Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Disiplin Jadi Kunci Atasi Kecanduan Gawai pada Anak

- Apahabar.com Jumat, 31 Juli 2020 - 09:30 WIB

Disiplin Jadi Kunci Atasi Kecanduan Gawai pada Anak

Ilustrasi seorang anak memainkan gawai sebelum tidur. Foto-Freepik

apahabar.com, JAKARTA – Psikolog anak Rayi Tanjung Sari mengatakan kesepakatan dan disiplin sebagai kunci mengatasi anak yang kecanduan gawai atau gadget.

Menurut dia, kesepakatan dan disiplin akan menciptakan kebiasaan yang positif. Terutama ketika mereka bermain telepon pintar, menonton televisi dan sebagainya

“Sebelum memberikan gawai bikin kesepakatan dan peraturan dengan anak dulu,” katanya saat diskusi daring dengan tema “Peran Probiotik di 1.000 Hari Pertama” yang dipantau di Jakarta, Kamis (30/7).

Ia mengatakan bagi anak yang sudah berusia di atas tiga tahun maka bisa diajak komunikasi untuk membuat semacam kesepakatan terkait lamanya waktu bermain gawai. Kesepakatannya dibuat sebelum gawai diberikan pada anak.

Ia mengatakan sebelum waktu atau durasi anak bermain dengan gawai habis, maka orang tua harus mengingatkan mereka dulu sebelum mengambil gawai tersebut.

Dengan begitu, anak tidak terkejut dan marah karena sedang asyik bermain.

Meskipun demikian, biasanya anak tidak akan terima dan menangis jika orang tua mengambil gawai tersebut.

Maka pada saat itulah sikap disiplin dan ketegasan harus diajarkan pada anak.

Namun, perlu diingat, setiap anak memiliki batasan-batasan jam bermain gawai.

Anak di bawah dua tahun sebaiknya dianjurkan tidak bermain gawai kecuali untuk komunikasi.

“Untuk usia di atas dua tahun maksimal satu jam dalam satu hari,” katanya

Selanjutnya bagi anak yang sudah duduk di bangku sekolah dasar bisa bermain gawai selama dua jam dengan pengawasan oleh orang tuanya.

Selain penerapan sikap disiplin dan kesepakatan, orang tua juga harus berani membuat sanksi positif kepada anak jika melanggar aturan yang telah disepakati di awal.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Ada yang Baru dari Realme 6
apahabar.com

Gaya

Demi Lindungi Generasi Muda, Pemkot Bogor Perangi Segala Jenis Rokok
apahabar.com

Gaya

Masih Pandemi, Wajib Jeli Pilih Paket Internet Unlimited
apahabar.com

Gaya

6 Tips Agar Masker Tak Memicu Tumbuhnya Jerawat
Performa HP Melambat? Lakukan 6 Cara Ini!

Gaya

Performa HP Melambat? Lakukan 6 Cara Ini!
apahabar.com

Gaya

Komunikasi, Kunci Hubungan Romantis dengan Pasangan
apahabar.com

Gaya

Dosen IPB Buat Formula Anti Penuaan Dini dengan Batang Nyirih
7 Cara Atur Keuangan di Tengah Covid-19

Gaya

7 Cara Atur Keuangan di Tengah Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com