ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Ekbis

Kamis, 9 Juli 2020 - 05:00 WIB

Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

Uploader - apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Shutterstock

Ilustrasi. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Covid-19 membuat banyak sektor perekonomian berantakan. Tak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerja, termasuk

UMKM yang lesu pembeli.

Dalam situasi sulit saat ini, kebutuhan pinjaman uang semakin meningkat. Ada masyarakat yang menarik utang di fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) ada juga yang memanfaatkan kepemilikan kartu kredit.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menilai sah-sah saja memanfaatkan kartu kredit dan pinjol saat kondisi sedang darurat. Namun dia menekankan kedua hal itu menjadi alternatif terakhir setelah menjual atau menggadaikan barang yang dimiliki.

Jika dibandingkan lebih baik mana pinjol atau kartu kredit?

Andy menjelaskan, jika dilihat dari institusinya tentu kartu kredit lebih unggul dari pinjol. Perusahaan yang mengeluarkan kartu kredit adalah bank-bank yang memiliki legalitas yang jelas.

“Kalau pinjol kan di Juni kemarin saja sudah ada 105 pinjol yang ditindak Satgas Waspada Investasi. Artinya dengan mudah orang bikin pinjol-pinjol baru. Kadang orang malas juga ngecek daftar yang legal di OJK,” ujarnya.

Baca juga :  Di Tengah Pandemi, Telkom Cetak Laba Rp10,99 Triliun

Tapi bukan berarti semua entitas pinjol tidak jelas. Banyak perusahaan pinjol yang legal dan terdaftar di OJK. Bahkan para perbankan besar juga kini mulai masuk ke ranah pinjol dengan mendirikan entitas baru.

“Tapi kartu kredit sudah jelas bank yang menerbitkan siapa, dan paling tidak perusahaan yang sah,” tambahnya.
Lalu jika dilihat dari sisi proses, pinjol lebih unggul. Dengan proses serba digital, pengajuan pinjaman di aplikasi pinjol jauh lebih mudah dan cepat. Sementara untuk kartu kredit butuh proses yang panjang, mulai dari verifikasi data hingga BI checking.

Lagi pula fungsi utama kartu kredit adalah alat ganti pembayaran. Meskipun saat ini juga ada fasilitas tarik tunai di mesin ATM. Atau bisa juga menggunakan jasa gesek tunai alias gestun, namun cara ini terlarang.

Nah yang menentukan dari sisi bunga. Untuk perbandingan ini pinjol kalah telak. Bunga yang diterapkan pinjol jauh lebih tinggi dari kartu kredit. Maklum, proses pengajuannya sangat mudah.

Baca juga :  Harga Emas Bisa Tembus Rp2 Juta? Simak Prediksinya

“Kenapa bunganya lebih tinggi ya karena pengajuannya lebih gampang. Jadi orang yang tidak punya kartu kredit ya larinya ke pinjol,” tuturnya.

Menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) yang menaungi pinjol legal dan berizin, batas bunga yang disepakati adalah 0,8% per hari atau 24%. Meskipun pada kenyataannya ada juga pinjol yang menerapkan bunga lebih tinggi ataupun lebih rendah dari kesepakatan itu.

Lain hal jika pinjol ilegal. Mereka dengan bebas menetapkan bunga pinjaman. Bahkan ada yang menerapkan di atas 30% per bulan atau lebih dari 1% per hari.

OJK sendiri membatasi akumulasi denda maksimal untuk pinjol yakni 100%. Tapi tetap saja, itu artinya nasabah pinjol maksimal bisa membayar 2 kali lipat dari uang yang dipinjam.

Sementara kartu kredit, Bank Indonesia (BI) belum lama ini menurunkan bunga kartu kredit menjadi 2% dari sebelumnya 2,25%. Selain bunga, BI juga menurunkan besaran minimum pembayaran menjadi 5% dari sebelumnya 10%. (dtk)

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

Sepanjang 2019, OJK Tarik Rp5,9 T dari Industri Jasa Keuangan

Ekbis

Sepanjang 2019, OJK Tarik Rp5,9 T dari Industri Jasa Keuangan
Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200

Ekbis

Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200
apahabar.com

Ekbis

Cek Tagihan Listrik PLN Bisa via Online, Berikut Caranya
apahabar.com

Ekbis

Dolar Babak Belur, Rupiah Akhir Pekan Melesat
apahabar.com

Ekbis

Perkuat Ekspor, Kaltara Sertifikasi Komoditas Pertanian
apahabar.com

Ekbis

Pulihkan Ekonomi di New Normal, Repnas Kalsel: Mari Beli Produk Lokal
apahabar.com

Ekbis

Kelapa Sawit Indonesia Dilirik Peru, Gapki Kalsel: Pasar Potensial
apahabar.com

Ekbis

Harga dan Spesifikasi Pocophone F1
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com