ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Batola

Kamis, 9 Juli 2020 - 11:35 WIB

Cegah Penyebaran Covid-19, Rutan Marabahan Tunggu Rapid Massal

Reporter: Bastian Alkaf - apahabar.com

Kendati terisolasi dari khalayak, penyebaran Covid-19 telah mencapai Rutan Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Kendati terisolasi dari khalayak, penyebaran Covid-19 telah mencapai Rutan Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Meski sudah ditemukan kasus positif Covid-19, belum semua pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas IIB Marabahan.

Tercatat 2 petugas Rutan Marabahan sudah positif, ditambah seorang WBP yang sedianya telah mendapatkan asimilasi.

Salah seorang dari dua petugas tersebut sudah sembuh, Selasa (7/7). Pasien kasus pertama ini menjalani 28 hari karantina di BPSDM Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Disinyalir sang petugas terpapar dari ibu dan istri. Untungnya kedua wanita ini juga dinyatakan sembuh dalam waktu bersamaan.

Sementara petugas terakhir yang positif, juga telah menjalani karantina di BPSDM sejak, Sabtu (4/7). Sedangkan WBP yang terpapar, dikarantina di SKB Barito Kuala.

“Berdasarkan hasil tracking, mereka termasuk dari 5 WBP dan 3 petugas yang sempat kontak dengan pasien pertama,” jelas Kepala Rutan Marabahan, Andi Gunawan, Kamis (8/7).

“Sedianya WBP tersebut sudah mendapat asimilasi. Namun yang bersangkutan mesti dikarantina dalam ruang khusus di Rutan, karena harus menunggu hasil dua kali swab,” imbuhnya.

Terkait pencegahan Covid-19, Rutan Marabahan mengklaim sudah melaksanakan protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu, pakai masker, cuci tangan dan penyemprotan disinfektan.

Kemudian mereka juga telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Barito Kuala, serta Puskesmas Marabahan untuk mengadakan rapid masal kepada petugas dan WBP.

“Namun keinginan itu belum terealisasi. Tindakan yang dilakukan baru rapid test kepada hasil tracking,” sahut Andi.

“Dari 57 petugas di Rutan Marabahan, baru 9 orang yang telah menjalani pemeriksaan. Sementara WBP yang memerlukan tes itu berjumlah 220 orang,” sambungnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Batola, dr Azizah Sri Widari, menjelaskan penanganan di Rutan Marabahan telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Sesuai SOP kami, penanganan berdasarkan tracking saja sudah terpenuhi. Pun tidak terdapat kasus kasus baru yang menjadi dasar untuk melakukan tracking lagi,” jelas Azizah.

Jawaban serupa juga diutarakan Kepala Puskesmas Marabahan, dr Rusdiani, “Kami tetap melakukan rapid sesuai tracking kasus positif saja,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Sudah Pilih Lokasi, Peserta Seleksi CPNS Batola Tinggal Tunggu Jadwal
apahabar.com

Batola

Seminggu Beroperasi di Marabahan, Ojekin Langsung Laris Manis
apahabar.com

Batola

Belawang Dongkrak Kasus Positif Covid-19 di Batola
apahabar.com

Batola

Tahun Ajaran Baru, Berikut Protokol Kesehatan Sekolah di Batola
apahabar.com

Batola

Terkait Penurunan Harga Jeruk di Batola, Begini Penjelasan Dinas Pertanian
apahabar.com

Batola

Mengadu ke Bupati Batola, Pilihan Terakhir Ortu Bayi Jantung Bocor
apahabar.com

Batola

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola
apahabar.com

Batola

Bantu Bayi Hidrosefalus, Bupati Batola Juga Tekankan Evaluasi Pelayanan Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com