Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Eijkman: Waspadai Flu Babi G4 Jadi Pandemi

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 15:59 WIB

Eijkman: Waspadai Flu Babi G4 Jadi Pandemi

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio mengatakan semua pihak perlu mewaspadai virus flu babi G4 EA H1N1 karena menurut para peneliti berkemungkinan dapat menjadi pandemi.

“Karena dia membawa semua gen yang pernah menimbulkan pandemi,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/7).

Hal itu diperkuat dengan pengamatan para ahli terhadap para peternak yang pernah terpapar virus tersebut. Artinya, secara serologi terbukti mereka ada antibodinya terhadap virus itu sehingga menunjukkan ada paparan.

Meskipun demikian, Amin mengatakan hingga kini belum ada penjelasan bahwa virus tersebut bisa menularkan dari manusia ke manusia baru sebatas hewan ke hewan dan hewan ke manusia.

Ia menjelaskan virus GA EA H1N1 tersebut pada dasarnya bukan hal baru serta telah bersikulasi cukup lama dan keturunan dari H1N1 pandemi Spanyol pada 1918.

“Jadi virus ini masih keturunan H1N1 pandemi 2009,” ujarnya.

Kemudian virus tersebut juga membawa gen EA dan TR. Artinya, virus itu sudah terdapat beberapa gen di dalamnya sehingga menarik perhatian para peneliti yang berpotensi terjadinya pandemi.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan perlu peningkatan surveilans agar virus itu tidak menjadi pandemi di Tanah Air.

“Terutama surveilans di hewan,” katanya.

Peningkatan surveilans tersebut dibutuhkan sekali. Sebab, pintu masuk virus itu bisa menyebar di Indonesia cukup banyak, kata dia.

Tidak hanya surveilans terhadap ternak, Amin juga menyarankan hal yang sama dilakukan pada manusia terutama para peternak babi.

“Itu yang harus dilakukan, tapi sampai saat ini belum ada laporan. Tetapi kita tetap harus waspada jangan sampai kita mengalami beban ganda,” ujar dia.

Artinya, jangan sampai muncul masalah baru sementara penanganan pandemi Covid-19 saja belum tuntas namun sudah muncul pandemi baru yakni flu babi GA EA H1N1.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Implementasi 5G Dapat Percepat Era New Normal
apahabar.com

Gaya

Mulai Juli, Kantor Facebook Akan Buka Kembali
apahabar.com

Gaya

10 Tips Bugar Saat Puasa
apahabar.com

Gaya

Bioskop Buka Serentak Mulai 29 Juli, Pengelola Pastikan Taat Protokol
apahabar.com

Gaya

Dokter: Waktu Terbaik Periksa Jantung Saat Usia 20 Tahun
apahabar.com

Gaya

Era ‘New Normal’, Penggunaan Video Conference Diperkirakan Masih Tinggi
apahabar.com

Gaya

Tampang Xenia Baru Kok Jadi Mirip Avanza Sih?
apahabar.com

Gaya

Suzuki Operasi Wajah Jadi BMW E30
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com