Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

Awal Tahun Ajaran Baru di Batola, Siswa Hanya Dua Jam di Sekolah

- Apahabar.com     Senin, 13 Juli 2020 - 17:08 WITA

Awal Tahun Ajaran Baru di Batola, Siswa Hanya Dua Jam di Sekolah

Terhitung sejak April 2020, sekolah di Batola tidak lagi menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun kegiatan belajar mengajar tatap muka ditunda, sejumlah SD dan SMP sederajat di Barito Kuala (Batola) tetap menurunkan siswa, Senin (13/7).

Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS sempat mengeluarkan surat edaran tentang pedoman pembelajaran dalam tatanan new normal.

Pedoman itu direncanakan diterapkan sejak hari pertama tahun ajaran baru 2020.

Lantas atas pertimbangan dan masukan berbagai pihak, penerapan pedoman tersebut ditunda sampai beberapa bulan mendatang.

Kendati demikian, pembelajaran tetap dilangsungkan menggunakan metode jarak jauh dan belajar dari rumah.

Pertimbangan utama penundaan adalah kondisi Batola yang masih zona merah dalam penyebaran Covid-19. Kemudian 13 Juli juga masih tahun ajaran baru.

“Banyak hal yang dipertimbangkan, termasuk saran dan masukan berbagai pihak,” papar Bupati Batola Hj Noormiliyani AS.

“Kami juga sedang berusaha membuat kecamatan menjadi zona hijau lebih banyak melalui Pembatasan Sosial Skala Desa Kelurahan (PS2DK),” sambungnya.

Kendati ditunda hingga waktu tak tertentu, beberapa SD dan SMP di Batola menurunkan siswa ke sekolah di hari pertama tahun ajaran baru.

Sejumlah sekolah mewajibkan siswa mengenakan seragam, sedangkan sebagian lain turun dengan pakaian bebas pantas.

Keberadaan mereka hanya selama kurang lebih dua jam. Siswa lama datang mengembalikan buku paket kelas lama, kemudian pulang ke rumah membawa buku paket kelas baru.

Sedangkan siswa baru didata ulang, sekaligus menyerahkan nomor telepon sebagai persiapan belajar jarak jauh.

Metode serupa juga diberlakukan untuk sekolah-sekolah di Kuripan. Salah satu kecamatan di ujung Batola ini baru sekitar lima tahun merasakan pelayanan jaringan seluler dari Telkomsel.

“Alhamdulillah jaringan seluler di Kuripan sudah cukup bagus, sehingga pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan menggunakan telepon seluler,” papar Noormaidah, salah seorang guru SMPN 2 Kuripan.

“Bahkan dalam dua tahun terakhir, kami dapat melakukan panggilan video dan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” tambahnya.

Namun pembelajaran jarak jauh di Kuripan bukan tanpa masalah. Faktanya belum semua siswa memiliki telepon seluler bersistem operasi Android.

“Solusinya siswa yang tidak memiliki ponsel Android, menumpang dengan teman atau langsung bertemu guru di sekolah,” beber Noormaidah.

“Kami juga berharap jaringan listrik normal. Biasanya kalau listrik mati seharian, apalagi sampai dua hari dua malam, sinyal jaringan kerap hilang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Djailani Tambah Daftar Panjang Nasib Tragis Pejuang Medis di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Patroli Malam, Anggota Polsek Banjarbaru Barat Sampaikan Imbauan Kamtibmas
apahabar.com

Kalsel

SD Kurau Utara Terbakar, Siswa Terpaksa Berbagi Kelas
apahabar.com

Kalsel

Optimalkan Fungsi Terminal Gambut Barakat, BPTD XV Kalsel Buka Pintu Bagi Investor
apahabar.com

Kalsel

Di Menit Terakhir, Ketua AMPI Mantap Maju Musda Hipmi Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Catatan Manis Iptu Alam Sakti Swara Sebelum Purna Tugas
apahabar.com

Kalsel

Wisuda di Tengah Pandemi, ULM Banjarmasin Kalsel Klaim Kantongi Izin Satgas Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tiga Sekolah Berbasis Agama di HST Terpilih Ikut LSS Tingkat Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com