Satu Truk Ambles, Waspada Jalan Lingkar Timur Balangan Berlumpur dan Berlubang ‘Kado’ Harjad Ke-495 Banjarmasin, Lonjakan Covid-19 hingga PPKM Berjilid-Jilid Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola

- Apahabar.com     Selasa, 14 Juli 2020 - 11:53 WITA

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola

Berlangsung di tengah pandemi, pelaksanaan pemotongan hewan kurban berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Tanpa menyurutkan semangat berbagi ketika Idul Adha 1441 H, Barito Kuala sudah memiliki protokol kesehatan berkurban di tengah pandemi Covid-19.

Protokol tersebut dimuat dalam imbauan Bupati Batola yang menindaklanjuti Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Berlaku untuk setiap orang, termasuk peternak dan panitia kurban, hal yang paling ditekankan dalam imbauan itu adalah memeriksaan hewan ternak kepada petugas lapangan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Batola.

“Hewan diperiksa sebelum disembelih. Demikian pula daging setelah hewan tersebut disembelih,” papar Kepala Disbunak Batola, Suwartono Susanto, Selasa (13/7).

Kemudian untuk menghindari kerumunan warga, pemotongan dianjurkan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) di desa Kolam Kiri Kecamatan Barambai. Sampai sekarang pesanan pemotongan di RPH sudah sebanyak 20 ekor sapi.

“Kalau di luar RPH, lokasi pemotongan mesti mendapatkan izin dari pemerintah. Kemudian pelaksana harus siap menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19,” tambah Suwartono.

Pemeriksaan hewan tak berhubungan langsung dengan Covid-19. Terlebih belum satupun hasil penelitian yang menyatakan hewan kurban dapat menularkan penyakit tersebut.

“Namun demikian, pemeriksaan tetap harus dilakukan agar diperoleh daging hewan yang aman, sehat, utuh dan halal,” tegas Suwartono.

Disbunak Batola sendiri menjamin kesehatan sapi bali yang menjadi hewan kurban unggulan di Bumi Selidah.

“Insya Allah hewan kurban di Batola sudah aman dari cacing hati, jembrana dan anthrax,” tambah Lasiman, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunak Batola.

“Namun kami mewaspadai kehadiran sapi luar, terutama dari Sulawesi yang akhir-akhir ini teridentifikasi ditulari anthrax,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Batola

Belum Diperbaiki, Kemacetan Mengular di Jalan Gampa Asahi Batola
Mayat di Sungai

Batola

Identitas Mayat di Sungai Anjir Pasar Batola Terungkap, Polisi Beber Kronologisnya
Bupati Barito Kuala

Batola

Lebih Dua Bulan Rehat, Bupati Barito Kuala Beri Pengakuan Mengejutkan
apahabar.com

Batola

Masuki Tahun Keempat Kepemimpinan, Noormiliyani Tekankan Kalimat Inspirasi Presiden AS
Korban Kelotok Tenggelam

Batola

Sepekan Pencarian, Satu Korban Kelotok Tenggelam di Batola Belum Ditemukan
apahabar.com

Batola

Tetap Nol Kasus, Tugas Berat Menunggu Tabukan
apahabar.com

Batola

2.953 Pelapor Crisis Center Batola Mulai Terima Bantuan

Batola

Ditemui Menteri Sandiaga Uno, Nelayan Anjir Muara Curhat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com