Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km

Buntut Surat Djoko Tjandra, Bareskrim Tetapkan Brigjen Prasetyo Jadi Tersangka

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 13:14 WIB

Buntut Surat Djoko Tjandra, Bareskrim Tetapkan Brigjen Prasetyo Jadi Tersangka

Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Bareskrim Brigjen Prasetyo Utomo. Foto-dpp-iphi.com

apahabar.com, JAKARTA – Bareskrim Polri resmi menetapkan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim, Brigjen Pol Prasetyo Utomo sebagai tersangka kasus pemalsuan surat untuk buronan Djoko Tjandra.

Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penetapan tersangka kepada Brigjen Prasetyo berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik yang tergabung dalam tim khusus pengungkapan kasus keluar masuknya buron Djoko Tjandra.

“Dari hasil gelar tersebut, maka hari ini kami menetapkan status tersangka untuk BJ PU (Brigjen Prasetyo Utomo),” kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta dilansir dari Okezone.com, Senin (27/7).

Menurut dia, penetapan tersangka kepada Brigjen Prasetyo setelah tim penyidik mengumpulkan beberapa keterangan saksi dan alat bukti.

Sebelumnya, penyidik sudah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra dilakukan Brigjen Pol Prasetyo Utomo.

SPDP bernomor B/106.4a/VII/2020/Ditipidum itu ditujukan kepada Jaksa Agung, dan ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo tertanggal 20 Juli 2020.

“Menindaklanjuti hal tersebut pada tanggal 20 Juli 2020 Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menandatangani surat pemberitahuaan dimulainya penyidikan dengan nomor B/1064A/VII/2020 Ditpidum terhadap BJP PU terkait dugaan tindak pidana,” kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7) lalu.

Adapun SPDP tersebut menerangkan bahwa Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah memulai penyidikan pemalsuan surat dan seorang pejabat dengan sengaja membiarkan orang merampas kemerdekaannya melarikan diri atau melepaskannya atau memberikan pertolongan pada waktu melarikan atau melepaskan diri, dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau yang dituntut karena kejahatan dan/atau memberikan pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan atau penahanan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian.

“Hal tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP 421 KUHP dan/atau 221 KUHP yang diduga dilakukan oleh terlapor BJP PU pada tanggal 1 Juni hingga 19 Juni 2020 di Jakarta dan Pontianak,” tambah Ramadhan.(Okz)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Maling Helm Terpantau CCTV Pemko Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Tak Sempat Jual 2 Motor Curian, Komplotan Curanmor Asal HSU Keburu Digulung
apahabar.com

Hukum

Ops Jaran Intan, Polres Kotabaru Ringkus 9 pelaku Curanmor
apahabar.com

Hukum

Heboh Pencabulan Pelajar di Tapin: Disdik Prihatin, P2TP2A Siap Dampingi
apahabar.com

Hukum

Heboh Bocah Cabul di Tapin Perkosa Wanita Tunagrahita, Ini Bahaya Jika Kecanduan Film Porno Menurut Psikiater
apahabar.com

Hukum

Bawa Sabu ke Tabalong, Pemuda Asal Banjarmasin dan Barut Ditangkap Polisi
apahabar.com

Hukum

Polres Tala Amankan Ribuan Kayu Ilegal di Desa Pasir Putih
apahabar.com

Hukum

Klimaks Pencarian Pemutilasi Mayat dalam Koper
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com