Sempat Bungkam, 2 Kurir Tapin Akhirnya Beberkan asal Sabu 9 Kg  ‘Kehabisan Napas’, Truk di Kotabaru Timpa Pedagang Pentol! Vaksinasi Tahap 2, Bupati Tapin Jadi Role Model Lansia Tak Diberi Makan, Buaya Seberat 25 Kg Diamankan BPBD Banjarmasin Bos Adaro Mangkir, Anggota DPRD Kalsel Mencak-Mencak di Tabalong

Covid-19 Pukul Sektor Udara, Lion Air Pangkas Ribuan Karyawan

- Apahabar.com Kamis, 2 Juli 2020 - 18:45 WIB

Covid-19 Pukul Sektor Udara, Lion Air Pangkas Ribuan Karyawan

Sejak mulai beroperasi kembali secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya yakni rerata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari. Imbasnya, perampingan jumlah karyawan pun dilakukan. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sektor transportasi udara nasional kian terpukul oleh pandemi Covid-19.

Teranyar, Lion Air Group memangkas sekitar 2.600 karyawan. Mereka umumnya habis kontrak atau tidak diperpanjang.

Adapun total karyawan maskapai berlogo Singa itu mencapai 29.000. Baik lokal maupun luar negeri.

“Jadi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang,” kata Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya via Kompas.com, Kamis (2/7).

Merebaknya virus corona yang menimbulkan berbagai aturan pembatasan transportasi terus berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

Oleh karenanya, langkah perampingan tersebut dinilai menjadi opsi perlu dilakukan.

“Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga,

merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19,” tutur dia.

Pemerintah sudah mulai kembali mengizinkan pesawat untuk beroperasi secara terbatas, namun tingkat okupansi Lion Air, Wings Air, dan Batik Air masih rendah.

Sejak mulai beroperasi kembali secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya yakni rerata 1.400 – 1.600 penerbangan per hari.

Pandemi Covid-19 dinilai mengakibatkan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional.

Padahal, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.

Selain melakukan perampingan, Lion Air Group juga telah melakukan pemangkasan gaji karyawan dengan besaran yang disesuaikan dengan tingkat jabatannya.

“Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan,” ucapnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pertamina Resmi Alihkan Participating Interest 10% WK Mahakam
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Minta Petani Budidayakan Buah Tropis
apahabar.com

Ekbis

Olahan Gula Aren dan Jahe dari Tabalong Dicari Pembeli
apahabar.com

Ekbis

5G Menunggu Waktu Tepat, Pemerataan Internet Diutamakan
PT Adaro

Ekbis

Bayar Utang, PT Adaro Cari Dana Pinjaman Rp5,6 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja Tumbuhkan UMKM dan Buka Lapangan Kerja
apahabar.com

Ekbis

Dipicu Aksi Ambil Untung, IHSG Akhir Pekan Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Kementerian ESDM Belum Restui Harga Gas Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com