3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Dewan: Seharusnya Perusahaan Tambang Kalsel Bantu Ventilator

- Apahabar.com Jumat, 24 Juli 2020 - 22:13 WIB

Dewan: Seharusnya Perusahaan Tambang Kalsel Bantu Ventilator

Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar, Athailah Hasbi. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Perusahaan tambang batu bara di Kalsel diminta lebih aktif dalam upaya penanggulangan Covid-19.

“Seharusnya memiliki kepedulian dengan memberikan bantuan untuk pengadaan ventilator dan PCR di rumah sakit (RS),” ujar Anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi Golkar, Athaillah Hasbi, Jumat (24/7).

Menurutnya, perusahaan tambang sekelas PT Adaro, mestinya tidak hanya membantu rumah sakit (RS) di wilayah lokasi operasi tambang mereka.

Salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia itu diminta turut membantu sejumlah RS di daerah tetangga, seperti RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan.

“Adaro lebih afdol kalau bantu juga kabupaten tetangga yang berbatasan dengan usaha di kawasan Banua Enam, mobil angkutan mereka ada lalu lalang ke Banjarmasin, pasti melalui Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tapin,” kata Hasbi.

Bantuan alat seperti ventilator dan tes PCR, di daerah bukan tidak bisa membeli tapi harus punya akses atau link yang kuat, karena semua daerah atau wilayah sama kebutuhannya dalam penangangan perawatan pasien.

Minimnya ketersediaan alat tes Covid-19 di beberapa rumah sakit, termasuk yang menjadi rujukan menjadi perhatian tersendiri dan menjadi keprihatinan bersama, karena ada beberapa pasien yang harus menunggu lama hasil tes karena menunggu antrean.

Ada pasien yang harus menunggu lama hasil tes swab, terpisah dengan keluarga dalam masa karantina karena menunggu antrean, kondisinya sudah membaik namun belum dinyatakan sembuh. Sehingga selain menambah biaya perawatan dan pekerjaan bagi tenaga medis.

Begitupun saatnya penanganan Covid-19 di wilayah Kalsel menggiatkan tes usap yang lebih akurat dari pada tes cepat.

Kalsel bisa belajar di Provinsi Sumatera Barat yang telah berhasil mengembangkan tes usap dan meninggalkan pengetesan dengan tes cepat.

“Belum lagi masih adanya trend kenaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 karena transmisi lokal, penularannya sekarang tidak hanya dibawa dari luar daerah tapi ada juga penularan wilayah lokal di Kalsel,” katanya.

Menurut dia, apa yang disampaikan ini diharapkan menjadi masukan bagi perusahaan tambang besar yang ada di Kalsel agar bisa lebih peduli dalam penanganan dampak Corona.

Dan diketahui di Kalsel selain Adaro, ada PAMA kemudian Sapta Indra Sejahtera (SIS) yang merupakan sub kontraktor tersebar Adaro agar juga bisa ikut berkontribusi dalam penanganan dampak Covid-19. (ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Lewat Reses, Yani Helmi Atensi Desa Tak Dialiri Listrik
apahabar.com

DPRD Kalsel

Pulang dari Kementerian PU, Kalsel Dapat Suntikan Dana
apahabar.com

DPRD Kalsel

Tenang, Anggota DPRD Kalsel Bakal Tetap ‘Begawi’
apahabar.com

DPRD Kalsel

Pasien Ulin-6 Wafat, DPRD Sidak RSUD Ulin
apahabar.com

DPRD Kalsel

Legislator DPRD Kalsel Prihatin, Sebuku Minim Pemadam Kebakaran
apahabar.com

DPRD Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Berjuang Benahi SMAN 9 Barabai HST
apahabar.com

DPRD Kalsel

Kunker ke Luar Negeri, Satu Anggota Dewan Rp65 Juta
apahabar.com

DPRD Kalsel

Lindungi Masyarakat dari Makanan Berbahaya, Perda Ketahanan Pangan Disahkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com