ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Nasional

Rabu, 1 Juli 2020 - 11:41 WIB

Demi Penanganan Covid-19, Pemerintah Revisi APBN 2020

Redaksi - apahabar.com

Pemerintah merevisi postur APBN 2020 untuk menangani dampak wabah virus corona di Indonesia. Pemerintah mengerek belanja APBN 2020 menjadi Rp2.613,8 triliun untuk menangani wabah virus corona. Foto: Muchlis-Biro Pers Sekretariat Presiden

Pemerintah merevisi postur APBN 2020 untuk menangani dampak wabah virus corona di Indonesia. Pemerintah mengerek belanja APBN 2020 menjadi Rp2.613,8 triliun untuk menangani wabah virus corona. Foto: Muchlis-Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 72 Tahun 2020 sebagai revisi atas Perpres 54/2020 mengenai belanja dan pendapatan negara.

Kebijakan tersebut guna mendukung terobosan kebijakan fiskal dan mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

“Revisi dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang dipengaruhi Covid-19 dan mencerminkan fleksibilitas dan adaptivitas kebijakan ekonomi, serta kebijakan kesehatan pemerintahan demi menghadapi pandemi tersebut,” kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7).

Perpres 72/2020 tersebut berlaku sejak diundangkan pada 25 Juni 2020.

Baca juga :  Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Koalisi minta RUU Disahkan

Dalam beleid Perpres tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020 itu, pemerintah meningkatkan anggaran belanja negara menjadi Rp2.739,16 triliun.

Belanja itu terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp1.975,24 triliun, termasuk tambahan belanja untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp358,88 triliun.

Pagu belanja negara itu juga sudah termasuk belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp763,92 triliun.

Selain merevisi anggaran belanja dalam APBN 2020, pemerintah juga merevisi anggaran pendapatan negara menjadi Rp1.699,94 triliun dan anggaran pembiayaan menjadi Rp1.039,21 triliun.

Baca juga :  Hadi Pranoto Gugat Muannas Rp150 Triliun, Berikut Rinciannya

Fadjroel mengatakan kebijakan pemerintah yang fleksibel dan adaptif dilakukan dengan memperhatikan dinamika penanganan corona di masyarakat, dan kondisi ekonomi masyarakat terutama dari sisi suplai dan permintaan (konsumsi).

Pemerintah juga, kata Fadjroel, berkomitmen dan berupaya keras mempercepat pelaksanaan, eksekusi, dan evaluasi program kebijakan penanganan Covid-19, kebijakan ekonomi, dan kebijakan-kebijakan terkait kondisi menghadapi pandemi yang sudah berjalan, secara beriringan. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona

Nasional

Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona
apahabar.com

Nasional

Hancurnya Benteng Terakhir Garis Pantai Cilegon akan Diseminarkan
apahabar.com

Nasional

Kotak Suara Kardus Rawan Rayap dan Tikus
apahabar.com

Nasional

Prabowo ‘Jual’ Janji Turunkan Harga Telur, Peneliti: Merugikan Peternak
apahabar.com

Nasional

Wacana Pajak Pesepeda, Kemenhub Blak-blakan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Hanya Unggul di Kotabaru
apahabar.com

Nasional

Polri: Habib Bahar Tersangka, Tidak Ditahan
apahabar.com

Nasional

Usai Sri Mulyani, Giliran Eks Gubernur Sulsel ke Istana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com