Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

Bioskop Buka Serentak Mulai 29 Juli, Pengelola Pastikan Taat Protokol

- Apahabar.com Rabu, 8 Juli 2020 - 18:43 WIB

Bioskop Buka Serentak Mulai 29 Juli, Pengelola Pastikan Taat Protokol

Ilustrasi bioskop. Foto-freepik.com/rawpixel.com via tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mengatakan bioskop di seluruh Indonesia akan kembali dibuka serentak mulai Rabu (29/7) mendatang.

Ketua GPBSI, Djonny Syafruddin mengatakan pengusaha mal perlu waktu hingga 3 minggu lamanya untuk mempersiapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam bioskop.

GPBSI ini mewakili para pengusaha bioskop yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex.

“Para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan bersepakat untuk dapat kembali melakukan kegiatan operasional bioskop terhitung mulai Rabu, 29 Juli 2020 secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Djonny melalui siaran pers yang dikutip dari detikcom, Rabu (8/7).

Salah satu yang dipersiapkan adalah materi komunikasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan normal baru di Bioskop. Selain itu, proses edukasi dan pelatihan internal kepada seluruh karyawan yang akan bertugas.

Upaya tersebut dilakukan agar tempat umum yang biasanya dipadati pengunjung saat akhir pekan ini tidak menjadi tempat penularan virus.

“Komunikasi kepada rumah-rumah produksi terkait kesiapan film serta materi promosi yang akan dilakukan setelah bioskop dapat kembali aktif beroperasi,” kata dia.

Rencana pembukaan bioskop menjadi angin segar bagi pihak pengelola pusat perbelanjaan atau mal. Sejak mal dibuka jumlah pengunjung masih sangat sedikit dengan tingkat pembelanjaan hanya 10-15 persen.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Stefanus Ridwan mengatakan, masih minimnya pengunjung yang berbelanja di mal menyebabkan hanya 80 persen gerai-gerai ritel yang kembali beroperasi. Sebagian besar gerai yang telah beroperasi yaitu milik pengusaha yang memiliki modal kuat.

Sementara sisanya enggan berspekulasi dan memilih menunggu hingga tingkat pengunjung di mal meningkat.

“Apalagi kan bioskop belum boleh buka, spa, gym dan hiburan anak belum dibuka, itu penyebabnya pengunjung belum banyak karena mereka juga mau hiburan,” kata dia beberapa waktu lalu.(Dtk/Kdc)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Peneliti India Buat Stetoskop Pintar Jarak Jauh
apahabar.com

Gaya

Kolaborasi Si Juki dan Maximall, Luncurkan Sandal Motif Mie Instan
apahabar.com

Gaya

Simpel, Muat 4 Orang Berkapasitas 266cc Seharga Motor!
apahabar.com

Gaya

Eijkman: Waspadai Flu Babi G4 Jadi Pandemi
apahabar.com

Gaya

Pakai Kardus, Pemuda Vietnam Motor Bebek Layaknya Moge
apahabar.com

Gaya

Instagram Akan Peringatkan Pengguna Soal Unggahan Menyinggung
apahabar.com

Gaya

Jangan Anggap Remeh, Bersepeda Juga Perlu Persiapan
apahabar.com

Gaya

5 Kedai Ngopi Asyik di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com