ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Selasa, 7 Juli 2020 - 19:19 WIB

Belajar Saat Pandemi, Dengar Curhat Pengurus Ponpes di Kabupaten Banjar

Reporter: Hendra Lianor - apahabar.com

Ekspose Pembukaan Pondok Pesantren yang digelar Gugus Tugas dan Pemkab Banjar bersama para pimpinan/pengurus Ponpes se-Kabupaten Banjar, di Mahligai Sultan Adam Martapura, Selasa (7/7) siang. Foto-apahabar.com/hendra

Ekspose Pembukaan Pondok Pesantren yang digelar Gugus Tugas dan Pemkab Banjar bersama para pimpinan/pengurus Ponpes se-Kabupaten Banjar, di Mahligai Sultan Adam Martapura, Selasa (7/7) siang. Foto-apahabar.com/hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Banyaknya permintaan wali santri, para pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Banjar ingin cepat-cepat proses belajar mengajar di pesantren dapat diberlakukan secara normal, meski masih di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini diungkapkan beberapa pengurus Ponpes di Kabupaten Banjar saat Ekspose Pembukaan Pondok Pesantren yang digelar Gugus Tugas dan Pemkab Banjar, di Mahligai Sultan Adam Martapura, Selasa (7/7) siang.

Sekretaris Ponpes Darussalam Martapura, Ustaz Ahmad Jauhari mengatakan banyak para wali santri yang mengharapkan pesantren segera aktif kembali.

“Sebab dengan diliburkannya pesantren kata para orang tua santri, anak-anak tetap keluyuran ke mana-mana. Makanya kata mereka lebih baik diaktifkan kembali belajar mengajar,” ujarnya saat ekspose.

Ia menceritakan, pada 13 Juni lalu Ponpes Darussalam sempat dibuka satu hari, yang kemudian didatangi oleh tim Gugus Tugas Kabupaten Banjar.

Hal demikian kata Ustaz Jauhari, tentunya tidak ingin kembali terulang lagi. Oleh karena itu, sejumlah persiapan sudah dilakukan terkait protokol kesehatan untuk diajukan kepada Gugus Tugas.

“Kami sudah memastikan tanggal 13 ini untuk mengumumkan kapan aktif lagi proses belajar mengajar. Tentunya kami sudah membentuk tim satgas anti covid-19, dan syarat-syarat protokol sudah mulai disiapkan,” imbuhnya.

Baca juga :  Biar Jera, Begini Akibat Motor Pakai Knalpot Brong di Banjarmasin

Di sisi lain, pengurus Ponpes Takhasus Diniyah, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar Khairul Fahmi mengatakan, kegiatan belajar mengajar tatap muka tidak bisa diganti dengan metode virtual jarak jauh.

Sehingga hingga sampai saat ini pihaknya masih meliburkan Ponpes. Hal ini ia akui berdampak pada ekonomi di pesantren khususnya bagi para ustaz.

“Kami kalau tidak aktif, maka tidak jalan semuanya. Saya jujur saja merasa kecewa ketika ada oknum yang mengaku senang dengan adanya corona. Ini saya langsung mendengar di warung. Katanya biar sampai dua tahun corona ia malah senang, karena belajar mengajar libur tapi gaji tetap jalan,” paparnya.

Pada ekspose tersebut, dipaparkan apa saja syarat untuk dapat membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka, sesuai surat edaran bersama Kemendikbud, Kemenag, Kemenkes, dan Kemendagri RI yang dipaparkan Kepala Disdik Banjar dan Kepala Kantor Kemenag Banjar.

Jubir Gugus Tugas Kabupaten Banjar, dr Diauddin menjelaskan, protokol kesehatan paling mendasar yang wajib dipatuhi bagi Ponpes yakni, menggunakan masker, jaga jarak aman, dan sering mencuci tangan dengan sabun.

Baca juga :  Kronologi Lengkap Pengungkapan 200 Kg Sabu di Banjarmasin

“Jadi tinggal bagaimana caranya pengurus pesantren memastikan protokol tersebut diterapkan dengan disiplin dan kekat,” ujar Kadinkes kerap disapa Dokter Dia ini.

“Karena apa, hingga sampai saat ini penyebaran Covid-19 masih melalui droplet (percikan cairan). Makanya dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan pakai sabun, ini sebagai upaya agar virus corona tidak sampai masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung atau mata,” sambung Dia.

Ia menambahkan, ketika pihak Ponpes sudah menyiapkan diterapkannya protokol kesehatan di lingkungan pesantren, barulah berkoordinasi dengan meminta izin kepada tim Gugus Tugas.

“Nantinya tim akan mensurvei langsung ke lapangan. Jika dianggap sudah mampu menerapkan protokol, maka Gugus Tugas akan mengeluarkan direkomendasi atau izin,” pungkas Dokter Dia.

Pada kespose tadi, dihadiri lebih 40 dari pengurus Ponpes se-Kabupaten Banjar. Turut hadir, Sekda Banjar HM Hilman, tim Gugus Tugas, Dandim 1006/Martapura, Komisi IV DPRD Banjar, Kadikdis, Kepala Kemenag, dan tamu undangan lainnya.

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bocah Lima Tahun Nyaris Tewas Tenggelam di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, Cuncung: Rumah Sakit Rujukan di Kalsel Harus Ditambah
apahabar.com

Kalsel

Driver Ojol Idap Kanker Otak, Info Banjarmasin Peduli Ulurkan Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Temuan Mayat di Kolong Musala, Penyebab Kematian Masih Misterius
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Wildan Sari, 6 Rumah Ludes, Bermula dari Kediaman Kosong
apahabar.com

Kalsel

Heboh Bajakah, Simak Ulasan MUI Kalsel tentang Pengobatan Islami
apahabar.com

Kalsel

Ketika Tokoh Kalsel Jebolan KNPI Kembali Berkumpul
apahabar.com

Kalsel

Rumah Nenek Sebatang Kara Selesai Dibedah, Kapolres Tapin Serahkan Kunci
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com