Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Asyik Nongkrong, Puluhan Remaja Tak Pakai Masker Disanksi Push Up

- Apahabar.com Minggu, 26 Juli 2020 - 11:00 WIB

Asyik Nongkrong, Puluhan Remaja Tak Pakai Masker Disanksi Push Up

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sanksi berupa push up kepada puluhan remaja tak pakai masker saat melintas di Jalan Diponegoro, Kota Surabaya, tadi malam. Foto-Antara

apahabar.com, SURABAYA – Ini peringatan bagi yang suka ngumpul, tapi mengacuhkan protokol kesehatan, yakni tak pakai masker.

Puluhan remaja di Surabaya terpaksa harus menerima sanksi langsung dari sang Wali Kota, Tri Rismaharini.

Pada Sabtu (26/5) malam, Risma kebetulan melintas di Jalan Diponegoro.

Kemudian ia melihat puluhan remaja nongkrong, dan ada pula yang asyik main game di warung kopi, tapi semuanya tak menggunakan masker.

Risma marah, langsung turun dari mobilnya. Kemudian menghampiri mereka.

“Saya turun dari mobil saat melintas di Jalan Diponegoro untuk mengingatkan anak-anak remaja yang tengah asyik nongkrong di atas pedestrian malam-malam,” kata Wali Kota Risma, Minggu (26/7).

Risma mengingatkan agar anak-anak muda tetap memakai masker di mana pun berada dan terus menjaga jarak.

Hal ini, kata dia, perlu diingatkan terus karena ribuan warga saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.

Tidak hanya itu, Risma juga mendapati puluhan remaja yang sedang asyik main game daring di salah satu warung kopi di Jalan Diponegoro.

Risma pun langsung turun dan mendatangi mereka dengan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) meminta mereka bubar.

Risma kemudian meminta para remaja tersebut untuk push up karena tidak memakai masker.

Setelah diberi hukuman push up lebih dari 10 kali, pemuda tersebut kemudian diberi masker dan diminta untuk pulang oleh Risma.

Sedangkan pemilik warung, kemudian dimintai identitasnya untuk didata.

Bahkan Risma juga mengancam jika ada remaja yang terkena Covid-19, maka akan dikarantina selama 14 hari. Selama masa karantina itu tidak boleh ketemu dengan siapa pun.

Sementara itu, razia gabungan terus digelar oleh Satpol PP Kota Surabaya bersama Polisi dan Garnisun.

Bahkan, jajaran di 31 kecamatan Surabaya juga melakukan razia secara serentak sejak 23–25 Juli 2020.

Mereka melakukan penertiban terkait jam malam yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 33 Tahun 2020.(Ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Patroli Malaysia Sempat Intervensi KP Hiu Saat Amankan Dua Kapal di Perairan Indonesia
Pandemi

Nasional

Daftar Bisnis yang Melejit Selama Pandemi; dari Layanan Streaming hingga Jasa Pengiriman
apahabar.com

Nasional

Ketua Forum Kadis Kominfo Bahas Kemitraan dengan JMSI
Update 8 April: 1.939 Orang MD akibat Corona di Amerika

Nasional

Update 8 April: 1.939 Orang MD akibat Corona di Amerika
Ini yang Dilakukan Pengguna Ojol di Tengah Covid-19

Nasional

Ini yang Dilakukan Pengguna Ojol di Tengah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Telkomsel Catat Kenaikan Trafik di Empat Daerah
apahabar.com

Nasional

Jika Kaltim Dipilih, Tiga Kawasan Diprediksi Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmi Larang Mudik ASN, TNI-Polri dan Pegawai BUMN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com