ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Nasional

Minggu, 12 Juli 2020 - 19:20 WIB

Densus 88 Tembak Terduga Teroris Sukoharjo

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi penangkapan teroris. Foto-Radarbogor.id

Ilustrasi penangkapan teroris. Foto-Radarbogor.id

apahabar.com, JAKARTA – Im Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menembak mati terduga teroris berinisial MJI alias IA (22) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala Devisi Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan MJI alias IA ditembak karena melawan saat hendak ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri.

“Saat akan dilakukan penangkapan, tersangka IA melawan dengan menggunakan senjata tajam sehingga dilakukan penindakan terarah dan terukur,” kata Irjen Argo di Jakarta, Minggu (12/7).

IA kemudian sempat dirawat selama 24 jam di RSUP dr Kariadi Semarang, namun akhirnya tersangka meninggal dunia pada Sabtu (11/7) sore.

Baca juga :  Pemerintah Akan Perpanjang Batas Usia Pensiun PNS

Upaya penangkapan terhadap IA merupakan hasil pengembangan penyidikan Densus 88 berkaitan dengan Karyono Widodo, penyerang Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni di Tawangmangu pada Minggu 21 Juni 2020 lalu.

Argo menyebut, selain IA, terdapat sejumlah tersangka terkait kasus penyerangan tersebut, yakni seorang perempuan berinisial IS yang merupakan warga Semarang Utara, Kota Semarang.

Kemudian ada dua orang lainnya inisial Y dan W, warga Boyolali. Y seorang pedagang ikan, sementara W sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek daring.

Baca juga :  Kominfo Catat 1.028 Hoaks Tersebar Terkait Covid-19

“Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS, yang juga berencana meledakkan markas polisi di Lampung,” tutur Argo.

Saat ini Y, IS dan W telah ditahan untuk pengembangan penyidikan selanjutnya.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 15 Jo 6 dan 15 Jo 7 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

World Press Freedom Day, Dewan Pers Ingatkan soal Empati Terkait Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pelindo IV Target Berangkatkan 3.000 Pemudik Lebaran
apahabar.com

Nasional

Ketum PBNU Tegaskan Perbedaan Kafir dan Nonmuslim
apahabar.com

Nasional

Jubir Covid-19 Ingatkan Penyebaran Masih Terus Terjadi
apahabar.com

Nasional

Caketum BPP Hipmi Mardani H Maming Suntik Modal UMKM di Yogyakarta
apahabar.com

Nasional

Mobil Via Vallen Dibakar, Polisi Temukan Peralatan Dukun
apahabar.com

Nasional

Warga Perbatasan Kalimantan Bisa Nikmati Siaran Televisi Digital
apahabar.com

Nasional

Penelitian Terbaru, Virus Corona Menyebar Lebih Cepat dari Prediksi WHO
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com