Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Bamsoet Minta Pemerintah Segera Eksekusi Stimulus untuk Pers

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 11:16 WIB

Bamsoet Minta Pemerintah Segera Eksekusi Stimulus untuk Pers

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima audiensi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) 2020-2025, di ruang kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Selasa (28/7). Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Langkah pemerintah yang akan memberikan stimulus kepada industri pers dalam menghadapi pandemi Covid-19 diminta untuk segera terealisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima audiensi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) 2020-2025, di ruang kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Selasa (28/7).

Stimulus tersebut harus segera dieksekusi sehingga industri pers tak mati lantaran pandemi Covid-19.

Dukungan pemerintah terhadap pers menunjukkan keseriusan untuk memfasilitasi penyediaan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Pers menjadi garda terdepan dalam memerangi hoaks Covid-19,” kata Bambang Soesatyo, dalam siaran pers JMSI yang diterima apahabar.com.

Dewasa ini, kata Bamsoet, yang pernah menggeluti dunia jurnalistik ini menilai tantangan terbesar media massa bukan lagi bersumber dari otoriter negara, melainkan para buzzer di media sosial yang memproduksi hoaks dan hate speech sesuai pesanan.

Namun demikian, ia menegaskan media tak boleh kalah. Media harus tetap membuktikan diri sebagai rujukan utama masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.

Ia pun mengurai riset dari lembaga Edelman Trust Barometer di 2019 terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media massa di 26 negara.

Dalam riset tersebut, media siber di Indonesia dinilai masih eksis. Di mana dari 26 negara, hanya 4 negara yang rakyatnya masih percaya terhadap media massa, yakni China (76 persen), Indonesia (70 persen), India (64 persen), dan Uni Emirat Arab (60 persen).

“Rakyat di negara-negara besar justru tak menaruh kepercayaan tinggi terhadap media massa. Misalnya Rusia (26 persen), Turki (27 persen), Jepang (35 persen), Inggirs (37 persen), maupun Amerika Serikat (48 persen),” jelas Bamsoet.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyoroti masih rendahnya indeks kebebasan pers Indonesia.

Sebagaimana dirilis Reporters Without Borders, organisasi internasional yang melakukan penelitian mengenai kebebasan pers dunia, dalam laporan 2019 World Press Freedom Index yang menempatkan Indonesia di posisi 124 dari 180 negara.

“Kondisi jurnalistik kita saat ini cenderung terus membaik. Pers bebas mengabarkan apa pun tanpa takut menghadapi tekanan kekuasaan. Informasi apapun bisa didapat dengan mudah, karena setiap orang bebas menyuarakan tentang apapun. Memang masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, yang menjadi tugas kita bersama,” jelas Bamsoet. (*)

Editor: Fariz Fadhillah

TEKS:

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Pilpres AS 2020, Jelang Lengser Trump Pecat Menhan AS! Tempatkan Loyalis Isi Jabatan Pentagon
apahabar.com

Tak Berkategori

Program Berobat Gratis SHM-MAR Disambut Antusias Warga Simpang Empat
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Haul Syarifah Badrun Dibanjiri Jamaah

Tak Berkategori

VIDEO: Mesum Siswi Hebohkan Banjarmasin, Disdik Ambil Langkah Konkret
apahabar.com

Tak Berkategori

Orang Sehat Pakai Masker, Perlindungan Palsu Saat Wabah Virus Corona

Gaya

Netizen Respon Miring iPhone 12, Kenapa?
apahabar.com

Tak Berkategori

Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim

Tak Berkategori

Ratusan APK Bertebaran, Bawaslu Banjarmasin Ancam Turun Tangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com