ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Ekbis

Jumat, 10 Juli 2020 - 11:09 WIB

Eskalasi Kasus Covid-19, Rupiah Kembali Terkoreksi

Redaksi - apahabar.com

Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah Jumat (10/7) pagi dilaporkan kembali terkoreksi seiring kekuatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi kasus Covid-19.

Pada pukul 09.40 WIB, rupiah melemah 29 poin atau 0,2 persen menjadi Rp14.424 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.395 per dolar AS.

“Kekuatiran peningkatan penularan kasus Covid-19 global kembali menjadi sentimen negatif yang bisa menekan pergerakan aset berisiko di sesi Asia hari ini, termasuk rupiah,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.

Data penularan Covid-19 di Indonesia sendiri juga terus menunjukkan kenaikan dan belum melandai.

Baca juga :  Sempat Tumbuh Negatif, Transportasi Udara di Kalsel Mulai Bangkit

“Kekuatiran ini menutupi potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi,” ujar Ariston.

Sementara itu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat kembali tertekan ke kisaran 0,615 persen, turun sekitar 7 persen dari penutupan perdagangan Rabu (8/7).

Menurut Ariston, hal tersebut mengindikasikan pasar kembali mencari aset aman sebagai alternatif investasi dengan memegang aset dollar AS.

Di pasar AS semalam, data klaim tunjangan pengangguran AS yang lebih baik dari prediksi, tidak mampu menahan kekhawatiran pasar terhadap naiknya kasus corona.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, klaim baru tunjangan pengangguran turun pada minggu lalu. Klaim awal pengangguran berkurang 99.000 menjadi 1,31 juta pada pekan yang berakhir 4 Juli 2020.

Baca juga :  Kementerian ESDM Ubah Lagi Formula Harga BBM Solar

“Tapi sentimen masih tarik menarik antara kekhawatiran Covid-19 dan potensi pemulihan ekonomi,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak melemah ke arah resisten di Rp14.550 per dolar AS, dengan level support di kisaran Rp14.440 per dolar AS.

Pada Kamis (9/7), rupiah ditutup menguat 15 poin atau 0,1 persen menjadi Rp14.395 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.410 per dolar AS. (ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pengusaha Dorong Kaji Ulang Pajak Penghasilan
apahabar.com

Ekbis

Ngopi Bareng MHM, Berbagi Rahasia Sukses Berbisnis
Pengangguran Diprediksi Naik, Apa Kabar RUU Cipta Kerja?

Ekbis

Pengangguran Diprediksi Naik, Apa Kabar RUU Cipta Kerja?
apahabar.com

Ekbis

Cerita Si Hitam Bati-Bati Mejeng di Festival Kopi Eropa
apahabar.com

Ekbis

Stimulus AS, Rupiah Rabu Pagi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pemilu Selesai, Pengamat: Pasar Beri Respon Positif
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Xperss Air Terbang Perdana di Bandara Banjarmasin
Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah

Ekbis

Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com