Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

DK PWI Kecam Pihak yang Melecehkan Kredibilitas Wartawan dan Media

- Apahabar.com     Selasa, 14 Juli 2020 - 10:18 WITA

DK PWI Kecam Pihak yang Melecehkan Kredibilitas Wartawan dan Media

Ketua DK PWI Pusat Ilham Bintang. Foto-detikcom/Lisye

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang, mengecam dan mengingatkan pihak-pihak tertentu agar menghentikan penyebaran insinuasi dan fitnah yang bertujuan merusak kredibilitas wartawan dan media pers.

Ilham menyampaikan peringatan tersebut menanggapi beredarnya daftar nama pemimpin redaksi yang memenuhi undangan perjalanan ke luar negeri Menteri KKP (saat itu), Susi Pudjiastuti, beberapa waktu lalu.

Menurut Ilham, ada ada pihak yang tidak bertanggung jawab mem-framming daftar undangan perjalanan sedemikian rupa. Seakan tiket maupun hotel selama perjalanan yang ditanggung pemerintah dianggap sebaga suap.

“Asumsi itu jahat sekali. Itu pelecehan kemampuan profesional dan integritas wartawan dan kredibilitas media pers,” kata Ilham dalam siaran pers berjudul ‘DK PWI Kecam Pihak yang Melecehkan Kredibilitas Wartawan dan Media Pers’, Selasa (14/7).

Padahal, lanjutnya, undangan seperti itu biasa saja, lazim diterima wartawan sejak pemerintahan manapun. Dari Bung Karno, Pak Harto, sampai era Jokowi.

“Pengundang memang menyediakan fasilitas tiket dan hotel untuk wartawan. Fasilitas itu tidak lantas diartikan dapat mengkoptasi wartawan. Wartawan juga tahu undangan kementerian bukan biaya pribadi menteri tapi biaya negara dari uang rakyat, karenanya wartawan tentu hanya mempertimbangkan kepentingan negara dan rakyat,” jelas Ilham.

DK PWI, kata Ilham, merasa berkepentingan menyoroti kasus tersebut karena salah satu anggotanya yakni Pemred Kompas TV Rossi ikut tertera dalam daftar.

Rosianna Silalahi mendapat kesempatan pertama berbicara, sekaligus untuk mengklarifikasi insinuasi yang mengaitkan namanya.

Sebelum itu, secara terpisah DK PWI juga telah meminta keterangan beberapa pemimpin redaksi yang namanya turut menjadi korban fitnah dan insinuasi.

Rossi mengakui beberapa kali mengikuti perjalanan Menteri Susi ke luar negeri dan anggaran yang tertera itu memang dipakai oleh pihak pengundang untuk membayar akomodasi hotel dan transportasi pesawat selama perjalanan.

DK PWI Pusat berpendapat kegiatan perjalanan jurnalistik seperti itu lazim dilakukan sejak dulu kala. Yang penting kemudian media tetap kritis dan menjaga independensinya dalam menulis berita, laporan maupun ulasan.

Pihaknya menduga ada pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan atas tulisan laporan majalah Tempo yang menyoroti ekspor benih lobster belakangan ini. Mereka kemudian berusaha memojokkan wartawan dan pemimpin redaksi dengan data insinuatif itu.

Oleh karena itu, DK PWI menggelar rapat dalam jaringan terkait persoalan tersebut, Senin (13/7). Dewan Kehormatan menyatakan tiga hal pokok.

Pertama, tidak ada pelanggaran kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan dalam kegiatan kunjungan jurnalistik itu.

Kedua, mendesak KKP segera memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai beredarnya daftar tersebut agar masyarakat mengetahui secara transparan kegiatan jurnalistik yang dilakukan.

Ketiga, meminta media dan pers agar terus mengkritisi setiap kebijakan yang dinilai merugikan, menyimpang dan kemungkinan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.

“Jangan sampai ribut-ribut soal insinuasi daftar pemred malah mengalihkan perhatian dari masalah yang sesungguhnya terkait kebijakan Kementerian KKP”, tandas Ilham.(*)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

KRI Nanggala-402

Nasional

Kapuspen Sebut Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 Tersebar di 9 Titik
apahabar.com

Nasional

Pangeran Charles Sembuh dari Covid-19, Ini Penjelasan Dokter
apahabar.com

Nasional

Warganet China Boikot Drama Thailand karena Konten Corona

Nasional

Viral Gibran Rakabuming Duduk di Meja Depan Menteri PUPR, Begini Faktanya
apahabar.com

Nasional

PM Muhyiddin Yassin Serukan Warga Malaysia Tinggal di Rumah

Nasional

Terungkap Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham
apahabar.com

Nasional

Masyarakat NTT Tuntut Australia 15 Miliar Dolar AS atas Peristiwa 10 Tahun Silam
apahabar.com

Nasional

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com