Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak Jumlah Korban Banjir Kalsel Terus Bertambah, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang Masih Berantakan, KPU HST Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Besok Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes

Dianggap Ganggu Pengguna Jalan, Belasan Badut di Kotabaru Ditertibkan

- Apahabar.com Sabtu, 25 Juli 2020 - 14:55 WIB

Dianggap Ganggu Pengguna Jalan, Belasan Badut di Kotabaru Ditertibkan

Belasan pelaku badut saat ditertibkan di Kotabaru. Foto-Khairian for apahabar.com

apahabar.com, KOTABARU – Dinilai membahayakan diri sendiri, serta para pengguna jalan, belasan badut di Kotabaru ditertibkan.

Penertiban dilakukan Dinas Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat pada Jumat (24/7) sore.

“Iya, benar. Sejak sore kemarin badut kami tertibkan sementara. Sebab, aktifitas mereka membahayakan diri, dan para pengguna jalan,” ujar Khairian Anshari, Plt Kasat Pol PP, dan Damkar, dihubungi apahabar.com Sabtu, (25/7) siang.

Nih, Penampakan Emas dari Tambang Maut di Kotabaru

Khairian bilang para badut yang beroperasi di bebarapa titik lampu merah, dan wisata Siring Laut berjumlah 13 orang. 11 orang warga Tanah Bumbu, dan 2 orang lainnya warga Kotabaru.

“Intinya, aktifitas mereka dihentikan dulu. Itu sampai mereka memiliki konsep yang jelas, dan disampaikan ke dinas terkait,” ujar eks Camat Pulau Laut Tengah itu.

Selain itu, Khairian menyebutkan sebelum ditertibkan telah ada kesepakatan antara pelaku badut, dengan pihak Dinas Pariwisata.

Kesepakatan itu berisi, badut tidak lagi melakukan kegiatan di lampu merah, maupun pinggir jalan karena membahayakan.

Selanjutnya, Dinas Pariwisata Kotabaru memberikan kesempatan kepada para badut untuk dapat beroperasi di Siring Laut dan pantai Gedambaan. Namun, itu dengan ketentuan.

Komunitas badut harus memiliki konsep yang jelas. Tidak hanya terkesan meminta-minta. Namun juga menekankan kreatifitas yang menghibur, dan edukatif.

Para badut dipersilakan untuk berdiskusi. Selanjutnya, menyampaikan konsep ke Dinas Pariwisata.

“Nah, apabila konsep mereka bisa diterima, maka para badut diperbolehkan beraktivitas di Siring Laut, dan pantai Gedambaan. Itu, dengan mematuhi ketentuan yang berlaku,” pungkas Khairian.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca Magang, Mahasiswa Diharapkan Jadi Duta Bawaslu
apahabar.com

Kalsel

Anggota Intelijen hingga Satresnarkoba Polres HST Diganjar Penghargaan
apahabar.com

Kalsel

Razia Aktivitas Peti di Cagar Budaya Benteng Madang HSS, Petugas Hanya Temukan Ini
Satpol PP

Kalsel

Resahkan Warga, Satpol PP Tabalong Pulangkan Anak Punk ke Daerah Asal
apahabar.com

Kalsel

Ditegur untuk Kenakan Masker, Warga di Banjarmasin Mengamuk
apahabar.com

Kalsel

7 Perwira Serah Terima Jabatan, Kapolres Banjar; Selamat Datang Harapan
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarbaru Sampaikan LPJ APBD 2019 di Rapat Paripurna DPRD
apahabar.com

Kalsel

Alokasi Anggaran Stadion 17 Mei ‘Bermasalah’, Kadispora Kalsel Bungkam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com