ga('send', 'pageview');
Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau Pindah ke RS Ulin, Intip Kondisi Terbaru Wali Kota Banjarbaru Mengintip Kesiapan Salat Id di Masjid Sabilal Banjarmasin




Home Kalsel

Jumat, 3 Juli 2020 - 16:40 WIB

Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah!

Reporter : Bahaudin Qusairi - apahabar.com

Kelurahan Teluk Dalam menambah daftar zona hitam Covid-19. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Kelurahan Teluk Dalam menambah daftar zona hitam Covid-19. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kelurahan yang masuk daftar zona hitam kasus Covid-19 kembali bertambah. Totalnya, dua wilayah.

Keduanya, adalah Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, dan Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan.

Praktis, kedua wilayah itu menyusul kelurahan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur, dan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan.

Secara umum, penyebaran Covid-19 di daerah yang masuk dalam zona hitam sudah dianggap sangat parah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 menganjurkan untuk perlunya memberlakukan lockdown atau karantina wilayah, dan penerapan protokol kesehatan secara maksimal.

“Jadi di Banjarmasin ada 4 zona hitam penyebaran virus corona. Pekapuran Raya, Teluk Dalam, Pemurus Dalam dan Pemurus Baru,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi kepada apahabar.com.

Keempat kelurahan yang dinyatakan zona hitam penyebaran virus corona akan mendapat atensi khusus.

Sebab lonjakan kasusnya sangat mengkhawatirkan belakangan ini.

Padahal dalam istilah kesehatan, kata dia, tidak mengenal namanya zona hitam.

Baca juga :  Puluhan Tahun Jual Bendera, Pedagang: Omset Tahun Ini Tak Berkibar

Mengacu pedoman kesehatan hanya menyebut 4 zona. Yakni hijau, kuning, oranye dan merah.

Zona hitam, menurutnya, menyerupai warna merah yang sangat pekat.

“Ini kita sampaikan ke masyarakat agar lebih berhati-hati karena zona hitam sangat berbahaya,” tegasnya.

Apabila tidak disampaikan begitu, otomatis masyarakat sangat menyepelekan ancaman Covid-19.

“Ketemu di jalan mereka tidak bermasker. Itu fakta yang kita lihat setelah berputar memantau dan jujur sangat prihatin,” ucap pria yang merangkap kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Update terbaru, jumlah kasus positif Covid-19 di Pekapuran Raya mencapai 104 orang, Jumat (3/7) siang.

Rinciannya, 76 orang dalam perawatan, 21 sembuh dan 7 meninggal dunia.

Sedangkan Pemurus Dalam 77 kasus. Rinciannya, 61 orang dalam perawatan, 8 sembuh dan 7 meninggal dunia.

Sementara di Teluk Dalam, ada 65 kasus positif Covid-19. Rinciannya, 54 orang dalam perawatan, 1 sembuh dan 10 meninggal dunia.

Baca juga :  Fenomena Kluster Perkantoran, Waspada Bahaya Covid-19 di Ruang Tertutup

Sedangkan Pemurus Baru mempunyai 64 kasus. Di antaranya 52 orang dalam perawatan, 5 sembuh dan 7 meninggal dunia.

Sebagai informasi tambahan, ada empat kode zona dalam identifikasi Covid-19. Yakni zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah.

Keempat zona tadi digunakan untuk memantau dan merespons wabah agar lebih efektif.

Zona hitam, artinya kasus Covid-19 sudah sangat parah sehingga perlu dilakukan lockdown.

Zona merah, artinya masih ditemukan kasus Covid-19 pada satu atau lebih kluster dengan peningkatan kasus yang signifikan. Pada zona ini perlu dilakukan PSBB secara penuh.

Zona kuning, artinya penemuan kasus Covid-19 hanya pada kluster tunggal. Di zona ini bisa dilakukan PSBB secara parsial.

Zona biru, artinya ada kasus Covid-19 secara sporadis baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal. Pada zona ini, boleh dibebaskan dari PSBB, namun wilayah tersebut wajib melakukan penjarakan fisik.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pulang Rakernas, Bang Dhin Tawarkan Eco Office di Sekretariat DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kesempatan Kerja untuk Difabel Kian Terbuka
apahabar.com

Kalsel

Latih Kemandirian Jamaah, Kemenag Kalsel Mulai Gelar Pra Manasik Haji
apahabar.com

Kalsel

Keberadaan Balai Adat Dayak Batulasung Diharap Sesuai Fungsinya
Covid-19 di Kalsel, Banjarmasin Masih Tertinggi

Kalsel

Covid-19 di Kalsel, Banjarmasin Masih Tertinggi
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Minim Pendonor Saat PSBB dan Ramadan, PMI Banjarmasin Sediakan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Permudah Layanan, Polsek Berangas Pindah Lokasi
apahabar.com

Kalsel

Pemerintah Daerah Bisa Bangun Sekolah di Luar Dana APBD
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com