ga('send', 'pageview');
Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau Pindah ke RS Ulin, Intip Kondisi Terbaru Wali Kota Banjarbaru




Home Ekbis

Kamis, 30 Juli 2020 - 16:36 WIB

BPH Migas Berkolaborasi dengan Pemda Bangun Pipa Trans Kalimantan

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi jaringan pipa PGN. Foto: Dok. PGN

Ilustrasi jaringan pipa PGN. Foto: Dok. PGN

apahabar.com, PONTIANAK – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) akan memaksimalkan kolaborasi bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya mendorong terlaksananya pembangunan pipa gas bumi Trans Kalimantan.

“Komitmen BPH Migas dalam mendorong pembangunan jaringan pipa Trans Kalimantan sesuai hasil FGD yang dilaksanakan BPH Migas pada 2019. Perlu dukungan nyata dari pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membangun pipa Trans Kalimantan,” kata Kepala BPH Migas, M Fransrullah Asa saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Kalbar di Pontianak, Kamis (30/7).

Dia menjelaskan pipa gas bumi Trans Kalimantan yang akan dibangun sepanjang 2.219 kilometer tersebut akan melewati wilayah Kaltim-Kalsel-Kalteng-Kalbar dan sudah masuk dalam Daftar Proyek Prioritas Strategis (Major Project) nomor 37 sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020–2024, dengan pelaksana antara lain Kementerian ESDM dan Badan Usaha (BUMN/Swasta).

“Ini juga diperkuat dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2700 tahun 2012 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), pipa gas bumi Trans Kalimantan masuk ke dalam Matriks Rencana Jaringan Pipa Gas Bumi Nasional Pulau Kalimantan kategori Open Access wilayah Kaltim, Kalsel, dan Kalbar,” tuturnya.

Baca juga :  IHSG Melemah Jelang Rilis Data Inflasi Agustus

Secara paralel, kata Fransrullah, saat ini Badan Pengatur tengah mendorong PT Bakrie & Brother sebagai pemenang lelang tahun 2006 untuk membangun ruas transmisi Kalimantan – Jawa (Kalija) untuk merealisasikan pembangunan ruas transmisi gas bumi Balikpapan – Banjarmasin (Kaltim – Kalsel) sebagai bagian dari ruas Kalija dengan panjang 522 kilometer.

Kemudian, lanjutnya, sesuai tupoksi BPH Migas yang akan melakukan lelang Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) diperlukan kesiapan dari sisi demand gas bumi.

Sejalan dengan proses pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, selain PT PLN yang akan menambah pembangkit peaker di Jungkat dengan kapasitas 100 MW dan industri kelapa sawit existing, telah ada beberapa industri besar yang akan mengembangkan
usahanya di Mempawah seperti PT. Inalum, PT. Wilmar, Smelter PT. Antam dan Pupuk Indonesia, yang akan menambah potensi demand gas bumi. Dari sisi suplai telah ada potensi gas dari LNG Tangguh, Bontang, Natuna dan blok Bengkanai .

“Dengan mempertimbangkan belum tersedia jaringan pipa gas bumi dan demand belum terlalu besar (+/- 30 BBTUD), untuk jangka pendek dan secara bertahap direncanakan membangun FSRU skala kecil atau Receiving Terminal LNG berbasis ISO Tank di sekitar Pelabuhan Kijing yg akan menjadi KEK di Mempawah atau di kawasan PLTG 100 MW PLN di Jungkat, Mempawah, Kalbar sebagai fasilitas pendukung penyediaan dan pendistribusian LNG,” katanya.

Baca juga :  Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

PLTG 100 MW tersebut belum difungsikan sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 2017, karena belum siapnya fasilitas gasifikasi dan untuk memenuhi suplai listrik, PT PLN (Persero) membeli listrik dari Serawak, Malaysia, sebesar 170 megawatt dengan harga sebesar Rp1.050/kwh.

Dengan terciptanya potensi demand gas bumi di Kalbar khususnya di Mempawah ini diharapkan badan usaha dapat menjadi dasar pertimbangan untuk berperan serta dalam pembangunan pipa trans Kalimantan dengan sistem investasi badan usaha.

“Demi kepentingan nasional dan untuk membangun harga diri bangsa Indonesia, selagi harga gas memang kompetitif, diharapkan penggunaan gas diutamakan untuk dalam negeri terutama untuk pembangkit listrik, pelabuhan, industri, dan lain-lain, sehingga menciptakan demand yang signifikan untuk penggunaan gas yang akan dialirkan melalui pipa Trans Kalimantan,” tuturnya.

Fransrullah menambahkan pembangunan pipa gas Trans Kalimantan selain mendukung kebutuhan clean energy juga sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, salah satu indikatornya adalah terwujudnya keadilan energi dan keadilan wilayah terutama Kalimantan yang telah memberikan kontribusi besar pada sektor energi untuk NKRI.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kemenhub Hapus Aturan Pembatasan Penumpang 50 Persen
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Diperkirakan Masih Melemah
apahabar.com

Ekbis

Penyebab Gagal Target Pajak 2019
apahabar.com

Ekbis

Hari Pertama Lebaran, Bandara Syamsudin Noor Capai 5.093 Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Susur Sungai BI Kalsel, Masih Ada Masyarakat yang Keliru dengan Terbitan Uang Baru
apahabar.com

Ekbis

AS-China Tegang, Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Dampak Banjir Jakarta, Soetta Siap Layani 21 Rute Pengalihan Bandara Halim
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Raih Penghargaan Marketing Terbaik 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com