Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan

Belajar dari YouTube, Petani Melon di Batola Ini Menuai Sukses

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 15:30 WIB

Belajar dari YouTube, Petani Melon di Batola Ini Menuai Sukses

Kepala Desa Sidomakmur, Marsan, bangga dengan keberanian Eko Susilo yang mencoba menanam melon sekalipun tanpa pengalaman. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Belajar bisa dari berbagai sumber. Demikian pula jalan Eko Susilo yang berhasil membudidayakan melon di Barito Kuala.

Eko yang sehari-hari mengembangkan tanaman hortikultura di Desa Sidomakmur, Kecamatan Marabahan, sempat terjebak dalam rutinitas menanam semangka dan sayur-sayuran.

Lantas jalan pikiran pria 30 tahun ini terbuka untuk mencoba tanaman lain, setelah menyaksikan video budidaya melon.

“Saya mulai berniat menanam melon, setelah melihat video di YouTube. Oleh karena baru pertama kali menanam, saya membeli bibit jumbo yang diklaim tahan virus,” papar Eko, Kamis (30/7).

“Menanam pertama masih sedikit. Tetapi setelah tumbuh bagus, saya kemudian membeli bibit lagi dan mulai menanam lebih banyak,” sambungnya.

Banyak pelajaran yang dipetik Eko dari video YouTube tersebut. Mulai dari cara menanam, perawatan, hingga obat-obatan yang digunakan.

Kendati belajar tanpa tatap muka dan ketiadaan tempat konsultasi, pria yang mengaku hanya menamatkan Sekolah Dasar (SD) ini terbilang sukses membudidayakan melon.

“Dulu pernah ada warga yang menanam melon. Namun buah yang dipanen tidak sebagus milik Eko. Seiring keberhasilan ini, diharapkan warga lain bisa mengikuti,” sahut Marsan, Kepala Desa Sidomakmur.

“Tentu kami bangga memiliki petani muda seperti Eko yang berani mencoba dan membuktikan melon juga bisa ditanam di Sidomakmur,” imbuhnya.

Selain menjadi kebanggaan desa, Eko juga membuka peluang kepada warga lain untuk menambah pendapatan.

Sebelumnya Sidomakmur sudah mengandalkan sawit dan karet sebagai produk unggulan, selain memasok sayur-mayur di Pasar Marabahan dan sekitarnya.

Faktanya nilai ekonomis melon lebih tinggi dibanding semangka. Dari harga per kilogram saja, harga melon lebih tinggi dua hingga tiga kali lipat dibanding semangka.

“Kalau semangka seberat 1 kilogram seharga Rp3 ribu, melon bisa mencapai Rp8 hingga Rp9 ribu,” jelas Marsan.

“Petani juga dapat menekan risiko dalam pemasaran, mengingat ketahanan buah melon setelah dipetik, lebih baik ketimbang semangka,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Masih Berpeluang Menguat, Seiring Pembukaan Ekonomi Global
apahabar.com

Ekbis

Wow, Ini Pendapatan Youtube dari Iklan Sepanjang 2019
apahabar.com

Ekbis

Kemenpora Cetak 5 Ribu Pengusaha Muda, Hipmi Siap Berkolaborasi
apahabar.com

Ekbis

RAFI 2020: Trafik Melonjak, Telkomsel Pamasuka Siagakan 52.100 BTS
apahabar.com

Ekbis

IHSG BEI Pagi Ini Dibuka Melemah, Kenapa?
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Gandeng Komunitas Mobil Jajal Tol Sumatera Gunakan Pertamax
apahabar.com

Ekbis

Kalimantan Utara Topang 0,74 Ekspor Nasional, Lampaui Yogya dan Sulut
apahabar.com

Ekbis

RUPS 2020, XL Axiata Sepakat Bagi Deviden Serta Perubahan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com