BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Bolehkah Membasuh Najis Besar dengan Sabun?

- Apahabar.com Senin, 27 Juli 2020 - 11:15 WIB

Bolehkah Membasuh Najis Besar dengan Sabun?

Ustadz Ma’ruf Khozin. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Najis besar biasanya dibasuh 7 kali dengan air dan salah satunya disertai dengan tanah. Lantas, adakah alternatif lain selain tanah dalam membasuhnya. Bolehkah dengan sabun?

Diterangkan Ustadz Ma’ruf Khozin, dalam madzhab Syafi’i ada istilah najis Mughalladzah, yakni najisnya anjing dan babi (berdasarkan Qiyas/ disamakan dengan anjing).

Mughalladzah ini berdasarkan hadis: Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika anjing minum dalam wadah kalian maka basuhlah 7 kali” (HR Bukhari)

Penjelasan lebih detil terdapat dalam hadis: Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Wadah kalian bisa suci jika diminum oleh anjing adalah dengan dibasuh 7 kali, (salah) satu basuhan (dicampur) dengan tanah” (HR Muslim).

“Apakah harus dengan tanah? Bagaimana dengan sabun maupun deterjen? Ada sebuah pendapat yang membolehkan,” ujarnya.

“Pendapat yang kuat adalah benar-benar menggunakan tanah, sebagai upaya menggunakan 2 alat bersuci (air dan tanah). Pendapat kedua boleh dengan selain tanah seperti kayu Asynan (di Arab) dan sabun.” (Al-Mahalli, Syarah Minhaj, 1/84)

Meskipun ini pendapat dlaif (lemah) dalam madzhab Syafi’i namun boleh diamalkan khususnya saat darurat. Misalnya, menjadi dokter spesialis hewan yang menangani anjing sakit atau yang pernah dialami oleh pekerja Muslim di tempat kerjanya bersentuhan dengan hewan tersebut setiap hari dan tidak mungkin alat-alat masaknya dibasuh dengan tanah, atau petugas keamanan yang ditugasi bekerja dengan anjing pelacak, dan sebagainya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Layanan Rekam Jejak Biometrik Dikeluhkan, Calon Jemaah Haji dan Umrah: Lamban
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibuka, Tapi Bukan untuk Jemaah Umrah
apahabar.com

Religi

6 Amalan Mujarab Penghapus Dosa
apahabar.com

Religi

Potong Rambut dan Kuku Bagi yang Berkurban Dilarang?
apahabar.com

Habar

Positif Covid-19, 13 Jemaah Indonesia Diupayakan Umrah Sebelum Pulang
apahabar.com

Religi

Kisah Imam di Hong Kong dan Misinya Mengenalkan Islam
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Minta Umat Islam Bersabar Menunggu Kepastian Haji
apahabar.com

Habar

Fatwa MUI tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim Terinfeksi Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com