Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Dua Fraksi DPRD Atensi Besaran Sisa Anggaran 2019 Pemprov Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 9 Juli 2020 - 17:13 WIB

Dua Fraksi DPRD Atensi Besaran Sisa Anggaran 2019 Pemprov Kalsel

Rapat Paripurna pandangan Fraksi DPRD Kalsel atas penjelasan Gubernur Kalsel tetang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019, Kamis (9/7). Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi.

apahabar.com, BANJARMASIN – Dua Fraksi DPRD Kalsel memberikan atensi soal penggunaan anggaran yang masih tersisa (Silpa) Pemprov Kalsel saat sidang, Kamis (7/7).

Sebelumnya, berdasarkan laporan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor tempo hari, penggunaan anggaran tahun 2019 masih memiliki sisa Rp200 miliar lebih. Jumlah itu dinilai lebih banyak banyak dari 2018.

Kedua fraksi tersebut lantas, menggaris bawahi soal pengunaan anggaran yang masih bersisa.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kalsel, Lutfi Saifuddin menilai Silpa anggaran menjadi indikator proyeksi pembangunan di Kalsel.

Menurutnya, jika anggaran belanja masih bersisa dan cukup banyak, artinya pembangunan di Kalsel tidak optimal.

“Kalau Silpa-nya terlalu banyak perlu di pertanyakan juga. Kenapa sampai begitu, dan perlu dicari solusinya,” terang Lutfi dalam sidang Paripura Pandangan Fakrasi DPRD Kalsel atas penjelasan Gubernur Kalsel terhadap rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019, Kamis (9/7).

Lutfi menekankan, dengan raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, mestinya Silpa Pemprov Kalsel selalu alami penurunan.

Dia pun menegaskan, tak ingin besaran Silpa di tahun 2019 itu kembali terjadi di Laporan keuangan BPK RI tahun anggaran 2020.

Sementara dari kacamata Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) DPRD Kalsel punya pendapat yang sama.

Fraksi PDI-P menilai, tidak ada alasan jika ada program kegiatan yang harus dibatalkan.
Sebab menurut mereka, Pemprov Kalsel telah melakukan kajian untuk menggelar program kegiatan tersebut.

“Juga hendaknya orientasi belanja untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat harus jadi prioritas di banding memenuhi kebutuhan birokrasi,” kata perwakilan Fraksi PDIP DPRD Kalsel yang dibacakan Burhanuddin.

Perlu dicatat, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa), yaitu selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto.

Dalam penyusunan APBD angka Silpa ini seharusnya sama dengan nol.

Artinya bahwa penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran yang terjadi.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Anggota Polda Kalsel Bantu Pengumpul Sampah di TPA Basirih
apahabar.com

Kalsel

Datangi Banjarmasin, Sekjen PDIP Gelar Rapat Tertutup
apahabar.com

Kalsel

BPD Diresmikan, Kadis DPMPD Tabalong Ingatkan Tugas dan Fungsi
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Perusakan Reklame Banjarmasin Curi Atensi Eks Kapolri
apahabar.com

Kalsel

Tabrak Lari di Anjir Pasar, Pemuda Tanggung Tewas Mengenaskan
apahabar.com

Kalsel

Bupati Balangan Yakin Polisi Semakin Profesional
apahabar.com

Kalsel

Operasi Zebra di Tanbu: Polisi Tilang dan Sita Ratusan Kendaraan
apahabar.com

Kalsel

Kreatif, ISFI Banjarmasin Racik Anti Septik Cegah Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com