Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Cerita Tim Penjemputan Nelayan Kotabaru: Sempat Diadang Gelombang Tinggi

- Apahabar.com Minggu, 26 Juli 2020 - 22:53 WIB

Cerita Tim Penjemputan Nelayan Kotabaru: Sempat Diadang Gelombang Tinggi

Danlanal Kotabaru, Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, saat menyambut nelayan yang selamat, dan tim evakuasi. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Sempat membuat geger, lantaran tak pulang satu hari, akhirnya nelayan Abdul Wahid (54) ditemukan dalam keadaan selamat.

Lantaran cuaca ekstrim dan gelombang tinggi, akhirnya jajaran Lanal Kotabaru, bersama Basarnas dan Satpolair turun tangan.

Tim penjemput bergerak cepat menuju Senakin menggunakan armada milik Lanal Kotabaru.

Mereka bergerak melakukan evakuasi dan penjemputan terhadap nelayan yang ditemukan selamat di perairan Senakin, Minggu (26/7) sore.

Di tengah perjalanan, menuju pusat Kotabaru, tim sempat diadang cuaca ekstrim dan gelombang tinggi. Tingginya, mencapai satu, hingga satu setegah meter.

Dengan perjuangan ekstra, akhirnya tim berhasil tiba di kawasan Dermaga, Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara sekitar pukul 19.30 Wita.

Pantauan apahabar.com, tim dan juga nelayan yang selamat langsung disambut oleh Danlanal Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, beserta sejumlah perwiranya.

Selain itu, terlihat istri, anak dan keluarga besar nelayan juga tampak menyambut dengan penuh rasa haru.

Sebelum tim dan nelayan itu naik ke darat, warga juga menyambut dengan tabur beras kuning. Itu sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan sang nelayan yang ditemukan selamat

Guruh Dwi Yudhanto menyampaikan apresiasi kepada para anggotanya serta tim yang telah melakukan penjemputan nelayan.

“Alhamdulillah, sudah sampai. Semua dalam keadaan selamat. Terimakasih kepada tim. Bapak juga bersyukur, ke depan lebih berhati-hati saat melaut dan harus membawa alat komunikasi,” ujar Danlanal.

Diketahui, Abdul Wahid berangkat melaut sejak Sabtu (25/7), sekitar pukul 05.00 Wita.

Dia merupakan warga RT 14, Jalan Titian Beringin, Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara.

Abdul Wahid ditemukan oleh sesama nelayan di perairan Desa Senakin, Kecamatan Kelumpang Tengah pada Minggu (26/) sore.

Kapal balapan yang ditumpanginya untuk menangkap ikan di laut, diduga terseret arus. Hingga terdampar di laut Senakin.

“Alhamdulillah, mas. Nelayan, anggota kami baru saja ditemukan selamat,” ujar Zainal, Ketua organisasi Ikatan Nelayan Saijaan, (Insan) Kotabaru, Minggu (26/7) sore.

Zainal mengatakan, sebelum terbawa arus kapal balapan milik Abdul Wahid mengalami kerusakan atau macet di tengah laut.

“Tadi, saya sempat komunikasi. Dia bilang kalau kapalnya macet dan terbawa arus hingga ke Senakin,” ujar Zainal.

Editor: Aprianoor

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rakor dengan PLN dan BPN se-Kalsel, KPK Sebut Banyak Tanah Belum Disertifikasi
ritel modern

Banjarmasin

Ritel Modern di Banjarmasin Bertambah, Pedagang Tradisional Makin Menjerit
apahabar.com

Kalsel

Pengamen Lampu Merah Simpang Empat Diamankan Petugas

Kalsel

Kebakaran di Basirih Banjarmasin: Sebelum Membakar Rumah, Pelaku Siram Tubuh Istrinya dengan Minyak Tanah
apahabar.com

Kalsel

Fender Rumpiang Sering Ditabrak, Bupati Batola Berang
apahabar.com

Kalsel

Ajarkan Masyarakat Sungai Gampa Trik Hidup Sejahtera
apahabar.com

Kalsel

1 PDP Positif, Batola Tambah Pasien Covid-19 Lagi
Tanah Laut

Kalsel

Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com