Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel

Buaya Liar Kerap Sasar Warga Kotabaru, BKSDA Beber Alasannya

- Apahabar.com Sabtu, 25 Juli 2020 - 21:27 WIB

Buaya Liar Kerap Sasar Warga Kotabaru, BKSDA Beber Alasannya

Sejak 1998, warga Desa Manunggul Lama, Kotabaru sudah akrab dengan teror buaya liar. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Keberadan buaya liar terus menghantui warga Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Terbaru, Rabu (22/7) kemarin seekor predator menyerang seorang pemuda 18 tahun yang tengah asyik mandi di tepi sungai Manunggul Lama.

Menanggapi hal itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel mengungkap beberapa poin penyebabnya.

Di antaranya, selain buaya merasa lapar, juga karena habitatnya terganggu.

Jarot Jaka M, Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Hayati serta Konflik Satwa Liar BKSDA Kalsel mengatakan buaya dan satwa liar lainnya memiliki wilayah teritorial, yang digunakan sebagai tempat tinggal.

“Jadi, kalau ada satwa atau makhluk lainnya, misal manusia memasuki wilayahnya itu, buaya akan merasa terganggu, dan mempertahankan diri,” ujar Jarot, dihubungi apahabar.com, Sabtu (25/7) siang.

Sebagai solusinya, Jarot juga menekankan agar warga Kotabaru yang tinggal di bantaran sungai harus senantiasa waspada, dan berhati-hati.

“Jangan beraktivitas di sekitar sungai. Seperti mandi, berenang dan lain-lain. Sebab, hal itu dapat memperbesar resiko serangan buaya liar,” tegas Jarot.

Selain itu, Jarot memastikan, jenis buaya yang ada di Sungai Kotabaru merupakan buaya muara, atau Crocodylus Porocus.

“Di sana itu, jenisnya buaya muara juga,” pungkas Jarot.

Sejak 1998, warga Desa Manunggul Lama, Kotabaru sudah akrab dengan teror buaya liar.

Predator itu berkali-kali menyerang warga bantaran sungai yang beraktivitas. Bahkan, satu orang ditelan hidup-hidup.

Belakangan, insiden ini turut mengundang perhatian jajaran kepolisian.

Polsek Sungai Durian langsung mengambil langkah cepat agar warganya aman dari terkaman buaya liar.

“Sosialisasi agar warga ekstra waspada kembali akan kami galakan di sana,” ujar AKP Nur Alam, Kapolsek Sungai Durian, kepada apahabar.com, Sabtu (25/7) pagi.

Selain itu, Alam bilang, pemasangan papan peringatan, atau imbauan juga segera dilakukan. Utamanya, di sejumlah titik bantaran sungai yang dinilai rawan.

“Dalam waktu dekat, papan peringatan agar warga mewaspadai serangan buaya liar akan kami pasang di sana,” tutur Alam.

Berdasarkan penelusuran apahabar.com, sejak 1998 silam, buaya liar sudah berkali-kali menyerang warga.

Dari insiden itu, dua orang terluka parah. Satu lainnya bahkan ditelan hidup-hidup oleh predator sang penguasa sungai itu.

“Jadi, sejak 1998 sampai sekarang, sudah ada tiga korban. Dua orang terluka parah. Satu orang lagi ditelan buaya,” ujar Samsi aparat desa setempat, kepada apahabar.com baru tadi.

Samsi menerangkan korban pertama yang ditelan hidup-hidup bernama Agus. Itu terjadi sekitar pertengahan 1998.

Dua tahun kemudian, dua warga yang sedang mandi di sungai juga diserang oleh hewan berdarah dingin itu.

Akibat serangan buaya, satu orang mengalami patah lengan kiri. Beruntung dia akhirnya bisa selamat setelah ditolong warga.

Nah, yang terakhir, baru saja terjadi. Korban bernama Muhammad Mirjani.

Pemuda 18 tahun ini terluka parah di bagian paha usai diserang seekor buaya saat mandi di tepi sungai, Rabu (22/7).

“Untungnya, saat disambar dia berpegangan di tali kelotok, dan melawan sekuat tenaganya,” terang Samsi.

Dari pengalamannya, kebanyakan buaya tersebut tiba-tiba muncul dari dasar sungai sebelum menyerang para korban.

Sejauh ini belum diketahui pasti berapa jumlah populasi buaya itu di sungai itu.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Driver Kalsel Resah, Bomber Medan Gunakan Atribut Ojol
apahabar.com

Kalsel

Efa Hotel Sediakan Paket Murah Menu Berbuka
apahabar.com

Kalsel

Pin Anggota Dewan Baru Senilai Rp 300 Ribu
apahabar.com

Kalsel

Waspada Hujan Lokal Hari Ini

Kalsel

Diperiksa Berjam-jam, Gusti Makmur Resmi Ditahan
apahabar.com

Kalsel

Reklame Cabutan Kembali Tayang, Wali Kota-Kasat Pol PP Beda Persepsi
apahabar.com

Kalsel

Bantu Tenaga Medis, Kompas Tapin Sumbangkan Masker dan APD
apahabar.com

Kalsel

DPRD Banjarmasin Setujui Rp51 Miliar untuk Penanganan Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com