Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Bupati Kutim Kena OTT, Bukti KPK Era Firli Bahuri Masih Bertaji?

- Apahabar.com Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:26 WIB

Bupati Kutim Kena OTT, Bukti KPK Era Firli Bahuri Masih Bertaji?

Ilustrasi OTT KPK. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar Kamis, 2 Juli 2020 malam merupakan tangkap tangan keempat sejak Firli Bahuri menjabat sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 20 Desember 2019.

Indonesia Corruption Watch (ICW) pun mengapresiasi tim penyidik KPK yang berhasil melakukan tangkap tangan terhadap Ismunandar.

Namun, menurut Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kelanjutan dari tangkap tangan kali ini. Sebab, kata dia, dua tangkap tangan KPK sebelumnya justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Pertama, tangkap tangan yang melibatkan Wahyu Setiawan dan Harun Masiku. Sebagaimana diketahui bersama, hingga saat ini KPK terlihat enggan untuk menangkap Harun Masiku. Padahal sudah jelas-jelas yang bersangkutan berada di Indonesia,” ujar Kurnia.

Kedua, tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diduga melibatkan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam tangkap tangan kala itu, ujar Kurnia, KPK justru secara serampangan melimpahkan perkara ke Kepolisian. Padahal ICW memandang perkara tersebut sebenarnya dapat ditindaklanjuti oleh KPK.

“Sehingga menjadi wajar jika publik meragukan keseriusan Pimpinan KPK dalam menangani perkara yang melibatkan kepala daerah ini,” ujar Kurnia.
Di luar dari itu, kata Kurnia, KPK juga harus menginformasikan kepada publik terkait problematika yang terjadi pada tangkap tangan sebelumnya.

“Misalnya, kenapa sampai saat ini tidak ada perkembangan informasi soal pencarian Harun Masiku? Kenapa pencarian yang bersangkutan terkesan ditutup-tutupi oleh KPK? Apa karena Harun Masiku berasal dari partai penguasa sehingga membuat Pimpinan KPK takut menangkap yang bersangkutan?” kata dia.

Publik, kata dia, juga masih menunggu langkah konkret dari Dewan Pengawas terkait dugaan pelanggaran kode etik Komjen Firli Bahuri sebagai Ketua KPK karena menunjukkan gaya hidup hedonisme dengan mengendarai helikopter mewah beberapa waktu lalu.

“Selain itu, tim penindakan KPK juga mesti didorong untuk berani menyelidiki potensi pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Komjen Firli Bahuri atas dugaan penerimaan gratifikasi pada saat mengendarai helikopter mewah,” tandas Kurnia.

Sementara Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hajar menilai operasi tangkap tangan terhadap Bupati Kutim merupakan penangkapan berskala kecil. Hal ini tidak akan mengubah keraguan masyarakat terhadap kepemimpinan Firli Cs.

“Dipilihnya yang lemah-lemah kayak gini, OTT yang sebenarnya tidak mempengaruhi peta korupsi nasional, terlalu kecil, belum ada prestasinya Firli ini,” kata Fikar.

Kasus inipun tidak akan menutupi isu dugaan pelanggaran kode etik terhadap Firli Bahuri. Dugaan pelanggaran kode etik yang dimaksud adalah soal laporan bahwa Firli menumpangi helikopter mewah milik swasta.

“Bahwa OTT kan itu kerja KPK, itu kewenangan KPK jadi harus dipisah,” ujar dia.

Fikar pun meminta agar Firli tetap diperiksa atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilaporkan oleh Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) terkait gaya hidup mewah itu.

“Pimpinan itu tetap harus diperiksa sampai kapanpun, yang dia pakai heli, yang pola hidupnya mewah. Harus dijatuhi hukuman,” ujar dia.
Bukan Pamer Taji

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan, operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Bupati Kutai Timur Ismunandar bukan untuk menunjukkan bahwa lembaganya masih memiliki taji. Namun, kata dia, menangkap koruptor merupakan tugas pokok KPK.

“KPK bekerja sesuai dengan tugas pokok KPK untuk pemberantasan korupsi. Siapapun pelaku korupsi pasti kami tangkap,” kata Firli.

Firli pun mengaku memahami keraguan masyarakat di awal dirinya memimpin KPK. Hal itu, kata dia, karena masyarakat ingin agar Indonesia bebas korupsi. “Kami sangat memahami, dan kita kerja keras dan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat,” kata dia.

Firli pun berjanji akan terus meningkatkan citra KPK. “Kami berkewajiban melaksanakan 6 tugas pokok KPK dan kami terus bekerja maksimal,” Firli menandaskan.

Firli pun enggan menanggapi soal tudingan bahwa OTT KPK ini sebagai unjuk gigi setelah isu dugaan pelanggaran kode etik pimpinan KPK berhembus.

“Kita kerja kerja kerja saja. Masa waktu kita habis karena merespon kritikan dan aduan,” ujar Firli. (lip6)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Sepakat Saran SBY, Kampanye Harus Tonjolkan Kebinekaan
apahabar.com

Nasional

Yuliandre, Komisioner KPI Pusat Masuk Bursa Menteri Milenial
apahabar.com

Nasional

Jadi Tersangka Korupsi, Politikus Partai Nasdem Andi Irfan Dititipkan di Rutan KPK
apahabar.com

Nasional

SBY Sudah Sampaikan Ucapan Selamat dan Dukungan pada Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Nasional

Kecam Kekerasan Anak di Banjarbaru yang Viral di Medsos, Dewan: Stop Bullying
apahabar.com

Nasional

Pasar Ramai Lagi, Jokowi Minta Protokol Kesehatan Diterapkan
apahabar.com

Nasional

HUT Ke-75, Kapolri Beri Kejutan Panglima TNI
apahabar.com

Nasional

Empat Anak Tewas Tertimbun Tanah Galian, Tujuh Pekerja Ditahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com