Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN Senpi Anggota Polresta Banjarmasin Diperiksa, 2 Ditarik

Bio Farma Mulai Uji Klinis Vaksin Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 15:58 WIB

Bio Farma Mulai Uji Klinis Vaksin Covid-19

Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. Foto: Euronews

apahabar.com, JAKARTA – PT Bio Farma dikabarkan telah menerima dan memulai uji vaksin untuk diuji klinis tahap tiga dari Sinovac, China, pada 20 Juli lalu.

“Dengan Sinovac dari China, kita telah menerima vaksin untuk uji klinis yang telah dimulai dan diharapkan akhir 2020 ini kita telah dapat hasil uji klinis ini,” kata Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam Kajian Tengah Tahun Indef Seri 3, yang digelar secara daring, di Jakarta, Selasa (28/7).

Vaksin untuk uji klinis itu diterima oleh Tim Bio Farma Bandung dan akan segera dimulai dengan dipimpin langsung Prof. Dr. Kusnadi dari Universitas Padjajaran (Unpad). Target tercepat penyelesaian uji klinis yakni Desember 2020.

Kartika menjelaskan pemerintah melalui BUMN aktif melakukan kerja sama internasional untuk mencari akses penemuan vaksin Covid-19. Selain dengan Sinovac, Bio Farma juga bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

“Dan juga mengakses beberapa produsen vaksin lain untuk secara bersamaan melihat potensi penemuan vaksin dari berbagai belahan dunia,” pungkas Tiko, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19, dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan mulai Agustus 2020, sehingga ditargetkan akan selesai pada bulan Januari 2021.

Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal pertama 2021 mendatang. BUMN itu sudah mempersiapkan fasilitas produksinya dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hipmi Minta Presiden Pertegas Regulasi Penunjukan Langsung untuk Pengusaha Muda
apahabar.com

Nasional

Guncangan Gempa di Sulteng Terasa di Gorontalo dan Manado
apahabar.com

Nasional

Wajib Tahu, 5 Hal Sepele yang Bisa Menghindari Perceraian
apahabar.com

Nasional

Viral Siswi SMP Dikeroyok Belasan Siswi SMA di Pontianak
apahabar.com

Nasional

Nikah Dini di Makassar Umumnya karena Hamil Duluan
apahabar.com

Nasional

Pecahkan Rekor, Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Tembus 2.122 Orang
apahabar.com

Nasional

Mengenal Sejarah, Makna, Berikut Tradisi Cap Go Meh
apahabar.com

Nasional

Terungkap, Motif Gubernur Sugianto Lempar Botol Saat Kalteng Putra Keok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com