Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras

Disnakbun Banjar Pastikan Kesehatan Sapi Kurban

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 15:35 WIB

Disnakbun Banjar Pastikan Kesehatan Sapi Kurban

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Banjar, Dondit Bekti. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan hewan kurban dapat terpenuhi.

Disnakbun Banjar juga memastikan kesehatan sapi. Dalam beberapa pekan ini, pihaknya gencar melakukan pemeriksaan kesehatan di berbagai pengepul sapi.

Untuk ketersediaan, Kepala Disnakbun Kabupaten Banjar, Dondit Bekti mengatakan sedikitnya terdata 1.040 ekor sapi tersebar di 46 titik.

Dari total tersebut, 70 persen sapi lokal atau sapi Bali, dan sisanya non Bali yang disiapkan untuk keperluan kurban.

“Dari 1.040 ekor sapi kurban tersebut, semuanya sudah dilakukan pemeriksaan awal atau pemeriksaan fisik luar (Antemortem) dari dokter hewa dan dapat dipastikan kesehatan hewan kurban secara eksternal semuanya sehat,” ujar Dondit belum lama tadi.

Di masa pandemi ini, lanjut Dondit, berdampak pada penjualan sapi yang menurun. Biasanya ungkap Dondit, dua pekan sebelum Idul Adha, penjualan sudah ludes.”Dua pekan menjelang peringatan Idul Adha tahun ini, penjualan hewan kurban masih di bawah 50 persen,” bebernya.

Dibandingkan 2019, terdata sebanyak 1.090 ekor hewan kurban terdiri dari 1.087 ekor sapi, dan 3 ekor kerbau, ditambah 48 ekor kambing yang dikurbankan.

Hari Raya Qurban tahun ini pelaksanaan penyembelihan harus mengikuti protokol Covid-19. Di antaranya sapi dan panitia kurban dipastikan harus dalam kondisi sehat.

“Kita menjamin kuantitas kesehatan hewan kurban. Disnakbun Banjar bersama Dinas Peternakan provinsi, dan Tim Persatuan Dokter Hewan Indonesia Kalimantan Selatan (PDHI Kalsel) menerjunkan 12 orang dokter spesialis kesehatan hewan serta tim medis,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, ada dua kali pemeriksaan sapi, yakni Antemortem dan Postmortem (pemeriksaan fisik dalam hewan), sebelum dan sesudah dilakukan pemotongan, mulai dari Hari H sampai H+3.

“Sehingga dari segi kesehatan hewan kurban dapat dipastikan tidak ada didapati penyakit yang membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsinya,” ungkapnya.
Terkait protokol kesehatan, pihaknya telah memberikan imbauan secara tertulis ke panitia kurban dan di tempat-tempat ibadah.

Selain itu, pihaknya memberikan penyuluhan atau tips-tips bagaimana cara memilih hewan ternak yang baik serta sehat untuk hewan kurban.

“Kami yakin semua pengurus telah menerima edaran surat imbauan tersebut,” pungkas Dondit.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pendapatan Turun 6,52 Persen, Raperda Perubahan APBD Banjar Disetujui
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Target Juara Umum MQT, Kader LPTQ Banjar Digodok 2 Bulan
apahabar.com

Kabupaten Banjar

KemenPAN-RB Evaluasi Penerapan SAKIP Pemkab Banjar
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Rakor Pilkada Bersama Forkopimda, Sekda Banjar Tekankan Protokol Covid-19
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Kepung Anak Funk di Martapura, Satpol PP Malah Dapat Bocah Pengamen
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Kepergok Tak Pakai Masker, Warga Pengaron Dihukum Push Up
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Ketua Dekranasda Banjar Ikuti Munas Dekranas, Istri Wapres Dorong Kampanye “Bangga Buatan Indonesia”
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Komitmen Bupati Banjar Bangun Zona Bebas Korupsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com