Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Baru 19 Persen, Jokowi: Serapan Stimulus Penanganan Covid-19 Belum Optimal

- Apahabar.com Senin, 27 Juli 2020 - 12:01 WIB

Baru 19 Persen, Jokowi: Serapan Stimulus Penanganan Covid-19 Belum Optimal

Presiden Jokowi untuk kesekian kalinya meminta percepatan realisasi anggaran penanganan virus corona kepada jajaran menteri dan kepala daerah. Foto-Biro Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penyerapan anggaran penanganan Covid-19 masih jauh dari target.

Berdasarkan data yang ia terima per 23 Juli 2020, penyerapan baru mencapai Rp136 triliun atau 19 persen dari total Rp695 triliun yang disediakan pemerintah.

“Penyerapan stimulus penanganan Covid-19 ini masih belum optimal dan kecepatannya masih kurang,” ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, mengenai Pengarahan Kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19.

Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 dan PEN untuk mengeluarkan langkah-langkah terobosan agar mampu bekerja lebih cepat.

“Sehingga masalah yang tadi saya sampaikan mengenai serapan anggaran belum optimal tadi, betul-betul bisa diselesaikan,” ujar Jokowi.

Dari Rp136 triliun anggaran penanganan Covid-19 dan PEN yang sudah terealisasi, Jokowi menjelaskan realisasi anggaran untuk program perlindungan sosial sebesar 38 persen, realisasi stimulus kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baru 25 persen.

Realisasi program pemulihan di UMKM itu termasuk penempatan dana di empat bank pemerintah untuk melonggarkan likuiditas.

Kemudian realisasi anggaran penanganan kesehatan baru tujuh persen, sedangkan realisasi anggaran untuk program sektoral dan pemerintah daerah baru 6,5 persen, dan kemudian realisasi insentif usaha baru 13 persen.

Presiden meminta seluruh hambatan dalam percepatan pencairan anggaran untuk segera diatasi.

“Kalau memang di regulasi, revisi regulasi itu agar segera ada percepatan. Lakukan shortcut, lakukan perbaikan, jangan sampai ada ego sektoral, ego daerah,” ujar dia.

Kepala Negara juga mengingatkan jajarannya untuk bekerja ekstra keras dan, memahami betul situasi krisis ekonomi dan kesehatan yang sedang melanda Tanah Air.

“Saya ingin di setiap Posko yang ada baik di BNPB di pusat, di daerah, di Komite kelihatan sangat sibuk ke sana, ke sini, ke sana, ke sini, gitu loh, aura krisisnya ada,” ujar Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tunjuk Jubir Penanganan Virus Korona
apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Banjir, KA Jarak Jauh dari DAOP 1 Molor
apahabar.com

Nasional

Masyarakat Bakung Udik Menggala Minta Dukungan Sekjen SMSI Lapor ke KSP-R
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beberkan Strategi agar Indonesia Keluar dari Jebakan Negara Kelas Menengah
apahabar.com

Nasional

Jenazah Ani Yudhoyono Disemayamkan di Aula Riptaloka KBRI
apahabar.com

Nasional

BPJS Kesehatan Terapkan Close Payment System
apahabar.com

Nasional

Dilantik Hari Ini, Catat Janji Jokowi-Ma’ruf  
apahabar.com

Nasional

Kemkominfo Blokir Layanan Data Internet di Papua dan Papua Barat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com