Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

Bawaslu Intip Peluang Sengketa di Pilkada Kalsel, Begini Penyelesaiannya

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 21:21 WIB

Bawaslu Intip Peluang Sengketa di Pilkada Kalsel, Begini Penyelesaiannya

Komisioner Bawaslu Kalsel Aries Mardiono sampaikan simulasi sengketa Pemilu kepada jajaran Bawaslu Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), potensi pelanggaran maupun sengketa yang ditimbulkan pasangan calon perorangan memungkinkan terjadi.

Dengan begitu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan melakukan simulasi permohonan penyelesaian sengketa di daerah yang menggelar Pilkada serentak 2020.

Sekarang giliran Bawaslu Banjarmasin secara internal diberikan pemahaman tentang penyelesaian sengketa, Selasa (28/7).

Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel, Aris Mardiono menyampaikan simulasi ini sesuai dengan tugas dan fungsi Bawaslu untuk menyelesaikan sengketa ketika masa Pilkada.

Di sini Bawaslu bersifat pasif karena hanya menunggu permohonan sengketa dari pasangan calon atau bakal pasangan calon yang merasa dirugikan terbitnya berita acara KPU.

Ketika begitu Bawaslu segera menyiapkan diri dalam hal fasilitas hingga petugas.

“Calon perseorangan misalnya karena KPU menyatakan dukungan tidak memenuhi syarat minimal. Terus merasa ada hal dicari keadilan, Bawaslu siap menyelesaikan sengketa,” ucapnya.

Ia menerangkan sengketa Pemilu ini sering timbul ketika memasuki tahapan percalonan.

Sebab dalam tahapan ini, KPU selalu mengeluarkan produk berupa berita acara maupun surat keputusan (SK).

Kedua produk ini memiliki sifat membatalkan hak konstitusional warga negara untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Sejalan dengan itu simulasi kali ini mengadopsi Pemilu 2017 bahwa sengketa Pemilu diselesaikan melalui mediasi.

Namun Undang Undang (UU) Nomor 10 penyelesaian sengketa bisa berdasarkan musyawarah. Di Bawaslu musyawarah terbagi menjadi dua, tertutup dan terbuka.

“Tertutup ini seperti mediasi kalau tidak sepakat langsung musyawarah secara terbuka yang produknya keputusan,” ucapnya.

Lebih jelas, melalui perlaksanaan simulasi ini supaya Bawaslu kabupaten/kota mempunyai gambaran untuk menyelesaikan sengketa pemilu menjadi sebuah tanda keputusan.

“Cukup kesepakatan itu dijadikan keputusan asalkan jangan melanggar semua kesepakatannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Banjarmasin Muhammad Yasar mengatakan simulasi penyelesaian sengketa Pilkada ini sangat penting bagi jajarannya.

Pasalnya, selama ini Bawaslu Banjarmasin belum pernah mendapatkan pengetahuan untuk merampungkan sengketa.

“Dengan ini kami siap apabila ada sengketa baik dari peserta Pemilu atau penyelenggara,” tutupnya.

Editor: Syarif

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rawan Kecelakaan, Bundaran Rumpiang Segera Pindah Tempat
apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarbaru-Banjar, Buka-Tutup Resmi Berlaku

Kalsel

Kebakaran di Sungai Andai, Pemilik Rugi Ratusan Juta
apahabar.com

Kalsel

BPBD Kalsel Imbau Masyarakat Waspadai Kemungkinan Banjir
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Kapolresta, KNPI Bicara Hukum dan Penyalahgunaan Narkoba di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jaga Keamanan dan Ketertiban, Polresta Banjarmasin Intensifkan Patroli Keliling
apahabar.com

Kalsel

Sempat Reaktif, Belasan Napi di Rantau Tapin Bebas Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Percepat Pembangunan, Kotabaru Mantap Tambah Kecamatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com