Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Awal Tahun Ajaran Baru di Batola, Siswa Hanya Dua Jam di Sekolah

- Apahabar.com Senin, 13 Juli 2020 - 17:08 WIB

Awal Tahun Ajaran Baru di Batola, Siswa Hanya Dua Jam di Sekolah

Terhitung sejak April 2020, sekolah di Batola tidak lagi menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun kegiatan belajar mengajar tatap muka ditunda, sejumlah SD dan SMP sederajat di Barito Kuala (Batola) tetap menurunkan siswa, Senin (13/7).

Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS sempat mengeluarkan surat edaran tentang pedoman pembelajaran dalam tatanan new normal.

Pedoman itu direncanakan diterapkan sejak hari pertama tahun ajaran baru 2020.

Lantas atas pertimbangan dan masukan berbagai pihak, penerapan pedoman tersebut ditunda sampai beberapa bulan mendatang.

Kendati demikian, pembelajaran tetap dilangsungkan menggunakan metode jarak jauh dan belajar dari rumah.

Pertimbangan utama penundaan adalah kondisi Batola yang masih zona merah dalam penyebaran Covid-19. Kemudian 13 Juli juga masih tahun ajaran baru.

“Banyak hal yang dipertimbangkan, termasuk saran dan masukan berbagai pihak,” papar Bupati Batola Hj Noormiliyani AS.

“Kami juga sedang berusaha membuat kecamatan menjadi zona hijau lebih banyak melalui Pembatasan Sosial Skala Desa Kelurahan (PS2DK),” sambungnya.

Kendati ditunda hingga waktu tak tertentu, beberapa SD dan SMP di Batola menurunkan siswa ke sekolah di hari pertama tahun ajaran baru.

Sejumlah sekolah mewajibkan siswa mengenakan seragam, sedangkan sebagian lain turun dengan pakaian bebas pantas.

Keberadaan mereka hanya selama kurang lebih dua jam. Siswa lama datang mengembalikan buku paket kelas lama, kemudian pulang ke rumah membawa buku paket kelas baru.

Sedangkan siswa baru didata ulang, sekaligus menyerahkan nomor telepon sebagai persiapan belajar jarak jauh.

Metode serupa juga diberlakukan untuk sekolah-sekolah di Kuripan. Salah satu kecamatan di ujung Batola ini baru sekitar lima tahun merasakan pelayanan jaringan seluler dari Telkomsel.

“Alhamdulillah jaringan seluler di Kuripan sudah cukup bagus, sehingga pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan menggunakan telepon seluler,” papar Noormaidah, salah seorang guru SMPN 2 Kuripan.

“Bahkan dalam dua tahun terakhir, kami dapat melakukan panggilan video dan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” tambahnya.

Namun pembelajaran jarak jauh di Kuripan bukan tanpa masalah. Faktanya belum semua siswa memiliki telepon seluler bersistem operasi Android.

“Solusinya siswa yang tidak memiliki ponsel Android, menumpang dengan teman atau langsung bertemu guru di sekolah,” beber Noormaidah.

“Kami juga berharap jaringan listrik normal. Biasanya kalau listrik mati seharian, apalagi sampai dua hari dua malam, sinyal jaringan kerap hilang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kecelakaan Trikora

Kalsel

BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Trikora Banjarbaru, Nyawa Pemuda Balangan Melayang

Kalsel

Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis!
apahabar.com

Kalsel

KNPI Dorong Dana CSR Untuk Perbaiki Rumah Pejuang Veteran Di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pelantikan DPRD Kalsel: Usai Orasi, Pedemo Salat Zuhur Berjemaah
apahabar,com

Kalsel

Ribuan Jemaah Haji dari Banjarmasin Belum Balik ke Tanah Air
apahabar.com

Kalsel

Terima Bantuan dari Hakka, Repnas Kalsel Distribusikan Paket Sembako di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Ancaman Virus Baru G4 di Kalsel, Disbunnak Beri Penjelasan
apahabar.com

Kalsel

Kementerian Lingkungan Hidup Gandeng ULM Hadapi Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com