ga('send', 'pageview');
Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau




Home Ekbis

Kamis, 2 Juli 2020 - 12:13 WIB

Dampak Pandemi, Produsen Batu Bara Sepakat Pangkas Produksi

Redaksi - apahabar.com

Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan. Foto-Antara/Nova Wahyudi

Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan. Foto-Antara/Nova Wahyudi

apahabar.com, JAKARTA – Pandemi virus corona baru atau Covid-19 memukul semua sektor industri tak terkecuali batu bara. Permintaan yang anjlok dan juga harga yang tidak baik sehingga memaksa produsen batu bara dalam negeri sepakat untuk memangkas produksi.

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Pandu Sjahrir menjelaskan harga batu bara terus menunjukkan tren penurunan sejak awal 2020.

Ini menurut Sjarir, didorong oleh kondisi kelebihan pasokan (oversupply) batu bara termal di mana permintaan (demand) merosot drastis sementara pasokan (supply) relatif masih kuat. Ia mengatakan penurunan permintaan mencapai 85 juta metrik ton.

Baca juga :  Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

“Jumlah ini diperkirakan masih akan terus terkoreksi sampai akhir tahun jika Pandemi Covid 19 terus berlanjut,” ujar Pandu seperti dilansir Republika.co.id, Kamis (2/7).

Dengan kondisi seperti ini APBI berpendapat perlu segera ada upaya pengendalian produksi melalui pemotongan produksi (production cut) dari para produsen batu bara nasional.

Pemotongan produksi diharapkan dapat menekan harga yang terus turun karena semakin melebarnya kelebihan pasokan.

Baca juga :  Kekhawatiran Penularan Covid-19 Meningkat, Picu Rupiah Melemah

Menurut kajian APBI, perkiraan produksi batu bara tahun 2020 sekitar 595 juta ton metrik ton telah turun menjadi 530 juta metrik ton pada Juni 2020.

“Namun demikian, APBI memandang masih diperlukan pengendalian produksi nasional dengan adanya tambahan production cut sampai dengan 50 juta metrik ton sehingga produksi batu bara nasional menjadi sekitar 480 juta metrik ton agar supaya tercapai keseimbangan suplai dan permintaan pada global seaborne market,” pungkas Pandu.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tiket AirAsia Hilang di Agen Online, Intervensi Kompetitor?
apahabar.com

Ekbis

Bahlil Tawarkan Investasi 10 Bali Baru kepada Pemerintah Australia
apahabar.com

Ekbis

New Normal Bikin Rupiah Menguat Pagi Ini
Melihat Rencana Erick Thohir Kelola Hotel BUMN di Satu Atap?

Ekbis

Melihat Rencana Erick Thohir Kelola Hotel BUMN di Satu Atap?
apahabar.com

Ekbis

Asperindo Surati Presiden Terkait Tarif Bagasi
apahabar.com

Ekbis

Sudah Online, Pengusaha di Batola Bisa Urus Izin Dari Rumah
apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, Okupansi Hotel Berbintang di Banjarmasin Turun 90 Persen
apahabar.com

Ekbis

56 Perusahaan di Bogor Rumahkan 1.467 Karyawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com