Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan

Dampak Pendemi, 60 Persen Perusahaan Travel Haji Umrah Diproyeksikan Bangkrut

- Apahabar.com Minggu, 19 Juli 2020 - 19:51 WIB

Dampak Pendemi, 60 Persen Perusahaan Travel Haji Umrah Diproyeksikan Bangkrut

Ilustrasi berbagai penawaran paket ibadah umrah dan haji dari agen travel. Foto-Tempo/Tony Hartawan

apahabar.com, JAKARTA – Sekitar 60 persen perusahaan biro perjalanan haji dan umrah diproyeksikan gulung tikar alias bangkrut karena pandemi Covid-19.

Wakil Ketua bidang Humas dan Kelembagaan Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh), Muharom Ahmad menyampaikan pandemi diperkirakan akan meniadakan total satu tahun aktivitas bisnis haji dan umrah.

“Melihat indikasi sebagian besar sudah banyak yang merumahkan karyawannya, satu tahun diperkirakan tidak beroperasi tidak ada pemasukan, banyak penarikan, kerusakannya 60 persen travel kolaps,” katanya seperti dilansir Republika.co.id, Minggu (19/7).

Tutupnya bisnis travel haji umrah ini terjadi pada mereka yang tidak punya sama sekali diferensiasi usaha. Saat ini perusahaan yang masih bisa bertahan karena memiliki sampingan bisnis lainnya yang dapat jadi sumber pemasukan. Baik itu di bidang pendidikan, maupun konsumsi lainnya.

Muharom memperkirakan kebangkitan industri akan membutuhkan waktu hingga dua tahun kedepan dengan pelaku industri yang berkurang. Ini bergantung juga pada kondisi pasar, seperti daya beli masyarakat dan kepastian keamanan.

Biro travel Wahana yang dipimpin oleh Muharom sendiri belum menawarkan paket perjalanan karena banyaknya ketidakpastian. Seperti harga-harga akomodasi di Arab Saudi, protokol keamanan, dan lainnya. Ia memperkirakan keberangkatan paling cepat bisa jadi pada kuartal III 2020.

“Tapi kita belum berani menawarkan, dari sisi syar’i juga tidak bisa menawarkan sesuatu yang tidak pasti,” katanya.

Asosiasi sendiri masih terus berupaya dan memantau perkembangan kedepan. Seperti bagaimana kebijakan-kebijakan Arab Saudi dalam new normal, dan kebijakan pemerintah dalam negeri. Asosiasi juga mempersiapkan pelaku industri untuk lebih siap menghadapi era baru.

Kedepan, digitalisasi jadi satu keniscayaan. Seiring dengan masyarakat yang akan lebih terbiasa dengan online digital, maka perusahaan biro perjalanan juga akan mempercepat adopsinya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Sejumlah Sembako Meroket di HST
apahabar.com

Ekbis

Dampak Covid-19, Jokowi Gratiskan Tagihan Listrik 3 Bulan
apahabar.com

Ekbis

Biang Kerok Pelemahan Rupiah Rabu Pagi
apahabar.com

Ekbis

PT Pusri Bukukan Kinerja Positif Selama 2019
apahabar.com

Ekbis

Inflasi Meningkat, BI Kalimantan Selatan Menyasar Sektor Pertanian
apahabar.com

Ekbis

Dewan Berkonsutasi Soal Kopi dan Coklat ke Kementerian Pertanian
apahabar.com

Ekbis

Hipmi Usul Pemerintah Kembali Buka Ekspor Nikel
apahabar.com

Ekbis

Kendala UMKM Kalsel, dari Masalah Permodalan hingga Pemasaran di Ritel Modern
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com