ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Politik

Rabu, 8 Juli 2020 - 16:40 WIB

Demokrat-PDIP Berkongsi, ‘Karpet Merah’ untuk Eks Wagub Kalsel

Reporter: Muhammad Robby - apahabar.com

Kabar majunya Rosehan Noor Bachri sebagai bakal calon gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) di Pilkada 2020 mendatang disambut hangat oleh sejumlah partai politik (Parpol). Salah satunya Partai Demokrat. Foto-Dok. apahabar.com

Kabar majunya Rosehan Noor Bachri sebagai bakal calon gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) di Pilkada 2020 mendatang disambut hangat oleh sejumlah partai politik (Parpol). Salah satunya Partai Demokrat. Foto-Dok. apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kabar majunya Rosehan Noor Bachri sebagai bakal calon gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) di Pilkada 2020 mendatang disambut hangat oleh sejumlah partai politik (Parpol). Salah satunya Partai Demokrat.

Partai berlogo mercy rupaya intens menjalin komunikasi dengan Rosehan, eks wakil gubernur Kalsel itu.

“Beliau kan anggota dewan, jadi sering berkomunikasi mengenai banyak hal terkait Kalsel,” ucap Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel, Rusian kepada apahabar.com, Rabu (8/7) siang.

Terkadang, kata Rusian, Rosehan Noor Bachri meminta masukan kepada dirinya, bagaimana jika maju sebagai bakal calon gubernur Kalsel.

Terlebih, Rosehan Noor Bachri juga telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur Kalsel di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

“Ya, beliau telah mendaftarkan diri di Demokrat sebagai cawagub Kalsel,” cetusnya.

Apakah ada sinyal koalisi antara Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalsel?

Menurut Rusian, itu sangat mungkin terjadi. Dalam artian, Rusian membuka karpet merah untuk Rosehan Noor Bachri.

Baik sebagai bakal calon wakil gubernur maupun gubernur Kalsel.

“Itu sangat mungkin. Partai kita terbuka bagi siapa saja,” bebernya.

Serupa Rosehan, Rusian menilai peta politik di Pilgub Kalsel 2020 mendatang masih sangat dinamis. Semua kemungkinan masih bisa terjadi.

Baca juga :  11 Agustus, PDIP Kembali Umumkan 75 Calon Kepala Daerah

“Intinya kita serahkan semuanya ke DPP Partai Demokrat,” tandasnya.

Sebelumnya, kabar lahirnya poros ketiga pada Pilgub Kalsel 2020 mendatang kembali berembus kencang.

Di mana poros ini mempertemukan dua partai politik besar di Kalsel. Yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Poros ini akan mengusung Rosehan Noor Bachri-Aditya Mufti Ariffin. Ihwal desas-desus ini, Rosehan Noor Bachri pun tak menafikan diri.

Namun begitu, ia akan terlebih dulu menunggu komando dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

“Saya ini sebagai petarung, maka saya akan bermain,” ucap Rosehan Noor Bachri, Selasa (7/7) siang.

Terkait Pilkada, Rosehan sendiri sedang berada di Jakarta. Peta politik Kalsel, kata dia, masih sangat dinamis.

Baik komunikasi politik dengan Aditya Mufti Ariffin, Partai Gerindra, maupun internal PDI Perjuangan sendiri.

“Kita berharap ada kesepakatan dan kesepahaman untuk bisa membuat Kalsel lebih baik,” beber Rosehan.

Terkait keputusan Partai Golkar Kalsel lebih memilih H. Muhidin dibandin dirinya, Rosehan menganalogikan, politik itu cukup diemut bukan ditelan.

Baca juga :  GMI Deklarasikan Dukungan untuk Denny-Difri di Pilgub Kalsel

“Jika menelan maka akan merasa ketinggalan,” analogi anggota DPRD Kalsel itu.

Jika dirinya berdampingan dengan Aditya Mufti Ariffin, maka bukan suatu hal yang kebetulan.

Mengingat, Aditya Mufti Ariffin sendiri merupakan putra dari mantan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.

“Kalau program saya dengan Rudi Arifin dahulu sudah terlihat. Pembangunan jelas, Banjarbaru sebagai pusat perkantoran sudah disiapkan,” tegasnya.

PDIP, kata dia, sebagai partai pemenang pemilu sudah sepantasnya mengusung jagoannya maju di Pilkada Kalsel.

“Bukan hal yang diragukan jika PDIP berkecimpung di dalam Pilkada. Bahkan menjadi suatu keanehan jika PDIP tiba-tiba hanya menjadi penonton,” cetusnya.

Sementara itu, Aditya Mufti Ariffin sendiri membenarkan isu tersebut.

“Benar,” singkatnya saat dihubungi apahabar.com.

Meski begitu, tambah dia, semua masih sangat dinamis. Dukungan partai bisa mengarah ke dirinya, petahana, bahkan sang penantang Denny Indrayana.

“Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Seperti diwartakan apahabar.com sebelumnya, sudah ada sejumlah nama yang memastikan diri maju di kontestasi pemilihan orang nomor satu di Kalsel. Selain kandidat petahana, Sahbirin Noor, ada nama Denny Indrayana.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Politisi Muslim Mulai Eksis di Amerika
apahabar.com

Politik

Direstui Gerindra, Eks Wamenkumham Pastikan Tiket ke Pilgub Kalsel
apahabar.com

Politik

Karmila Muhidin, Calon Kuat Wali Kota Banjarmasin Siap Maju di Pilkada
apahabar.com

Politik

PKS Optimis Capai 12 Persen Suara Nasional
apahabar.com

Politik

Dukung H Rusli-Guru Fadlan, PDIP: Aspirasi dari Bawah
apahabar.com

Politik

Budaya Politik Uang dari Caleg Karbitan
apahabar.com

Politik

Kotabaru Paling Rawan Pemilu di Kalsel, Sinergitas Jadi Kunci
apahabar.com

Politik

Kata Fadli Zon Disebut Masuk Kabinet Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com