Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Dear Pegowes, Ketahui Tanda Jantung Kolaps Saat Bersepeda

- Apahabar.com Senin, 27 Juli 2020 - 07:30 WIB

Dear Pegowes, Ketahui Tanda Jantung Kolaps Saat Bersepeda

Ilustrasi gowes. Foto-Getty Images/iStockph

apahabar.com, JAKARTA – Bersepeda kini tengah tren saat pandemi. Terbukti, jalanan dipenuhi dengan pegowes, baik di pagi atau malam hari. Bahkan pesepeda kerap memenuhi titik-titik sudut kota di akhir pekan.

Tentunya kebiasaan ini merupakan hal positif karena membuktikan makin banyak yang peduli tentang gaya hidup sehat. Hanya saja, muncul juga kabar soal pesepeda yang kolaps di jalanan.

Salah satu alasan bersepeda membuat jantung kolaps adalah terlalu memaksakan diri untuk mengayuh sepeda bahkan ketika sebenarnya tubuh tak mampu lagi. Atau bersepeda tanpa pemanasan terlebih dahulu. Karenanya, seseorang harus tahu kemampuan dan batasannya saat bersepeda agar tidak kolaps.

“Kalau kita merasa bahwa sudah sampai batas, atau something wrong, biasanya rasanya debar-debar, sakit dada, napas nggak bisa atau susah, ada pusing seperti mau pingsan, dan dadanya seperti dihimpit itu tanda-tanda serangan jantung,” kata spesialis jantung dari RS Siloam Lippo Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP.

Gowes dengan durasi yang lebih lama daripada yang dilakukan sebelumnya dan dengan intensitas yang cukup tinggi juga bisa memicu kolaps. Nah, buat rekan-rekan sesama pegowes, ada juga beberapa kondisi yang menyiratkan partner pesepeda kamu sudah kolaps.

“Jadi kan misalnya dia tidak sadarkan diri, dia tidak akan respons saat dipanggil. Goncang bahunya, kalau dia tidak merespons, kita anggap dia kolaps karena masalah jantung,” tutur dr Vito.

“Kalau kita medical professional, kita bisa raba nadi di leher. Kalau bukan, nggak usah (raba nadi) karena itu buang-buang waktu carinya. Jadi ketika dia nggak respons, kita anggap dia sudah alami henti jantung,” sambungnya.

Disebutkan pula oleh dr Vito, henti jantung saat bersepeda kerap disebabkan karena serangan jantung, terlebih jika dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Jika kolaps terjadi, jangan panik dan segera panggil bantuan agar tak terjadi kondisi fatal yang tak diinginkan. (dtk)

Editor: Syarif

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Angkat Isu Pers dan Seni, Yayasan Palatar Gelar “Basurah”
apahabar.com

Gaya

Tips Menghindari Petir Saat Hujan
apahabar.com

Gaya

Seorang Pria Tak Bisa Kencing Setelah Digigit Laba-laba Black Widow
apahabar.com

Gaya

Lakukan 4 Hal Ini Saat Kolesterol Naik
apahabar.com

Gaya

Keseruan I Love Preloved Market, Hari Terakhir Bakal Ada Barang Dijual Rp5.000!

Gaya

Tips Menjaga Privasi Pengguna di Smartphone Android
apahabar.com

Gaya

6 Masalah Kesehatan Ini Disebabkan Karena Kebanyakan Tidur
apahabar.com

Gaya

Motorola Edge Lite Diperkirakan Diluncurkan 7 Juli, Begini Kehebatannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com