saat ini, apahabar.com mempekerjakan lebih dari 20 jurnalis yang telah disertifikasi dan memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Mereka tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, dan sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Kapuas, Barito Utara, Kotawaringin Barat, hingga Palangka Raya.

Setiap harinya, jumlah tayangan halaman rata-rata apahabar.com mencapai 70-100 ribu, dengan jangkauan pembaca lebih dari 20-40 ribu/hari, atau 110 ribu/pekan. Pembaca terbesar apahabar.com berasal dari kelompok usia produktif, yakni 25-34 tahun, 18-24 tahun, dan 35-44 tahun.

apahabar.com resmi terdaftar di Dewan Pers sejak 6 Februari 2020 lalu sebagai salah satu media massa di Tanah Air.

Editor: Puja Mandela

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Malam Lebaran Kondusif, Polres Tapin Apresiasi Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Kemenpan RB Evaluasi Kabupaten Banjar, Pemkab akan Bangun Mall Publik
apahabar.com

Kalsel

Emosi, Petani Kandangan Tebas Dua Pemuda hingga Sekarat
apahabar.com

Kalsel

Timbangan Pedagang Pasar Marabahan Ditertibkan
Pembangunan Masjid Siratal Mustaqim di Kotabaru Mulai Digarap

Kalsel

Pembangunan Masjid Siratal Mustaqim di Kotabaru Mulai Digarap
apahabar.com

Kalsel

Rutan Kandangan Over Kapasitas, Dihuni Narkoba dan Koruptor
apahabar.com

Kalsel

GTPP Izinkan Jumatan Perdana, Siapkah Masjid di Kalsel Sambut Jemaah?
apahabar.com

Kalsel

Buron, Begal di Lingkar Dalam Tak Berkutik Saat Diringkus Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com