Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Datangi Crisis Center Batola, Eks Pasien Covid-19 Adukan Nasib

- Apahabar.com Senin, 20 Juli 2020 - 18:59 WIB

Datangi Crisis Center Batola, Eks Pasien Covid-19 Adukan Nasib

Datang ke Crisis Center Pemkab Batola, sejumlah warga Marabahan memperlihatkan surat keterangan sembuh dari Covid-19. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sulit mencari nafkah pasca dinyatakan sembuh dari Covid-19, sedikitnya 8 warga Kecamatan Marabahan mendatangi Crisis Center Pemkab Barito Kuala (Batola) untuk mengadukan nasib, Senin (20/7) siang.

Kedatangan warga yang sebagian besar berjualan di Pasar Marabahan ini adalah untuk mendapatkan bantuan, setelah sekitar dua bulan dipaksa libur oleh Covid-19.

“Sudah hampir dua bulan kami tidak bekerja. Mulai dari setelah dinyatakan reaktif, kami disuruh tinggal di rumah selama 10 hari,” cetus seorang warga bernama Halidah.

“Sempat seminggu di rumah, kami kemudian dikarantina di SKB Batola selama 27 hari dan dinyatakan sehat sejak, Sabtu (18/7),” imbuhnya.

Praktis selama dikarantina, mereka tidak mendapatkan pemasukan. Ironisnya mereka yang terpapar Covid-19 merupakan bagian dari keluarga inti.

Sekalipun mempunyai uang tabungan, sebagian besar digunakan untuk biaya hidup keluarga yang tersisa di rumah.

“Kami datang untuk meminta kejelasan, seandainya masih tersisa bantuan. Setelah dinyatakan reaktif, kami memang sempat dibantu beras 5 kg dan mie satu dus,” jelas Halidah.

“Kemudian ketika kami dikarantina, keluarga di rumah pernah sekali dibantu beras, mie dan gula. Tentu saja bantuan itu tak mencukupi, karena hanya cukup seminggu,” sambungnya.

Untuk kembali berjualan, mereka juga terkendala modal. Di sisi lain, kondisi lingkungan masih belum menerima mereka sepenuhnya.

“Mungkin setelah Iduladha, kami baru bisa berjualan lagi. Selain belum punya modal, orang masih takut karena dikira kami masih positif,” timpal warga lain bernama Pera.

Menanggapi keinginan warga, Sekretaris Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Batola, Hery Sasmita, menjelaskan telah membawa persoalan tersebut kepada Bupati Batola.

“Sesuai arahan Bupati Batola, mereka akan dibantu uang tunai sebesar Rp200 ribu per orang mulai Agustus dan September. Ini berlaku untuk warga lain yang pernah terpapar Covid-19,” sahut Hery.

“Kami juga berharap masyarakat dapat menerima kembali warga yang sudah sembuh dari Covid-19, sembari tetap menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Esok, Puskesmas Se-Banjarmasin Gelar Tes Swab Massal
apahabar.com

Kalsel

Jelang Arus Mudik, Penumpang Bandara Syamsudin Noor Turun
apahabar.com

Kalsel

Esok Banjarmasin Terapkan Denda Masker, Ratusan Petugas Diterjunkan
apahabar.com

Kalsel

Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu
apahabar.com

Kalsel

Potensi Kampung Jamur Bikin Walikota Banjarmasin Tertarik
apahabar.com

Kalsel

Puting Beliung Terjang Manarap, Puluhan Atap Rumah Beterbangan
apahabar.com

Kalsel

Iwan Setiawan Mundur, Ada Apa dengan Bawaslu Kalsel?

Kalsel

Minibus Terbakar di Balangan, Pemilik Nyaris Terpanggang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com