ga('send', 'pageview');
Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau Pindah ke RS Ulin, Intip Kondisi Terbaru Wali Kota Banjarbaru Mengintip Kesiapan Salat Id di Masjid Sabilal Banjarmasin




Home Kalsel

Jumat, 3 Juli 2020 - 20:29 WIB

CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin?

Reporter: Bahaudin Qusairi - apahabar.com

Beredar isu jika pihak rumah menjadikan pandemi Covid-19 sebagai ladang bisnis. Foto ilustrasi-Dok.apahabar.com

Beredar isu jika pihak rumah menjadikan pandemi Covid-19 sebagai ladang bisnis. Foto ilustrasi-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kabar bahwa rumah sakit menjadikan virus corona sebagai ladang bisnis berseliweran di media sosial.

Tak jelas dari mana muaranya, kabar tersebut memicu kebingungan di tengah masyarakat, terlebih warganet.

Disebutkan bahwa sejumah rumah sakit dengan mudahnya merubah status pasien negatif menjadi positif Covid-19.

Upaya demikian dituding agar pihak rumah sakit (RS) yang merawat si pasien mendapatkan bayaran.

Tak cuma RS, bahkan sejumlah tenaga medis dituding ikut menerima insentif dari jasa perawatan pasien negatif Covid-19 itu.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi sangat resah dengan kabar itu.

“Kabar itu tidak benar,” jelas pria yang merangkap kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin saat bincang ringan dengan media ini, Jumat (3/7).

Machli meminta warga yang mempunyai gejala mirip Covid-19 dan ingin merawat diri di RS tidak perlu waswas.

“Orang tidak bisa datang ke rumah sakit karena khawatir dipositifkan, tapi saya menjamin tak pernah ada orang yang negatif dipositifkan [Covid-19},” ujar Machli.

Isu hoaks tersebut, kata Machli, menjadi tanggung jawab bersama untuk meluruskan dengan fakta yang ada.

“Jangan sampai masyarakat kita terbius dan mengakibatkan suatu kondisi kesehatan sangat berat lalu ingin ke RS tapi petugas tidak bisa menyelamatkannya,” ucapnya.

Baca juga :  Cegah Karhutla dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Tambang Ulang Rutin Patroli Siang Malam

RS, kata dia, tetap mendapatkan bayaran dalam merawat pasien positif maupun non-Covid-19.

Sebagaimana umumnya, pasien yang masuk ditangani RS wajib memenuhi proses adminstrasi. Proses ini akan dibagi dua. Untuk diduga pasien Covid-19, dan pasien non-Covid-19, penanganannya terpisah.

“Ketika orang masuk diduga Covid-19, RS tetap dibayar,” jelas dia.

Ketika pasien masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan hasil rapid test reaktif, maka dia langsung ditangani menggunakan protokol Covid-19.

Sebaliknya apabila hasil swab test keluar, maka pasien dikembalikan ke ruang perawatan pasien non-Covid-19.

Adapun setiap RS memiliki dua IGD untuk menangani pasien positif dan tidak Covid-19.

“Itu memang protokolnya begitu. Ketika orang yang diduga Covid-19 tapi dimasukkan keruangan yang bukan setelahnya hasil swab positif maka resiko lebih besar karena menularkan ruangan perawatan,” imbuhnya.

Hoaks Covid-19

Beredar informasi yang mengklaim pandemi covid-19 dijadikan ladang bisnis oleh dokter dan rumah sakit dengan modus memvonis setiap pasien yang meninggal disebabkan oleh virus Korona baru (covid-19). Klaim itu beredar melalui rangkaian video yang beredar di media sosial.

Akun Facebook Abahctyarr, salah satunya, turut membagikan rangkaian video itu pada Selasa, 2 Juni 2020. Pada unggahannya terdapat tiga video yang memperlihatkan seorang pria berkaus putih mengenakan masker terlibat keributan di sebuah gedung rumah sakit.

Baca juga :  Jalan Nasional di Banjarmasin Dilimpahkan ke Pemkot, Simak Daftarnya

Pemilik akun juga menambahkan narasi pada video itu. Pada narasi disebutkan, pihak Rumah Sakit menyuap keluarga pasien agar bersedia anggota keluarganya yang meninggal divonis covid-19. Berikut secara lengkap narasi yang beredar pada video tersebut:

apahabar.com

Akun Facebook Abahctyarr, salah satunya, turut membagikan rangkaian video itu pada Selasa, 2 Juni 2020. Foto-Facebook

“Pengakuan seorang Anak yg #diSuap Dokter Agar orang tanya yg meninggal. disuruh kalau kena covid19. padahal negatif…

#Alhamdulillah.. #akirnya #terkuak #pelan2. Kejadian ini membuktikan kalau Tim medis/dokter menjadikan pandemik covid 19 sebagai Lahan Mata pencaharian,
biar bukan penyakit covid 19 dipaksakan untuk memvonis PDP covid 19, atau positive covid 19,
malah sampai mau menyogok anak korban agar setuju Almarhum bapaknya untuk di jadikan positive covid 19

#Ada #apa sebenarnya dibalik semua ini, kecurigaan saya mulai terbuktikan kalau semua ini hanya skenario untuk anggaran Semata.
#Tidak #ada #yang #Boleh #menahan #kekuasaan #Allah #SWT untuk membongkar kebenaran yang sebenarnya.
masyarakat sudah prediksi..
sehabis kejadian Viral vidio ini..

pasti akan ada #PENCITRAAN”

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Masa Sanggah di Kalsel Usai, Simak Info Lanjutan Tes CPNS 2019
apahabar.com

Kalsel

Penjagal Bocah SD Limpasu Dalam Penanganan Khusus RS Sambang Lihum
apahabar.com

Kalsel

Teror Kabut Asap, BPBD Kalsel: Masih Bisa Dikendalikan
apahabar.com

Kalsel

Selain Serap Aspirasi, Syafruddin H Maming Bantu Alat PJU di Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Banjir Bandang di Balangan Rendam Puluhan Rumah Warga 
apahabar.com

Kalsel

Ikhtiar Tekan Sebaran Covid-19, DPC PDIP Kembali Salurkan APD ke Puskesmas Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Peringati HAN, LPKA Kelas 1 Martapura Berikan Remisi
apahabar.com

Kalsel

Malam Hari, Desa Bati-Bati Tanah Laut Merah Membara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com