Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola

- Apahabar.com Selasa, 14 Juli 2020 - 11:53 WIB

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola

Berlangsung di tengah pandemi, pelaksanaan pemotongan hewan kurban berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Tanpa menyurutkan semangat berbagi ketika Idul Adha 1441 H, Barito Kuala sudah memiliki protokol kesehatan berkurban di tengah pandemi Covid-19.

Protokol tersebut dimuat dalam imbauan Bupati Batola yang menindaklanjuti Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Berlaku untuk setiap orang, termasuk peternak dan panitia kurban, hal yang paling ditekankan dalam imbauan itu adalah memeriksaan hewan ternak kepada petugas lapangan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Batola.

“Hewan diperiksa sebelum disembelih. Demikian pula daging setelah hewan tersebut disembelih,” papar Kepala Disbunak Batola, Suwartono Susanto, Selasa (13/7).

Kemudian untuk menghindari kerumunan warga, pemotongan dianjurkan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) di desa Kolam Kiri Kecamatan Barambai. Sampai sekarang pesanan pemotongan di RPH sudah sebanyak 20 ekor sapi.

“Kalau di luar RPH, lokasi pemotongan mesti mendapatkan izin dari pemerintah. Kemudian pelaksana harus siap menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19,” tambah Suwartono.

Pemeriksaan hewan tak berhubungan langsung dengan Covid-19. Terlebih belum satupun hasil penelitian yang menyatakan hewan kurban dapat menularkan penyakit tersebut.

“Namun demikian, pemeriksaan tetap harus dilakukan agar diperoleh daging hewan yang aman, sehat, utuh dan halal,” tegas Suwartono.

Disbunak Batola sendiri menjamin kesehatan sapi bali yang menjadi hewan kurban unggulan di Bumi Selidah.

“Insya Allah hewan kurban di Batola sudah aman dari cacing hati, jembrana dan anthrax,” tambah Lasiman, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunak Batola.

“Namun kami mewaspadai kehadiran sapi luar, terutama dari Sulawesi yang akhir-akhir ini teridentifikasi ditulari anthrax,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Uji Publik DPS, KPU Barito Kuala Tindaklanjuti Analisis Bawaslu

Batola

Digandeng Diskoperindag Batola, Pekerja Bengkel Las Bikin Alat Cuci Tangan Portabel
apahabar.com

Batola

Masih Pandemi, Ratusan PNS Barito Kuala Disumpah Secara Virtual
apahabar.com

Batola

Digandeng Uniska, Desa Danda Jaya Punya ‘Janda Ayu’
apahabar.com

Batola

Terimbas Pandemi Covid-19, Target Pajak di Barito Kuala Merosot
apahabar.com

Batola

Keterwakilan Perempuan di BPD Batola Lampaui Kuota Nasional
apahabar.com

Batola

Perwira Polres Batola Bergeser Lagi, Kasat Reskrim Pindah ke Polres Tabalong

Batola

Perekrutan Pengawas TPS Pilgub 2020 di Barito Kuala Masih Dibuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com