Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Belajar Online Dikeluhkan, Dewan Panggil Disdik Banjarbaru

- Apahabar.com Kamis, 16 Juli 2020 - 12:08 WIB

Belajar Online Dikeluhkan, Dewan Panggil Disdik Banjarbaru

Pembelajaran sekolah dengan metode daring alias online dikeluhkan mayoritas orang tua siswa. Foto ilustrasi-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pembelajaran sistem daring atau online dikeluhkan orang tua siswa. Anggota DPRD Banjarbaru pun turun tangan.

Mereka meminta Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru segera menyiapkan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Ini masalah metode PJJ. Oleh karena itu kita sudah memanggil Disdik untuk menyiapkan program PJJ yang efektif-efisien,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, A Nur Irsan Finazli kepada apahabar.com, Kamis (16/7) siang.

Terkait permasalahan itu, kata Irsan, orang tua juga perlu memahami bahwa saat ini masih masa pandemi. Sebab, metode yang paling efektif agar tercapai tujuan masih dicari.

“Disdik sudah mengiyakan melalui tim kreatifnya terkait PJJ. Sehingga harapannya PJJ tahun ajaran baru ini lebih baik dari PJJ diawal pandemi (Maret-Juni),” jelasnya.

Permasalahan utama lain, terkait biaya kuota internet. Irsan menilai memang perlu solusi terbaik. Salah satunya dengan memanfaatkan bantuan operasional sekolah atau dikenal dengan dana BOS.

“Disdik harus segera mengkaji dana BOS agar bisa dipakai untuk kuota data,” ucapnya.

Menurutnya, bantuan kuota data dirasa perlu bagi guru dan siswa yang tidak mampu.

“Karena tidak hanya siswa yang tidak punya kuota data, tapi guru juga, dan guru perlu dipikirkan. Alokasikan sebagian dana BOS untuk kuota data ini bisa,” terangnya.

Selain itu, wakil rakyat ini berharap di tahun ajaran baru harus sudah menggunakan metode baru yang lebih murah. Dan mudah untuk semua siswa dan orang tua bisa menggunakannya.

“Ini sudah kita minta Kadisdik. Seperti apa metode itu, yakni berupa short-video berisi pembelajaran tematik yang ada di K13. Tentu life-skill juga harus tetap berlangsung sebagaimana selama ini di awal pandemi,” ucapnya.

Guru juga wajib memberikan panduan berupa short video mengenai materi dalam buku pelajaran yang ditebus dari sekolah. Sehingga orang tua yang perannya paling dominan dalam pembelajaran daring ini mampu paham dan dapat mengajarkan anaknya. Kemudian siswa juga mudah mengerti.

“Di sinilah tantangan Disdik di masa pandemi begini, dengan membuktikan bahwa Disdik mampu dan bisa, karena anggaran dan kapasitas keilmuan serta UU mengamanahkan kepadanya,” pungkas Irsan.

Untuk diketahui, beberapa orang tua siswa baik sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) mengeluhkan beberapa hal terkait pembelajaran sistem daring ini.

Seperti halnya orang tua yang kurang paham teknologi, siswa yang tidak memiliki smart phone, pembelajaran kurang efisien, dan kuota internet yang membengkak.

“Awalnya HP saya biasa saja, tapi karena anak perlu yang canggih buat sekolah, ya saya beli, tapi saya masih belum mengerti apalagi kalau disuruh masuk link link gitu, enggak paham saya,” ujar salah satu orang tua siswa SD, yang akrab dipanggil mama Syifa.

Selain itu, orang tua siswa lainnya, Rani mengatakan pembelajaran sistem daring selain belum efektif juga sangat menguras kuota. “Kalau pakai aplikasi Zoom, dari pagi sampai siang berjam jam tidak terputus, cepat sekali ngabisin kuota, paling 10 GB gak cukup buat sekolah 1 minggu,” bebernya.

Selain itu, katanya, kebanyakan saat ini dirinya yang berperan mengajarkan anaknya mengerjakan tugas tugas dari sekolah, sedangkan ia juga harus bekerja di luar rumah.

“Saya tidak membelikan HP untuk anak saya, dia pakai HP saya tapi kalau saya kerja dia enggak bisa sekolah, jadi saya mengalah, enggak kerja dulu karena tugas itu diberi batasan waktu, misalnya dikumpul jam 2 ya jam 2, lewat dari itu enggak diterima,” ungkapnya.

Karena hal itu, akhirnya dirinya terpaksa memilih meninggalkan pekerjaannya untuk mendampingi anaknya sekolah via online.

“Daripada nanti nilai rapot anak saya jelek,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun
apahabar.com

Kalsel

Patroli Antisipasi Kejahatan Jalan Ditingkatkan
apahabar.com

Kalsel

Terjatuh, Buruh Bangunan Duta Mall Tewas
Kotabaru

Kalsel

Hari Dharma Samudera, Lanal Kotabaru Kenang Pertempuran Laut Arafuru
apahabar.com

Kalsel

Yuk Merapat, Di Banjarbaru Akan Ada Festival Durian
apahabar.com

Kalsel

Kasus Dugaan Korupsi Lahan UPPKB Tabalong, Oknum ASN Ditahan
apahabar.com

Kalsel

Pelaku Perusak APK Diancam Denda Rp24 Juta
apahabar.com

Kalsel

Razia Petugas Rutan Kandangan tidak Temukan Narkotika, Tapi Banyak Sejumlah Barang Terlarang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com