Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Duh, Negara Asia Selatan Ini Catat Rekor 49.000 Kasus Harian Covid-19

- Apahabar.com Jumat, 24 Juli 2020 - 22:01 WIB

Duh, Negara Asia Selatan Ini Catat Rekor 49.000 Kasus Harian Covid-19

Perdana Menteri India Narendra Modi saat berbincang dengan pasien saat mengunjungi rumah sakit di Himalaya bagian Ladakh, India. Foto-Antara

apahabar.com, MUMBAI – Kasus penularan Covid-19 terus terjadi. Namun, di bandingkan lainnya, negara Asia Selatan ini nampaknya yang paling terdampak.

Negara Asia Selatan itu yakni India. Hari ini, seperti dilansir Antara merujuk laporan Retuers Jumat (24/7), India sudah mencatatkan lebih dari 49.000 kasus baru Covid-19 serta 740 kasus kematian.

Angka ini jadi sebagai rekor baru kasus harian, bersamaan dengan situasi kekurangan obat-obatan di rumah sakit di sejumlah negara bagian.

Dengan jumlah kasus infeksi yang hampir menyentuh angka 1,3 juta di India, otoritas lokal berjuang memproduksi versi generik obat remdesivir -yang menunjukkan hasil menjanjikan dalam percobaan pengobatan pasien Covid-19 yang parah.

“Permintaan semakin tinggi, sejalan dengan meningkatnya kasus secara cepat di negara bagian ini,” kata pejabat senior urusan obat-obatan di Negara Bagian Maharashtra.

“Pasokan obat saat ini terbatas, namun perusahaan menjamin bahwa mereka akan menyediakan lebih banyak lagi dalam sepekan ini,” ujar pejabat tersebut menambahkan.

Sejauh ini, di seluruh India terdapat sebanyak 30.601 pasien COVID-19 yang meninggal dunia, 40 persen di antaranya di Maharashtra.

Maharashtra juga menjadi wilayah terparah yang terkena wabah di negara itu, dengan total hampir 350.000 kasus.

Dari angka itu, 60 persen dilaporkan berasal dari Mumbai, pusat keuangan India, dan kota-kota satelit.

Terkait lonjakan permintaan atas remdesivir, perusahaan farmasi Gilead Sciences pada Mei dan Juni telah mengizinkan enam perusahaan obat India, serta tiga perusahaan asing, untuk membuat dan menjual versi murah obat tersebut kepada 127 negara berkembang.

Sejauh ini, baru tiga perusahaan di India yang mampu memasok remdesivir generik, yakni Hetero Labs, Cipla, dan Mylan NV.

Perusahaan-perusahaan lainnya masih menunggu persetujuan otoritas terkait, atau masih menyiapkan produksi.

“Hal ini tidak dapat diburu-buru,” kata P.D. Vaghela, pejabat Departemen Obat-obatan India. Ia menambahkan bahwa otoritas melakukan langkah ketat dalam melarang penjualan obat itu secara gelap.(Ant)

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 Global: Tembus 7 Juta Positif, 400 Ribu Orang Meninggal
apahabar.com

Internasional

Haru, Kisah Ibu Koma karena Covid-19 Saat Melahirkan
apahabar.com

Internasional

Duh, Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Diretas
apahabar.com

Internasional

Puluhan Ribu Muslim di Pakistan, Bangladesh dan Palestina Protes Pernyataan Presiden Prancis
apahabar.com

Internasional

Beda dengan Prancis, Rusia Tidak Akan Izinkan Media Anti-Islam

Internasional

Nama Presiden Joko Widodo Diabadikan Jadi Nama Jalan di Uni Emirat Arab
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 Meningkat, Arab Saudi Lockdown Jeddah 15 Hari
apahabar.com

Internasional

Ikut Demo, Mantan Presiden Kirgizstan Jadi Sasaran Penembak Misterius
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com