UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Cara Asyik Gus Baha Menyifati Tuhan

- Apahabar.com Sabtu, 18 Juli 2020 - 06:00 WIB

Cara Asyik Gus Baha Menyifati Tuhan

KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Manusia tak ada yang luput dari dosa, namun jangan lupa Tuhan kita adalah Allah subhanahu wa ta’ala adalah Sang Maha Pengampun dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk itu, masih berpotensi besar mendapat ampunan.

Diterangkan KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan kekasih Allah masih beristigfar dan mengakui bahwa Allahlah Sang Pemberi nikmat dan hidayah.

Gus Baha menjelaskan bahwa kita harus yakin bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah habibullah, kekasih Allah. Bahkan hingga mengucap kalimat istighfar saja, Nabi masih mengajari, “Saya kembali kepada Engkau ya mendapat nikmat dari Engkau.”

Oleh kaena itulah dalam beristighfar seyogianya tidak semuanya dihabiskan untuk mengingat dosa. Hal ini seperti yang pernah disampaikan oleh Abul Qosim al-Qusairy, “Jika orang istigfar itu hanya ingat dosa-dosanya, maka orang itu sombong!”

Kenapa sombong? Sebab, dia hanya mengingat bahwa dosa-dosa yang ia lakukan adalah karena dirinya dan menangis takut tidak mendapat ampunan dari Allah. Sehingga benar, bahwa orang yang beristighfar, memohon ampunan Allah, dengan hanya mengingat dosa-dosanya saja berarti dia telah lupa akan adanya kasih sayang yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Lalu, apa yang harus kita ingat? Ingatlah luasnya rahmat dan kasih sayang Allah, jangan yang diingat hanya dosa-dosa saja. Sebab, jika hanya mengingat dosa saja maka seakan-akan istighfar dan menangis itu hanya akan mengingatkan pada dosa-dosa itu saja. Konsekuensinya, setelah hanya ingat dosa saja, kemudian kita tidak nyaman hidup sama Allah.

Oleh karena itulah Gus Baha berpesan, mestinya kita ingat dan berdoa, “Ya Allah, saya pernah dosa tapi Engkau tetap masih mengesahkan hubunganku dengan-Mu… Saya pernah dosa kok masih Engkau sahkan saya meminta ampunan kepada Engkau ya Allah…

“Betapa besarnya hidayah Engkau… Engkau mengetahui bahwa saya pernah dosa tapi Engkau tetap tarik, Engkau angkat aku kembali kepada-Mu sehingga aku mau beristigfar.”

Dengan cara itulah, kita dapat asyik menyifati Allah. Allah itu Maha Pengampun, Allah itu Maha Pengasih. Jadi, jangan malah terus larut hanya pada ingatan dosa saja. Habis itu mukul-mukul kepala. “Lama-lama istigfarnya bukan astaghfirullah, tapi nasib… nasib…,” pungkas Gus Baha.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Syekh Jaber Ajak Santri Darul Hijrah Cintai Al-Quran
apahabar.com

Religi

Dikenal Lembut, Ternyata Abu Bakar Shiddiq Juga Pernah Marah
apahabar.com

Habar

Kisah Kedermawanan Sayidina Hasan RA
apahabar.com

Religi

Arab Saudi Wajib-kan Rekam Jejak Biometrik, Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Pasrah
apahabar.com

Habar

Salat Subuh Pertama Pasca Ditutupnya Masjid Nabawi, Terapkan Physical Distancing
apahabar.com

Habar

Peneliti Lapan Perkirakan 1 Syawal pada 24 Mei
apahabar.com

Habar

Haul Guru Sekumpul ke 15 Akan Digelar Layaknya di Makkah
apahabar.com

Habar

Ceramah di ULM, Ustadz Khairullah Zein: Nabi Adalah Aktivis Pergerakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com