Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Cegah Penyebaran Covid-19, Rutan Marabahan Tunggu Rapid Massal

- Apahabar.com Kamis, 9 Juli 2020 - 11:35 WIB

Cegah Penyebaran Covid-19, Rutan Marabahan Tunggu Rapid Massal

Kendati terisolasi dari khalayak, penyebaran Covid-19 telah mencapai Rutan Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Meski sudah ditemukan kasus positif Covid-19, belum semua pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas IIB Marabahan.

Tercatat 2 petugas Rutan Marabahan sudah positif, ditambah seorang WBP yang sedianya telah mendapatkan asimilasi.

Salah seorang dari dua petugas tersebut sudah sembuh, Selasa (7/7). Pasien kasus pertama ini menjalani 28 hari karantina di BPSDM Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Disinyalir sang petugas terpapar dari ibu dan istri. Untungnya kedua wanita ini juga dinyatakan sembuh dalam waktu bersamaan.

Sementara petugas terakhir yang positif, juga telah menjalani karantina di BPSDM sejak, Sabtu (4/7). Sedangkan WBP yang terpapar, dikarantina di SKB Barito Kuala.

“Berdasarkan hasil tracking, mereka termasuk dari 5 WBP dan 3 petugas yang sempat kontak dengan pasien pertama,” jelas Kepala Rutan Marabahan, Andi Gunawan, Kamis (8/7).

“Sedianya WBP tersebut sudah mendapat asimilasi. Namun yang bersangkutan mesti dikarantina dalam ruang khusus di Rutan, karena harus menunggu hasil dua kali swab,” imbuhnya.

Terkait pencegahan Covid-19, Rutan Marabahan mengklaim sudah melaksanakan protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu, pakai masker, cuci tangan dan penyemprotan disinfektan.

Kemudian mereka juga telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Barito Kuala, serta Puskesmas Marabahan untuk mengadakan rapid masal kepada petugas dan WBP.

“Namun keinginan itu belum terealisasi. Tindakan yang dilakukan baru rapid test kepada hasil tracking,” sahut Andi.

“Dari 57 petugas di Rutan Marabahan, baru 9 orang yang telah menjalani pemeriksaan. Sementara WBP yang memerlukan tes itu berjumlah 220 orang,” sambungnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Batola, dr Azizah Sri Widari, menjelaskan penanganan di Rutan Marabahan telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Sesuai SOP kami, penanganan berdasarkan tracking saja sudah terpenuhi. Pun tidak terdapat kasus kasus baru yang menjadi dasar untuk melakukan tracking lagi,” jelas Azizah.

Jawaban serupa juga diutarakan Kepala Puskesmas Marabahan, dr Rusdiani, “Kami tetap melakukan rapid sesuai tracking kasus positif saja,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Fun Bike Haornas 2020, Pelipur Batalnya Tour de Batola
apahabar.com

Batola

Siap-siap Warga Batola, Besok Operasi Zebra Intan 2020 Dimulai

Batola

Sambut Hari Santri, Ponpes At Thohiriyah Mekarsari Batola Dapat Hadiah Spesial
apahabar.com

Batola

Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Batola Tutup Karantina Mess KTM
apahabar.com

Batola

Dipengaruhi Kemarau Basah, Kebakaran Lahan di Barito Kuala Jauh Menurun
apahabar.com

Batola

Pemkab Batola Tepati Janji, Terminal Handil Bakti Mulai Dibongkar
apahabar.com

Batola

Puluhan Tahun Sepi, Murnianti Tetap Berjualan di Pasar Handil Bakti
apahabar.com

Batola

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com