Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Cerita Sutinah Tentang Aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 10:04 WIB

Cerita Sutinah Tentang Aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan

Sutinah memperlihatkan Aplikasi Mobile JKN yang baru terpasang pada gawainya. Foto-Reza for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Sutinah, warga Hulu Sungai Tengah (HST) ini baru saja merasakan kemudahan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui aplikasi Mobile JKN. Padahal, kemajuan BPJS Kesehatan dalam memanfaatkan teknologi informasi berupa aplikasi itu telah dirilis dan diresmikan pada 5 November 2017 silam.

Berawal dari ketidaksengajaan, wanita kelahiran Padeglang Banten ini baru merasakan kemajuan teknologi itu.

“Awalnya saya datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai untuk cetak kartu karena buat syarat pendaftaran anak saya daftar (jadi) Tentara. Tapi sama satpamnya disuruh instal Mobile JKN,” kata Sutinah saat di Kantor BPJS itu untuk mengurus kartu anaknya yang hilang belum lama tadi.

Dia dan anaknya pun dipandu untuk registrasi pada aplikasi itu. Dari sinilah Sutinah baru mengetahui fitur-fitur dan manfaat dari aplikasi itu.

“Ternyata ada aplikasi sepraktis itu. Yang paling enak lagi nggak perlu pakai kartu, cukup pakai kartu digital sudah bisa berobat,” kata wanita yang sudah terdaftar sejak 2012 atau zaman Askes silam.

Selain mendapat manfaat aplikasi tadi, Sutinah ternyata juga sering merasakan manfaat JKN-KIS. Terlebih ketika dia berobat ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer).

Wanita yang sekarang berdomisili di HST ini puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Alhamdulillah puas berobat pakai BPJS Kesehatan, gratis dan yang pasti bisa sembuh. Enggak perlu jauh-jauh ke rumah sakit,” jelas Sutinah.

Selain itu juga, Sutinah juga sering memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk terapi anaknya di RSUD H Damanhuri Barabai setiap bulannya.

Dia merasa beruntung di zaman seperti ini dapat dibantu tiap bulannya untuk terapi penyembuhan anaknya.

“Setiap bulan saya antar anak buat terapi karena radang otak, alhamdulillahnya tanpa biaya,” ucap syukur Sutinah.

Dia berharap Program JKN-KIS dapat berjalan terus dengan inovasi-inovasi lainnya yang lebih memudahkan peserta.

Menurutnya, itu merupakan dedikasi BPJS Kesehatan dalam menyukseskan Program JKN-KIS dan dapat berjalan lebih maju lagi ke depannya.

“Mudah-mudahan (Program JKN-KIS) berjalan terus untuk membantu semua orang,” tutup Sutinah.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Rela Pensiunan Almarhum Dipotong, Mursinah: Demi Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Simak Perinciannya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Wajibkan Kepesertaan JKN-KIS, Warning Bagi Badan Usaha Tak Patuh di Tapin
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pelayanan Terkendala, Fathur Tak Mau Telat Bayar Iuran JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Terbaik se-Banua Enam, Perseroan Ini Dapat Penghargaan dari BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Kehadiran Bayi Laki-Laki, Rasminah Terbantu KIS PBI APBN
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Prinsip Gotong Royong, GESEDURI BPJS Kesehatan Barabai Terus Berlanjut
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai Sumbang FKTP Terbaik 2020, Aminah Terpilih Sebagai Dokter Paling Berkomitmen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com