ga('send', 'pageview');
Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau Pindah ke RS Ulin, Intip Kondisi Terbaru Wali Kota Banjarbaru Mengintip Kesiapan Salat Id di Masjid Sabilal Banjarmasin




Home Ekbis

Kamis, 30 Juli 2020 - 11:44 WIB

AS Tahan Suku Bunga, Rupiah Loyo

Redaksi - apahabar.com

Rupiah diprediski bergerak dalam kisaran sempit seperti kemarin. Foto-ilustrasi Antara

Rupiah diprediski bergerak dalam kisaran sempit seperti kemarin. Foto-ilustrasi Antara

apahabar.com, JAKARTA – Manuver yang dilakukan Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) membuat rupiah melemah.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan pagi ini melemah setelah The Fed menahan suku bunga acuannya.

Pada pukul 09.44 WIB, rupiah melemah 42 poin atau 0,29 persen menjadi Rp14.585 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.543 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra bilang pagi ini tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS masih dalam tekanan turun di kisaran 0,58 persen.

Menurut Ariston, hal tersebut mengindikasikan kekhawatiran pasar dan minat terhadap aset aman dolar AS masih tinggi.

Baca juga :  Kekhawatiran Penularan Covid-19 Meningkat, Picu Rupiah Melemah

“Tapi di sisi lain sikap bank sentral AS yang masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar dan stimulus dalam jangka waktu yang lebih lama mendukung penguatan aset-aset berisiko,” ujar Ariston, dilansir Anttara.

Dua sentimen yang bertolak belakang tersebut, lanjut Ariston, berpotensi membuat rupiah bergerak dalam kisaran sempit seperti kemarin.

Pada Kamis dini hari tadi, pertemuan The Fed memutuskan suku bunga acuan tetap di level 0,25 persen.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.600 per dolar AS.

Pada Rabu (29/7), rupiah ditutup melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.543 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.535 per dolar AS.

Baca juga :  IHSG Melemah Jelang Rilis Data Inflasi Agustus

Gelagat The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil sudah terlihat dalam hasil rapat the Federal Open Market Committe (FOMC) yang dirilis Rabu (29/7), guna menentukan kebijakan moneter AS ke depan.

The Fed dilaporkan juga mempertahankan pembelian obligasi dan serangkaian program pinjaman serta likuiditas terkait respon pada virus corona.

“Kami berkomitmen untuk menggunakan ‘alat’ kami untuk mendukung ekonomi di lingkungan yang menantang ini,” kata Gubernur The Fed Jerome Paul, sebagaimana ditulis CNBC International, Kamis (30/7).

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Biji Plastik, Pertamina Resmikan OTS Kilang Polypropylene
apahabar.com

Ekbis

Produk Plastik Bakal Kena Cukai
apahabar.com

Ekbis

Sriwijaya Air Group Bantah Kabar Berhenti Beroperasi
apahabar.com

Ekbis

Pasar Murah Ditiadakan Sementara
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemik Corona, Hipmi Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat, Terdongkrak Kebijakan The Fed Turunkan Suku Bunga

Ekbis

Insentif Maskapai Segera Dibahas di Istana, Berapa Usulannya?
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Harap IA-CEPA Tingkatkan Investasi Australia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com