Akhir Februari Seluruh Nakes di Kalteng Sudah Divaksin Covid-19 Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah Kadinkes Banjarmasin Covid-19, Sekretaris Gantikan Lurah Pemurus BREAKING NEWS! Calon Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Meninggal Terpapar Covid-19 Akhirnya, 2BHD Beber Pelanggaran TSM Pilbup Kotabaru dalam Sidang MK

Dikecam Banyak Pihak, Erdogan: Hagia Sophia Kedaulatan Turki

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 10:32 WIB

Dikecam Banyak Pihak, Erdogan: Hagia Sophia Kedaulatan Turki

Presiden Recep Tayyip Erdogan. Foto-abc.net.au

apahabar.com, ISTANBUL – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, kecaman asing atas rencana perubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid merupakan serangan terhadap kedaulatan Turki.

Berbicara pada upacara peletakan batu petama masjid di Istanbul, Minggu (5/7), Erdogan mengatakan, Turki akan selalu melindungi hak-hak Muslim dan minoritas yang tinggal di negara itu.

Erdogan mengatakan, terdapat 435 gereja dan sinagog di Turki yang digunakan bagi umat Kristen dan Yahudi untuk beribadah. Selama bertahun-tahun, Erdogan telah berulang kali menyarankan mengubah situs warisan dunia UNESCO menjadi masjid lagi.

Pengadilan Turki pada Kamis (2/6) lalu memutuskan untuk menunda keputusan mengubah status Hagia Sophia. Dewan Negara Turki akan membuat keputusan dalam 15 hari setelah sidang.

Sebelumnya, pejabat senior Gereja Orotodoks Rusia tidak terima bahwa status Hagia Sophia sebagai museum akan diubah menjadi masjid.

Ketua Departemen Hubungan Eksternal Partriarkat Moskow, Metropolitan Hilarion mengatakan, Gereja Ortodoks Rusia tidak memahami alasan pemerintah Turki mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

Hilarion meyakini, rencana perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid memiliki latar belakang politik. Dia menyebut, tindakan pemerintah Turki merupakan tindak pelanggaran terhadap kebebasan beragama.

“Kita hidup di dunia multipolar, kita hidup di dunia multi-pengakuan, dan kita perlu menghormati perasaan orang percaya. Kami percaya bahwa dalam kondisi saat ini tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan beragama yang tidak dapat diterima,” ujar Hilarion, dilansir Aljazirah.

Patriark Ekumenis Bartholomew yang berbasis di Istanbul dan pemimpin spiritual sekitar 300 juta orang Kristen Ortodoks di seluruh dunia mengatakan, mengubah Hagia Sophia menjadi masjid akan mengecewakan umat Kristen. Perubahan tersebut juga akan memecah Timur dan Barat.

Hagia Sophia awalnya dibangun sebagai katedral Bizantium pada tahun 537, diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman di Istanbul pada 29 Mei 1453. Kemudian Hagia Sophia menjadi museum pada 1935 di bawah kepresidenan Mustafa Kemal Ataturk.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Taiwan Tolak Sementara Pekerja Migran dari Indonesia

Internasional

Hampir 300 Ribu Orang di AS Meninggal di Masa Pandemi
apahabar.com

Internasional

Bendera Byzantium Dikibarkan di Masjid, Turki Berang
apahabar.com

Internasional

Badai Vamco Terjang Filipina, Ribuan Warga Dievakuasi
apahabar.com

Internasional

Penyiksaan WNI Kembali Terjadi di Malaysia, Kemlu RI Panggil Dubes
apahabar.com

Internasional

Gempa di Turki, 6 Tewas dan 202 Luka-Luka
apahabar.com

Internasional

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin
apahabar.com

Internasional

Jelang Peluncuran Vaksin Covid-19, Unicef Amankan Ratusan Juta Jarum Suntik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com