Viral Shogun Vs Vario di Kandangan Lama, Dua Pengendara Tewas Seketika! Dahsyatnya Banjir di Satui, Haruyan, hingga Kotabaru: Kerugian Petani Tembus Miliaran Rupiah! Hari Terakhir Penutupan KSPN Loksado, Sejumlah Pelancong Disuruh Putar Balik Puluhan Ribu Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Sembuh Update Banjir Satui & Pantauan Jalan Penghubung Batulicin-Banjarmasin 

Djailani Tambah Daftar Panjang Nasib Tragis Pejuang Medis di Banjarmasin

- Apahabar.com Minggu, 12 Juli 2020 - 00:31 WIB

Djailani Tambah Daftar Panjang Nasib Tragis Pejuang Medis di Banjarmasin

Sampai hari ini, sudah enam pejuang medis Banjarmasin yang gugur selama pandemi Covid-19. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Akhmad Djailani, seorang perawat sekaligus surveillance di Puskesmas Teluk Tiram, Banjarmasin Barat, dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19, Sabtu (11/7) malam.

Wafatnya pria berusia 52 tahun itu menambah panjang daftar tenaga medis yang meninggal lantaran virus asal Wuhan, China itu.

Dari catatan apahabar.com, sampai hari ini sudah tercatat 4 dokter dan 2 perawat di Banjarmasin yang meninggal karena virus yang menyerang imun tubuh tersebut.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Machli Riyadi mengatakan bahwa meninggalnya perawat satu ini, setelah kurang lebih 9 hari mendapatkan penanganan di rumah sakit.

“Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin selama 2 hari, setelah itu dipindahkan ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin sejak hari Minggu (5/7),” katanya.

Akhmad Djailani diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (6/7) kemarin.

Dari rekam medis, kata Machli, tidak ditemukan adanya penyakit lain yang menyertai meninggalnya Djailani.

Semasa hidup, mendiang dikenal sebagai petugas medis yang gigih saat bertugas.

“Sudah puluhan tahun beliau menjadi perawat, kami sangat kehilangan. Beliau memiliki dedikasi yang sangat tinggi. Kami doakan beliau semoga syahid dan menjadi penghuni surga,” katanya.

Korban rencananya akan disalatkan esok pagi di halaman Instalasi Jenazah Rumah Sakit Ulin Kota Banjarmasin.

Agar tak semakin banyak tenaga medis yang gugur, pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu mengimbau agar para petugas selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas melakukan tracing dan tracking pasien Covid-19.

“Selalu memperketat diri dengan APD, karena ini sudah menjadi tugas kita bersama,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Riyad Dafhi R - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PDIP

Kalsel

Peduli Lingkungan, PDIP Kotabaru Gelar Aksi Penghijauan di Goa Lowo
apahabar.com

Kalsel

Kiai Ma’ruf Sambangi Kalsel, Agendakan Ziarah ke Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Menguatkan Ketahanan Pangan Bersama Prajurit Kodim 1002 Barabai
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Warga Asing di Kalsel Stabil
PBFI Kalsel

Kalsel

Resmi, Pengurus Provinsi PBFI Kalsel Dikukuhkan

Kalsel

Innalillah! Tiga Pasien Covid-19 asal Satui Tanbu Meninggal
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarbaru: Penggunaan Anggaran Pada 2020 Hanya Untuk Kegiatan yang Diprioritaskan
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Belasan Hektare Lahan Warga Birayang HST Ludes Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com