ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Kamis, 2 Juli 2020 - 15:47 WIB

Di Tengah Pandemi, Ratusan ‘Istri Muda’ Pilih Menjanda

Reporter: HN Lazuardi - apahabar.com

Pelayanan di Pengadilan Agama Barabai Kelas 1 B. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

Pelayanan di Pengadilan Agama Barabai Kelas 1 B. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Sejak Januari hingga Juni 2020, ada 260 pasangan yang bercerai di Hulu Sungai Tengah (HST). Angka perceraian itu didominasi kaum muda.

Pada Juni tadi, sedikitnya ada 11 perkara cerai talak dan 98 cerai gugat yang diterima Pengadilan Agama (PA) Barabai Dari angka itu, 46 perkara cerai gugat dan 5 cerai talak dikabulkan oleh PA Barabai.

“Kebanyakan yang bercerai ini berumur produktif,” kata Ketua PA Barabai, H Al Fahni didampingi Panitera, H Masduki saat ditemui apahabar.com di kantornya, Kamis (2/7).

Di samping faktor pekerjaan dan sosial, penyebab terjadinya perceraian itu didominasi masalah ekonomi.

Baca juga :  Keren, Pemanjat Taklukan Puncak Masjid di Kotabaru untuk Bersih-Bersih

“Inikan hanya faktornya. Dari faktor itu terjadilah perselisihan dan pertengkaran. Ini yang kita selesaikan di PA,” tambah Masduki.

Hanya saja selama 2020, angka perceraian di HST menurun. Mulai April tadi ada 46 perceraian. Pada Juni menurun menjadi 38 perkara. Sementara pada Juni, sebanyak 33 perceraian yang telah berkekuatan hukum.

“Angka perceraian selama Covid-19 mewabah justru menurun. Mungkin karena kesadaran masyarakat dengan kebijakan pemerintah selama wabah itu (seperti jaga jarak, pembatasan sosial-red), sehingga mengurangi animo masyarakat tentang perceraian,” kata Masduki.

Baca juga :  Update Covid-19 Kalimantan Selatan: Pasien Sembuh Lampaui 4 Ribu Kasus

Selain itu, menurut Masduki, pengurangan angka perceraian tadi disebabkan faktor teknis pelayanan konsultasi berkas perkara.

“Selama Covid-19 kita hanya melakukan konsultasi perkara melalui phone atau pesan elektronik. Jadi setelah diasetujui baru bisa masuk ke PA,” kata Masduki.

Saat ini, lanjut Masduki, PA telah membuka kembali pelayanan seperti hari biasa. Namun tetap dengan protokol kesehatan.

“PA secara umum mengurusi berbagai ranah perdata. Bukan hanya soal perceraian. Hanya saja perkara yang mendominasi adalah perceraian. Sedikitnya dalam setahun ada 700-800 perkara,” tegas Masduki.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Fraksi PKS DPRD Banjarmasin Buka Hari Aspirasi
apahabar.com

Kalsel

Sampah Koran Bekas Salat Id di Banjarmasin Capai 560 Kg
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar
apahabar.com

Kalsel

Imbas Rumah Kosong, Alalak Dominasi Penunggak PDAM
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Pantau Tes Rikkes Tahap I Casis Brimob dan Polair
apahabar.com

Kalsel

Dukung Maklumat Kapolri, PMII Distribusikan Ratusan Sembako di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Aero City Banjarbaru, Pemkot Jajaki Kerja Sama dengan Malaysia dan Singapura
apahabar.com

Kalsel

Angin Kencang Hantam Rumah Warga di 6 Desa Kabupaten Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com